Makan Rumput LNK, 7 Ekor Lembu Warga Wassalam

Makan Rumput LNK, 7 Ekor Lembu Warga Wassalam

TAMARAN - News Metrolangkat.com

Dugaan kuat yang datang akibat pihak PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Tanjung Beringin, yang melakukan peracunan terhadap kebunnya berujung kepada matinya lembu (sapi) milik warga Desa Tamaran.

Kejadian tepatnya pada Rabu malam (20/07) tersebut, diketahui warga yang menjadi pemilik lembu dikarena hingga menjelang malam hari, gembalaan ternaknya itu tak kunjung kelihatan.

Ahmad (42), salah seorang pemilik dari 7 ekor lembu yang mati bergelimpangan itu, kepada Metro Langkat, Kamis (21/7) mengatakan bahwa diduga kuat hal ini terjadi akibat kecerobohan para pekerja PT LNK dalam meracuni kebun itu.

"Seharusnya mereka lebih berhati-hati lagi lah bang. Walau bagaimanapun, kebun mereka berada di tengah-tengah masyarakat. Dan mereka mendapatkan keuntungan dari hasil kebunnya, namun janganlah dengan kecerobohannya, warga di sekitar tempat PT LNK melakukan usahanya, malah menyengsarakan masyarakat," Ujar Ahmad.

Sementara Kades Tamaran, Sofyan Hendri menimpali akan segera dilakukan upaya maksimal kepada pihak terkait baik kepolisian dan Danramil Hinai, agar pihak PT LNK dapat diajak duduk bersama dengan musyawarah demi menyelesaikan persoalan peracunan kebun LNK yang berdampak terhadap matinya lembu-lembu milik warganya itu.

"Jangan sampai warga saya dirugikan, dan sangat jelas bukti-bukti yang menunjukkan adanya indikasi bahwa dari racun milik PT LNK itulah, 7 ekor lembu menjadi korban dan masih ada beberapa ekor lagi dalam perawatan medis kedokteran," Ungkap Sofyan.

Sofyan pun menambahkan, bahwa team dokter dari Dinas Kesehatan Langkat, yang langsung turun ke lapangan, telah mengambil sample air yang diduga menyatu dengan racun tersebut. Dan terlihat di lokasi kejadian, pihak Muspika Kecamatan Hinai dan pihak-pihak terkait lainnya dari Pemkab Langkat dilokasi ditemukanya lembu yang mati. Sementara pihak dari PT LNK Kebun Tanjung Beringin, hingga berita ini diturunkan, masih belum dapat dikonfirmasi. (Dudi)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments