Diberitakan Anak Main Walikota, Ipung Laporkan Medsos




Diberitakan Anak Main Walikota, Ipung Laporkan Medsos

BINJAI : News Metrolangkatbinjai. com

Terkait, adanya pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), terhadap MP Daulay Kadis Tata Ruang dan Perumahan Permukiman (Tarukim) Pemko Binjai, di Mako Brimob Sumatera Utara bebrapa waktu lalu, menimbulkan opini bersifat fitnah dan telah melanggar kode etik Jurnalis UU No 40 tahun 1999 tentang pokok Pers.

Pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu Media Online dalam pemberitaan berjudul “Ipung "Anak Main" Walikota Binjai Diperiksa KPK Diduga Terkait fee 7 Persen BDB”, berunsur kesengajaan yang ditunggangi oleh pihak pihak yang sengaja menunggangi persoalan bertujuan merusak repotasi dan nama baik Pejabat Binjai dengan cara mempublikasi ke public serta dan media social.

Menyikapi pemberitaan yang dilakukan salah satu Media Online, tanpa ada melakukan konfirmasi terhadap yang bersangkutan, MP Daulay atau yang akrab dengan sebutan Ipunk angkat bicara. Dalam, konfirmasi yang dilakukan wartawan, Kamis (30/6) di kota binjai.

Ipun mengatakan bahwa pemriksaan yang dihadirinya, merupakan kewajiban yang dilakukannya sebagai warga Negara Republik Indonesia yang baik dan taat terhadap Hukum.

Selain itu, pemeriksaan di Mako Brimob Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Selasa (28/6/2016), adalah yang kedua kalinya. Dan, tidak ada kaitannya dengan Bantuan daerah bawahan (BDB) Pemprov Sumut ke kabupaten kota, tahun 2013.

Serta seperti dalam pemberitaan yang dimunculkan bahwa Kadis Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman Kota Binjai Ipung diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap fee BDB, LKPj Pemprov Sumut dan suap interpelasi bekas Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

“Saya melihat bahwa pemberitaan terhadap diri saya merupakan pemberitaan yang dipelintir, dan politisir oleh pihak pihak yang sengaja merusak nama baik saya. Sebab, saya menilai apa yang ada dalam berita bukanlah bagian dari materi pemeriksaan terhadap diri saya yang jelas statusnya sebagai saksi” ungkap Ipunk.

Selain itu, Ipunk juga menjelaskan pemeriksaan pertama telah dijalaninya pada Januari 2016, dan pemeriksan kedua pertanyaan KPK tetap sama dengan pertanyaan pemeriksaan pertama. “ materi pemeriksaan, mempertanyakan kepada saya apakah mengenal anggota dewan yang saat ini bertatus saksi.

Dan apakah pernah melakukan hubungan terhadap mereka, dan jelas saya menjawabnya seperti pemeriksaan pertama, bahwa saya tidak pernah berhubungan terhadap yang dimaksud tersebut, dan saya jawab tidak mengenal dan tidak pernah berhubungan apa pun” beber Ipunk.

Dijelaskan Ipunk dalam pemeriksaan yang dilakukan KPK, saksi berjumlah 200 orang yang mencakup seluruh elemen pejabat pemprovsu termasuk dirinya. Dan KPK juga berkewenangan memeriksa unsur yang berkaitan dalam perkara yang sedang dalam proses hukum tersebut.

“ Materi pemeriksaan ditujukan kepada pribadi saya, dan tidak ada kaitannya dengan apa yang diberitakan oleh media online tersebut.

Saya juga tegaskan bahwa isi pemberitaan yang tidak sesuai materi itu sudah saya tindaklanjuti sesuai hokum yang berlaku, karena merupakan opini yang menghasut sehingga membebani terhadap keseluruhan.

Sebab, saya menilai ada diskiriminasi dan semacam ada persoalan yang dikait kaitkan. Seharusnya pemberitaan itu ada konfirmasi terlebih dahulu kepada saya, kalau begini saya jelas dirugikan” jelas Ipunk.

Ditegaskan Ipunk, dalam hal ini jangan ada pihak yang mengambil momentum dan jangan menimbulkan opini. “ Jangan ambil momentum, saya sudah awasi media sosical yang sengaja membahas persoalan yang tidak ada kaitannya dengan saya.

Saya sudah melaporkan dan melengkapi bukti terkait hal yang berkembang saya anak main walikota binjai,  karena ini pencemaran nama baik dan hati hati memberi komentar di medsos yang menimbulkan opini” tegas Ipunk sembari menjelaskan bahwa laporan yang telah dilakukannya memakai dasar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pelanggaran UU Pers. (in


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments