Hitungan Bulan Kerja Diterima, Puluhan Tahun Ditolak

Rekrutmen Pekerja Kebun  BL Disoal :
Hitungan Bulan Kerja Diterima, Puluhan Tahun Ditolak


Bukit Lawang, News Metrolangkat.com

Merujuk pengumuman lowongan tenaga kerja pemeliharaan Kebun Bukit Lawang masih bermasalah. Pasalnya, belasan pekerja telah mengabdikan diri menjadi pekerja KHL tak diterima. Sementara hasil verifikasi yang diterima sejumlah korban pekerja KHL itu terus disoal.

 " Kesal betul jang nama kami tidak ada didaftar verifikasi penerimaan tenaga di Kebun Bukit Lawang " ujar salah seorang tanaga kerja tak diterima meskipun telah puluhan tahun mengabdi saat menyampaikan keluhannya pada Metro Langkat Minggu (24/7) kemarin.

" Bayangkan, meski upah diterima selama ini kurang dari aturan baku tenaga out sourching itupun tetap ditahankan. " Asalkan diterima nanti " harap mereka menerima kenyataan masih belum adil. " Pulaknya, mengabdikan diri variasi tahun tetap ditahankan, biar diterima kami.
Ini kok enggak malahan yang hanya beberapa bulan dan hitungan minggu sudah pulak diterima. " Jelas titipan dan prioritas untuk nama dinyatakan diterima " kesal mereka saat berkumpul di wilayah wisata tersohor itu.
" Dua belas orang sudah mengabdikan diri menjadi KHL sebelumnya, tetap tak diterima " kesal pekerja itu dengan nada ceplas ceplos. " Sementara dari sembilan belas yang diusulkan pihak kebun, hanya lima orang saja diterima, kesemuanya malahan belum pernah mengabdikan diri seperti kita-kita " lirih mereka penuh kecewa.

" Nama-nama itu sudah ada berdasarkan hasil verifikasi melalui Gmail langsung dari HO (Head Office.red) Tanjung Morawa tertanggal 2 Juli lalu, bahkan tembusannya sejumlah petinggi-petinggi PT. LNK mendapatkannya. Dimana hati nurani mereka itu semua ?!" ujar salah seorang korban geram menerima kenyataan ini.

Orang lokal mendapatkan lapangan pekerjaan saja begitu susahnya. Tak mempersoalkan jumlah upah diterima meski jenis pekerjaannya kita patuhi. " Malahan sambung pekerja itu ketus  hari Minggupun dipertintah untuk bekerja, tetapi ada embel-embel dibelakangnya.

 Menanda tangani blanko bermuarakan tidak ada perintah pada hari libur oleh asisten setempat. " Laiknya intimidasi di zaman penjajahan, walau telah merdeka ??" ujarnya dengan nada kecewa berat. Lantas mau diapakan kita-kita belasan orang, pasti dikesampingkan nanti.

" Dicari-cari kesalahannya biar tetap tak diterima. "Budaya usang masih tetap digunakan. Anak negeri susah mencari kerja dikampungnya sendiri" ketusnya dengan nada Melayu Bahorok itu.

" Sudahlah jadi pengemis kita-kita ini, mengabdikan diri sebagai KHL sia-sia sudah. Sistem penerimaan penuh dengan konfirasi nakal. " Ya belum tercium adanya politik uang dibelakang rekrutmen tenaganya " akunya polos. " Pun demikian akan tercium belakangan jika sudah diributi.

Intinya kami menuntut hak kami setelah dipekerjakan sebagai tenaga KHL sebelumnya,. " Ya variasi waktunya, 2011, 2013 dan ada ditahun 2014. " Bahkan lebih parah lagi sejak zaman penggabungan semasa di PTPN-2 toh tetap tak diterima" ujar mereka kesal. (roka).

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments