Lagi Kumpul Lebaran, Mantan Kades Dan PPK Dijemput Paksa Jaksa


Lagi Kumpul Lebaran, Mantan Kades Dan PPK Dijemput Paksa Jaksa

P.Brandan: News Metrolangkatbinjai. com


Diduga melakukan tindak pidana korupsi,dua orang yang berstatus mantan Kepala Desa dan ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Desa Bukit Mas Pantai Buaya Kec Besitang Kab Langkat,Kamis (7/7) di jemput paksa oleh Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Stabat, Kab Langkat di Pangkalan Brandan (Kacabjari),yang di beck up oleh jajaran  Polsek Pangkalan.
Mantan kades yang dijemput paksa jaksa karena terlibat dugaan korupsi.( ilustrasi)

Penjemputan kedua orang ini terkait dugaan korupsi penyalahgunaan dana Proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) T.A 2012-2013.dari dua lokasi terpisah saat sedang merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Kedua orang ini bernama Watson Tarigan mantan Kepala Desa Desa Bukit Mas Pantai Buaya Kec Besitang Kab Langkat,dan temannya Mahyudin mantan ketua PPK dalam pelaksanaan proyek PPIP dan merupakan warga yang sama.

Mahyudin dijemput ditempat keluarganya yang berada di salah satu kawasan di Kec Hinai pada saat sedang kumpul bersama!a keluarga,sedangkan Watson Tarigan juga dijemput di kediamannya di Desa Pantai Buaya saat sedang merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Keterangan diperoleh Metro Langkat menyebutkan, pada tahun 2013 lalu, oknum mantan Kades Watson Tarigan dan rekannya Mahyudin yang ketika itu menjabat sebagai PPK diduga terlibat korupsi dalam pelaksanaan pembangunan jembatan di Desa Bukit Mas dengan menggunakan dana PPIP dan kasus lainnya.

Lebih kurang dua jam,kedua tersangka di periksa di kantor Kacabjari Pangkalan Brandan, sebelum akhirnya dititipkan di Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan yang berada di Jalan Stasiun Kereta Api Kel Brandan Timur Kec Babalan.

Kacabjari Pangkalan Brandan Noferius Lomboe, Sh. Mh saat di konfirmasi terkait penjemputan kedua tersangka kasus korupsi dana PPIP ini mengatakan"Mereka kita jemput bersama jajaran Polsek Pangkalan Brandan dari dua tempat terpisah.

Keduanya dijemput saat sedang berkumpul bersama keluarga merayakan Idul Fitri,karena sudah beberapa kali kita layangkan surat panggilan dari kejaksaan namun mereka tidak datang" ucap Kacabjari
Sementara itu pengakuan mantan PPK, Mahyudin kepada Metro Langkat seusai diperiksa Kacabjari,dirinya mengaku dalam kasus ini ia hanya sebagai korban.

" Memang dalam pelaksanaan proyek ketika itu,  saya menjabat sebagai Ketua PPK, namun saya tetap bekerja tak ubahnya seperti kuli (buruh kasar) dengan upah sebesar Rp50 ribu/hari.

Saya tidak ada melakukan korupsi dalam pelaksanaan proyek PPIP tersebut, dan tanda tangan saya dipalsukan,jika mau di tangkap jangan saya,orang Tingkat 1 yang bertanggung jawab,dan dia yang harus di tangkap,kenapa saya,saya hanya pekerja" ucapnya dengan nada kesal

Sementara Watson Tarigan saat ingin di konfirmasi terkait dirinya dijemput paksa oleh pihak Kejaksaan bungkam seribu bahasa,dan hanya tertunduk malu.

" Untuk lebih rincinya lagi,nanti hari Senin tanggal 11 Juli 2016,kita dari Kacabjari Pangkalan Brandan akan adakan konferensi pers terkait penjemputan kedua orang ini" tambah Noferius Lombu, SH. MH selaku Kacabjari Pangkalan Brandan (Budi)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments