Luar Biasa...! Setahun,Anggota DPRD Langkat 26 Kali Study Banding

Luar Biasa...! Setahun,Anggota DPRD Langkat 26 Kali Study Banding

Stabat-News Metrolangkat.com

Kinerja DPRD Langkat periode 2014- 2019 dituding buruk.  Bahkan, lebih buruk dari kinerja DPRD Langkat periode sebelumnya.  Penilaian itu ditegaskan oleh pengamat politik, sosial dan pembangunan Langkat, T. Said Syafii kepada Metro Langkat di Stabat, Rabu (20/7) terkait dengan ‘kosongnya’ kantor DPRD Langkat karena ditinggal pergi penghuninya study banding ke Jawa.

“ Ya, masyarakat kecewa, karena semua anggota DPRD Langkat berbondong- bondong pergi study banding ke Jawa.  Ya, luar biasa .., karena  tidak ada yang tinggal di kantor, semuanyapergi study banding,” ujar T. Syafii. Dalam setahun,  26 kali mereka melakukan study banding.  Artinya, dalam 1 bulan paling tidak 2 kali melakukan study banding.

Ironisnya, apapun hasil dari study banding itu tidak diterapkan di Langkat. Sebagai contoh, Perda yang diterbitkan belum memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, termasuk Perda yang diterbitkan dari inistiatif DPRD Langkat.

Apalagi, kontrol mereka terhadap kinerja Pemerintah dinilai mandul dan tidak berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.  Buktinya, pembahasan RAPBD dan LKPJ semuanya berjalan mulus. Padahal, banyak sekali penyimpangan yang terjadi.  Sebagai contoh banyak proyek perbaikan jalan yang dikerjakan asal- asalan.

“ Ya, benar- benar luar biasa.  Banyak uang rakyat yang terkuras hanya untuk kegiatan study banding tersebut. Ditambah lagi, keterbukaan DPRD pun nyaris tidak ada.  Kalau pun ada hanya sebatas seremonial belaka dan tidak lebih hanya untuk pencitraan belaka,” ujarnya.

Karena itu, T. Said Syaffi pun meminta kepada pimpinan DPRD Langkat agar tegas dan mengurangi kegiatan study banding, sebab lebih baik para wakil rakyat itu melakukan kunker ke daerah- daerah terpencil yang ada di Kabupaten Langkat untuk melihat kekurangan yang ada dan menyerap aspirasi masyarakat dengan turun langsung ke bawah.

“ Ya, saat ini masih banyak sarana jalan yang hancur, lahan pertanian yang terbengkalai dan lain- lain. Inilah sebenarnya yang lebih penting untuk dipantau oleh wakil rakyat yang terhormat itu,bukan cuma jalan—jalan kesana sini dengan kedok study banding.

Aparat penegak hukum juga diminta untuk menyelidiki atau melakukan pemeriksaan terkait biaya perjalanan anggota DPRD Langkat ini, sebab tidak tertutup kemungkinan ada penyimpangan yang dilakukan.” Ketus Tengku saap akrab pria yang satu ini.(yg)


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments