Kelompok Tani SBJ Dan Daud Ketaren Sepakat Bagi Ancak



Limbah Perkebunan Cemari Paluh , Nelayan Tradisional Cenggap-Cenggap

SEI LEPAN –News Metrolangkat.com

Nelayan tradisional, di Kec Sei Lepan, Kab Langkat belakangan ini menjerit karena hasil tangkap mereka minin. Hal ini diduga akibat limbah perkebunan di Palu Batang Panjang, Kec Brandan Barat tercemar pupuk kimia dari perkebunan sawit dan limbah PT. Siliwangi Kec Seilepan, sungai perairan Pakis, Kec Seilepan.

Sofian Yus (46), nelayan jaring, bubu dan ambai, mengatakan, sejak hutan mangrove telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit, kehidupan nelayan semakin kesulitan.‎ Dia mengatakan, tidak hanya tempat perkembang biakan biota laut yang terancam akibat musnahnya hutan, tapi sungai kini telah tercemar air limbah pupuk kimia yang ke luar dari lingkup perkebunan.

Sofian Yus menungkapan, sekarang ini ia sudah tidak dapat lagi memasang pukat di beberapa lokasi tertentu di hilir sungai Pakis dan Palu Batang Panjang, disebabkan karena air sungai telah tercemar dan bila terkena mata terasa sangat perih bak seperti terkena air cabe.

"Ikan dan udang sekarang ini sangat susah didapat. Tampaknya, semakin hari kehidupan kami selaku nelayan kecil terancam kelaparan," ujar Sofian seraya mendesak pemerintah agar memperhatikan jeritan nelayan kecil.

Pria yang menetap di Gg Mushollah, Kel Alurdua Baru, Kec Seilepan, tersebut mengatakan.,Nasib serupa juga dialami komunitas nelayan tradisional di wilayah pesisir Kec. Sei Lepan, Kab Langkat. Para nelayan mengaku resah, karena sejak tanggul perkebunan kelapa sawit di Palu Panjang, Kec Brandan Barat jebol, air sungai menjadi tercemar.

Menurut nelayan, hasil tangkap kini drastis menurun sementara kebutuhan sehari-sehari terus kian mendesak. Sementara hasil tangkap sejak masuknya bulan puasa hingga sampai saat ini, jangankan untuk dijual hasil tangkapan, buat makan tidak lepas."Kami berharap kepada Dinas yang terkait, yakni Kelautan.(yg)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments