DPRD Nya Sibuk Hamburkan Uang Keluar Pulau, Pemkab-nya Sibuk Urusi Pencitraan

Cacatan Kecil Yong Ganas

Langkat Punya Cerita Tuan  : 
DPRD Nya Sibuk Hamburkan Uang Keluar Pulau, Pemkab-nya Sibuk Urusi Pencitraan
Sei Lepan- News Metrolangkat.com

Dari tahun ketahun tak banyak perubahan diKabupaten Langkat. Kalaupun ada yang berubah, paling-paling kondisi sarananya yang makin rusak. Contohnya, hampir 80% jalan milik Kabupaten Langkat kondisisnya sangat memprihatinkan.
Bukan Persoalan bagi wakil rakyat dan Pejabat di langkat kondisi seperti ini.(budi)

Lubang jalan yang membentuk kubah mengaga disana sini, sudah menjadi pemandangan biasa  bagi warga pelosok. Kondisi ini sebenarnya sangatlah tidak mengenakkan masyarakat di Desa-desa yang jauh dari pusat ibukota Pemerintahan. Apalagi seperti saat sekarang ini cuaca lagi musim penghujan.

Dipastikan kolam-kolam besar ditengah jalan bermunculan. Selain menganggu aktifitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, kegiatan anak-anak sekolah juga kena imbasnya. Tak jarang baju seragam sekolah anak-anak tersiram air kubangan yang jorok karena dilintas sepeda motor maupun angkutan roda empat.
Menyedihkan. Apa yang dirasakan oleh masyarakat desa tadi tak pernah dipikirkan oleh wakil-wakil rakyat yang berada di gedung dewan. Bahkan, pemerintah daerah Langkat juga melakukan hal yang sama. DPR-nya sibuk keluar study Banding derngan menghabiskan angaran yang tidak sedikit, sementara Pemkab Langkat juga sibuk mengurusi Piala Adipura yang manfaatnya juga tak ada bagi masyarakat.

Sadisnya, untuk memperoleh piala Adipura  uang yang dihabiskan taklah sedikit. Padahal, bila uang tersebut dialihkan buat memperbaiki sejumlah jalan, jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat ketimbang menjemput Adipura yang sifatnya hanya pencitraan semata.

Salah satu kondisi jalan yang membutuhkan perbaikan dapat dilihat di Desa Harapan Baru, Kecamatan  Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Jalan penghubung kedesa-desa lainnya itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Kondisi badan jalan yang bertanah,selalu di genangi air dan lumpur di masa musim penghujan,membuat warga yang melintas harus ekstra hati-hati

Jalan ini merupakan akses utama Desa Harapan Baru menuju desa-desa lainnya di Kec Sei Lepan, dan menjadi jalur alternatif yang menghubungkan desa yang berada di Sei Lepan dengan desa-desa yang ada di Kec Besitang.

Masyarakat yang menggunakan sepeda motor,sering mengalami kecelakaan akibat buruknya kondisi jalan,dan pakaian seragam anak sekolah selalu kotor saat melintasi jalan ini di saat musim penghujan
Yono (32) warga sekitar yang ditemui saat melintas,mengatakan kalau kondisi jalan ini sudah tahunan tidak pernah tersentuh perbaikan,apalagi pembangunan dari pemerintah

"Sudah bertahun Bang kondisi jalan desa ini rusak parah,tampaknya pemerintah tutup mata dengan keadaan ini,kami juga menginginkan jalan yang layak dan baik,tapi itu tampaknya hanya mimpi.

Padahal jalan ini merupakan jalan utama Desa,dan menghubungkan desa lainnya yang berada di belakang desa kami"ucap Yono sambil membersihkan sepatunya dari lumpur. Sementara itu SG (45) warga lainnya yang di jumpai Metro Langkat, pada saat melintasi jalanan yang becek dan berlumpur ini mengungkapkan ,rasa kekecewaan dengan sikap Pemkab Langkat khususnya Dinas PU (Pengerjaan Umum)

Yang selama ini tidak ada perhatian guna memperbaiki kondisi jalan ini "kita sangat berharap bantuan dari pemerintah guna memperbaiki ini,sehingga kondisi jalan desa kita ini menjadi baik. Namun kita sebagai warga juga kecewa dengan sikap Pemda dan Dinas PU,dimana setiap pembangunan jalan,baik hotmix maupun lapen kondisinya tidak bertahan lama,seperti kejadian kemarin,di mana Desa Harapan Baru ini mendapat proyek Hotmix

Baru sekitar satu minggu,kondisi jalan yang baru selesai di bangun ini sudah rusak,kalau mau bukti abang cek saja kondisi jalan di depan Kantor Desa Harapan Baru,dan sampai sekarang tidak diperbaiki" ucap SG
Kondisi buruknya jalan desa ini,diperparah dengan adanya galian C yang di duga tidak memiliki izin,guna proyek pembangunan irigasi Sei Lepan yang hingga saat ini belum juga terselesaikan (**)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments