yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Dorrrr..!Kompol Fahrizal Tembak Mati Adik Ipar Dirumah Ibunya
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kompol Fahrizal dan adik iparnya yang tewas ditembak.(ist/trb) Medan- Metrolangkatbinjai.com Letusan senjata api yang terdeng...
Kompol Fahrizal dan adik iparnya yang tewas ditembak.(ist/trb)



Medan- Metrolangkatbinjai.com

Letusan senjata api yang terdengar warga ternyata membawa korban jiwa. Entah apa yang ada dalam benak perwira menengah Kompol Fahrizal hingga tega menembak mati adik iparnya sendiri Jumingan diruamh ibu kandungnya.

Kompol Fahrizal yang merupakan mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang disebut-sebut melakukan penembak terhadap Jumingan, warga Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Medan Tembung, Rabu (4/4/2018) malam.

Penembakan yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut membuat Jumingan hingga tewas di lokasi kejadian. Dia bersimbah darah, tidak bisa menahan timah panas yang diletuskan dari senjata api Kompol Fahrizal.

Sementara itu Fahrizal sendiri dikabarkan langsung menyerahkan diri di Polda Sumut malam itu juga "Dia sudah di Polda Sumut, menyerahkan diri, sebagian keluarga juga di Polda,” ujar sumber di kepolisian seperti dikutip Metro Binjai dari Tribun-Medan.com, Kamis (5/4/2018) .

Namun kronologi sebenarnya peristiwa ini masih sumir. Informasi yang dihimpun, dari akun facebook Kompol Fahrizal menuliskan status pulang ke Medan bersama istrinya. Kemudian, ia sempat memposting foto berada di bandara. Selama beberapa bulan ini, ia bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjabat Waka Polres Lombok Tengah, NTB.

Kompol Fahrizal diangkat menjadi Waka Polres Lombok Tengah pada Desember 2017. Ia mengganti Kompol H Lalu Salehuddin yang dimutasi sebagai Parik II Itwasda Polda NTB.


Keterangan yang dikumpulkan, penembakan terhadap Jumingan berawal dari kedatangan Kompol Fahrizal kerumah sang ibu.  Awalnya, Heny Wulandari, adik kandung Kompol Fahrizal mempersilakan duduk. Mereka sempat bercengkrama bersama ibunya di ruang tamu. Sedangkan, Heny membuat air di dapur.
 
kapoldasu saat memberikan keterangan

"Saksi (Heny) sempat melihat Fahrizal memijat ibunya, tapi secara tiba-tiba menodongkan senjata ke arah ibunya. Tapi, korban (Jumingan) langsung melarang dengan berkata “jangan Bang” namun Fahrizal menodongkan senjata api ke korban. 

Ada dua kali suara letusan,” katanya. Melihat suaminya bersimbah darah, Heny langsung lari ke dalam kamar dan mengunci kamar lantaran ketakutan.

Bahkan, Fahrizal sempat menggedor pintu kamar. Tapi, ibunya mendatangi sembari menyatakan tidak boleh keluar dari kamar. Pihak kepolisian sudah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Heny Wulandari, dan Agung dan Elly.

Ketiganya merupakan warga Jalan Tirtosari alias masih berhubungan kerabat dengan Kompol Fahrizal. Kini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Warga Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung terkejut dengan penembakan ini. Warga mengira suara tembakan adalah suara petasan.

Tidak lama kemudian diketahui suara letusan itu berasal dari rumah seorang warga disebut-sebut bernama Sutini. Apalagi, suara jeritan warga bergema di dari dalam rumah, parmanen.
"Aku pikir mercon, jadi enggak peduli tadi. Cemana-lah tadi habis salat tak enak badan golek-golek di rumah," kata Juraidah (75) warga sekitar saat ditemui wartawan.

Kediaman Juraidah tepat di sebelah tempat kejadian perkara (TKP). Tapi, ia tidak mengetahui peristiwa penembakan itu. Bahkan, dia keluar rumah saat mendengar ada keramaian di lokasi.
Tidak hanya itu, dia juga mengaku lupa berapa kali suara letusan. Namun, suara itu terdengar begitu keras. Selain itu, ia tak ingin membeberkan identitas korban penembakan.

"Saya tidak begitu tahu nama korbannya. Soalnya jarang ketemu. Tapi mereka sekeluarga orang baik kok. Kalau istrinya kerjanya guru," ujarnya. Tidak lama kemudian, petugas kepolisian membawa seorang perempuan dari sebuah warung.

Besar dugaan perempuan itu bernama Sutini alias Heni, istri dari pria berinisial Zumingan alias Zun, korban penembakan. Heni memasuki rumah dibopong oleh dua oknum polisi berpakaian preman. Sedangkan, balita yang digendongnya menjerit histeris.Setiba di depan rumah Heni nyaris pingsan.
"Ini rumah orangtuanya Pak F, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan. Sekarang tugas di Lombok. Adiknya yang paling kecil tinggal di sini bersama orangtuanya mereka," kata seorang warga berkacamata saat ditemui di depan rumah.

Kini jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. Terlihat beberapa petugas langsung mengavakuasi jasad dengan menggunakan kain dan tandu. Sementara itu, personil kepolisian telah memasang garis polisi di depan rumah.

Jumingan alias Jun, korban penembakan yang diduga dilakukan abang iparnya yakni Kompol Fahrizal dikenal sebagai warga yang rukun dalam berumah tangga.

Bekerja sebagai sales bangunan, Jumingan meninggalkan seorang anak yang masih kecil dan istrinya bernama Sutias alias Heni, adik kandung Kompol Fahrizal

Dia (Jun) itu sales bangunan. Kerja dari pagi sampai sore dan kebanyakan di rumah kalau sudah pulang kerja. Sesekali, dia keluar rumah bawa anaknya jalan-jalan," kata warga.

Ketika terdengar suara letusan senjata api, warga yang bermukim di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, ketakutan. Warga tidak berani mendekat dan hanya melihat rumah yang berkeramik cokelat itu dari balik kaca jendela

Poldasu Dalami Kasus Penembakan

Aksi koboi yang dilakukan Kompol Fahrizal dengan menembak mati adik iparnya masih terus diselidiki Polisi. Apa yang menjadi pemicu hingga perwira menengah itu nekad melakukan tindakan diluar kewajaran tersebut.

Diduga karena persoalan keluarga, tiba-tiba pelaku terlibat cekcok dengan ibunya dan menodongkan senjata api. Melihat hal tersebut korban yang merupakan adik ipar korban mencoba melerai. Naas, pelaku justru mengarahkan senjatanya ke arah korban dan menembaknya hingga tewas.

Disebutkan saat ini korban sudah menyerahkan diri ke Polrestabes Medan. Pihak kepolisian juga disebut masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol F mengaku tidak menyesal usai menembak mati iparnya berinisial J di Jalan Tirtosari Gg. Keluarga No. 14 Kel. Bantan Kec. Medan Tembung pada Rabu (4/4) malam.

Hal ini disampaikan Kompol F saat dimintai keterangan oleh penyidik terkait kasus penembakan tersebut. "Di Polrestabes Medan, F diwawancarai pihak Polrestabes Medan, di situ terungkap pelaku Kompol F tidak menyesal melakukan penembakan terhadap adik iparnya itu, ketika datang pihak keluarganya barulah pelaku terharu," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut, Kamis (5/4).

Kapolda menjelaskan pihaknya masih terus mendalami keterangan dari pelaku utuk mengetahui motif dibalik penembakan tersebut. Selain mendalami keterangannya, pelaku juga menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Motifnya masih didalami, tersangka memang sudah dicek kesehatannya, normal, tidak sedang terpengaruh apapun. Sedangkan mengenai psikologisnya, itu masih dilakukan pendalaman," ujarnya..(yg)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top