Klewang Jepang Muncul Dari Perut Bumi Dibalut Cahaya Putih



Menarik Pusaka Alam Gaib (Bagian-1)
Klewang Jepang Muncul Dari Perut Bumi Dibalut Cahaya Putih

Liputan Tim : News Metrolangkatbinjai.com  
 
Klewang jepang yang muncul dari perut bumi.(Ilustrasi)


Bukan perkara gampang membuktikan terkait penarikan harta milik bangsa gaib ke alam nyata. Tahapan pro
sesi ritual tetap saja menganga dalam mendapatkan kisah-kisah penarikan atau penyedotan sengaja dilakukan dalam menjemputnya.

Bukan mustahil pula dalam melakoni pekerjaan masih dianggap musykil itu ternyata benar-benar terwujud dan mendapatkannya. Berdasarkan pengalaman sesungguhnya dilapangan memberangkatkan  kisah penarikan pusaka terpendam ratusan tahun itu terbukti sudah. 

Benda-benda pusaka sengaja dipendam sang pemilik sejak dulunya itu, masih saja dapat ditangkap keberadaannya didasar perut bumi. 

Beragam cara melukiskan soal itu, perihal datangnya mimpi pada seseorang, salah satu cara paling mujarab dalam merambah khazanah peninggalan harta-harta pusaka masih terpendam masih berada  serta dijaga makhluk-makhluk sengaja menungguinya. 

Khabar serta pesan-pesan peninggalan masih saja ditangkap keberadaannya walau belum nyata. Menemukan letak serta bentuk-bentuk pusaka peninggalan sengaja ditinggalkan sang pemilik terdahulu. 

Selain musykil untuk dikerjakan dalam menampakkan secara nyata, pekerjaan itu biasanya dilingkupi kesabaran tinggi dalam menemukannya sejati benda sengaja diwariskan atau dijemput lewat riual-ritual spesial dalam lakon-lakon terkhusus menyedotnya.
 
Kisah nyata edisi ini, menjumpai tokoh-tokoh supranatural serta pemilik sekaligus penerima pesan leluhurnya lewat mimpi-mimpi berubah menjadi kenyataan. 

Keaneka ragaman bentuk serta nama-nama pusaka terkubur diangkat secara nyata diwaktu siang bolong. Apalagi, benda-benda pusaka sengaja dilakoni ritualnya bernilai ekonomis cukup lumayan itu terus diburu sengaja diserahkan lewat mimpi-mimpi sangat berdekatan pada salah satu keturunannya memiliki karakter sabar dan berbudi luhur dikesehariannya. 

Selain menunggu waktu lama dalam menjemput soal itu, semua tokoh-tokoh atau orang yang terlibat dalam urusan ini meminta namanya dirahasikan. Meski benda pusaka buruannya diterimanya lewat mimpi berkali-kali menemuinya telah menjadi kenyataan sebenarnya serta dipegang sang keturunannya hanya seorang.

Tidak terburu-buru menemukan mimpi berkali-kali mendatanginya khusus Jum’at Kliwon setiap bulannya hanya sekali waktu kebanyakan itu. Sebut saja Mat Jaiz (46) sang pemilik  benda pusaka kelewang Jepang memiliki tombol tiga buah diatas pegangannya, disamping kedap udara, pusaka peninggalan kolonila Jepang itu belakangan diketahui putus paku dengan tidak menggeseknya. 

Hanya  meletakkannya saja diatas paku  langsung putus dan terpotong. “ Leluhur itu (Nenek buyut.red)  kerap menyerahkan keberadaan posisi benda pusaka kelewang Jepang peninggalan pusaka leluhur pemberian kolonial masa lalu itu” ujarnya pertama sekali membeberkan soal itu. 

“ Pusaka-pusakanya bukan hanya satu dipunyainya sengaja dibenamkan diperut bumi. “ Bahkan sambung Mat Jaiz bukan nama sebenarnya itu menuturkan “ Mustahil itu dilakukan dalam mewujudkannya ?!” Kata-kata itu tetap saja muncul dan mengalir kerap  bertemu dengan siapa saja megetahui soal itu” urai Mat Jaiz dianggap sedeng menerima wangsit serta khabar mimpi dari sang leluhur.

“ Mengalami  kejadian aneh serta ganjil disetiap malam usia dicemooh orang-orang terus mengejek dan mengucilkan” terangnya polos. “ Berkali-kali mendapatkan sentuhan perlakaun mengucilkan juga merendahkan pesan sengaja diserahkan leluhur sebelumnya. 

“ Ya modalnya sabar, tetap sabar dan terus mengikuti pesan lanjutan sengaja diserahkan sebelum kemunculannya kepermukaan alam nyata sesunguhnya benar-benar terwujud nyatakan “urainya bersyukur pada sang Khaliq berkali-kali melakukan  hajatan sedeqah bersama warga terdekatnya.

“ Mimpi malam itu memang bukan mimpi biasanya manusia menikmati tidur malam. “ Sang empunya benda pusaka itu terus mendatangi jeoang tengah malam Jum’at biasanya. Berulang kali mengabarkan soal keberadaan posisi pusaka sengaja dikuburkan sang leluhur terang benderang menampakkan bentuknya.
“ Malahan terlepas dari mimpi setiap malam Jum’at dijumpai.

 “ Pusaka itu nongol kepermukaan bersama cahaya putih menyelimutinya disekeliling pusaka sengaja dihantarkannya untuk dilihat secara dekat sekali” ujarnya jujur pertama sekali menemukan bentuk pusaka bakalan diwariskannya itu. 

“ Mendekati rasa percaya tinggi, pusaka itu bakalan diserahkan tak hanya lewat mimpi-mimpi belaka. “ Usai dinampakkannya secara nyata serta utuh bentuk pusakanya ditengah kegelapan malam Jum’at masih terbilang sore. 

“ Cahaya putih tetap melingkarinya terus megitarinya tiada henti-hentinya saling merubah warna pandangan malam itu. 

“ Terkadang warna hijau mendominasi kilatan sambarab cahaya bening disekelilingya, namun tetap menjaga pusaka bakalan diserahkan itu meski berulang kali menampakkan bentuknya kepermukaan dunia nyata” akunya jujur menjumpai hal nyata hanya seorang diri. 

“ Bentuk juga warna pusakanya jelas tampak terlihat malam itu. “ Namun cahaya mengelilinginya tiada henti-hentinya berputar-putar dengan kemunculan warna yang berbeda hingga tiga warna kerap berubah-ubah menjaganya.  

Usai menemukan keganjilan nyata terkait pusaka milik leluhurnya. Mat Jaiz tiada henti-hentinya bermunajat dengan keragaman cara sesuai anjutan agama dianutnya dalam meluluskan serta eloloskan semua hujatan begitu kencang menyerang dirinya. 

Tak cukup hanya menyerahkan serta menyandarkan diri pada Empu-Nya diri. Pekerja turin dilakoni Mat Jaiz diujung malampun menjadi kebiasaan dalam mengubah mimpi menjadi kenyataan begitu besarnya mengalir deras dalam sanubarinya. 

Tak lepas melakoni semua anuran serta ajaran diajarkan agama. Berkaili-kali mendatangi sejumlah tokoh supranatural dalam mewujudkan mimpinya berikut penampakkan nyata benda pusaka sengaja diletakkan didepan mata telanjang. Mat Jaiz tak merubah kebiasaan jelang tengah malam Jum’at biasa ditunggunya. 

Tak melewatkan kesempatan jarang ditemukan, melakukan terapan amalan sholeh lagi berguna selain menemukan hajat sengaja diserahkan leluhur padanya. Banyak kemungkinan lainnya terus dialami Mat Jaiz dalam menjemput pusaka berbentuk kelewang Jepang kian dekat disampingnya. “ Subhanallah…??” 

Usai diserahkan penampakkan pusaka secara langsung oleh sang penunggu pusaka. Pusaka bernilai ekonomis tinggi itu terus mengabarkan keberadaannya setiap seminggu sekali untuk difadhilahkan secara khusus Qalamullah atau ayat pembuka dalam al-Qur’an atau suratul Fatihah pada sang khodam penunggu beratus-ratus tahun pusaka bakalan dijamahnya serta dimilikinya.

 “ Satu tahun lamanya menyerahkan secara khusus fadhilah serta pahala bacaan suratul Fatihah pada sang khodam sengaja menungguinya dan mengawalnya kemanapun pusaka itu berkeliaran dijagad raya ini “ akunya jujur soal itu. 

“  Terus dengan sabar, melatih diri untuk tetap tenang menerima semua ejekan juga hujatan miring terkait mimpi bahkan penampakkan asli bentuk pusaka bakalan diserahkan. 

“ Bukan hanya fadhilah bacaan suratul Fatihah sengaja diperuntukkan pada sang makhluk atau biasa disebut khodam suci penunggu pusaka. “ Malahan ditambah kencang dengan melakukan perlakuan khusus lagi, tak hanya suratul Fatihah sengaja dilemparkan pada khodamnya. 

“ Mimpi selanjutnya, menyerahkan banyak kemampuan dalam terkait persiapan sebelum mendapatkannya secara langsung dan memilikinya. Apalagi penyerahan pusaka sengaja diwariskan sang leluhur pada salah seorang anak keturunannya memang luar biasa itu. 

Mat Jaiz tak merubah perlakuan serta kebiasaannya jelang malam Jum’at. “ Bisikan kuat serta terasa dekat menggelindingkannya. “ Nak…, jangan merubah kemampuanmu dalam menjemput pusaka sengaja diserahkan itu ?!” bisiknya sang khodam mengantarkan wangsitnya.

“ Hujatan serta cacian juga ejekan selama ini, cobaan nafsu dalam membantah semua hasutan bangsa atau makhluk lainnya dalam menemukan juga memilikinya. “ Percayalah….?!” Percayalah….?!” 

Sandarkan dirimu pada Maha Pencipta sekaligus sang Empu-Nya diri, peliharalah diri sendiri, mencapai tingkat diri terperi dibelakangnya” pesan sang khodam berjubah serba putih itu menampakkan diri aslinya didepan perlakuan masih membacakan anjurannya dalam melakukan ritual do’a Nurun Nubuwwah sebanyak seratus kali baca dalam semalaman.” Akunya bersusah payah mempertahankan hajat sengaja diserah leluhurnya. 

Bisikannya kian kencang, menganjurkan banyak pengalaman misteri dalam kepemilikan pusaka bernilai ekonomis tinggi sebelum dujemputnya secaralangsung disiang bolong bebrraps tahun silam ditemukan. 

Mat Jaiz tak sedikitpun merombak serta mengubah kebiasaan rutin teah diserahkan lewat mimpi juga  bisikan sang khodam penunggu pusaka bakaln diterimanya. Karakternya tetap landai meskipun berkali-kali menemukan pesan arif serta bijaksana sang khodam pewat pernyataan khusus ditelinganya sebelah kanan.

Lantas, siapa pembisik serta khodam suci penunggu kelewang Jepang bakalan diterima setelahnya ? (Bersambung)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments