yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Keluarkan NA Istri Orang, Mantan Lurah Jati Negara Terancam Dipolisikan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
HA mantan lurah yang keluarkan NA itu BINJAI UTARA – Metro Binjai HA, mantan Lurah Kelurahan Jati Negara, Kec.Binjai Utara,...

HA mantan lurah yang keluarkan NA itu



BINJAI UTARA – Metro Binjai

HA, mantan Lurah Kelurahan Jati Negara, Kec.Binjai Utara, diketahui menerbitkan Surat Keterangan Nikah (NA) palsu. Penerbitan Surat NA palsu yang ditandatangani Lurah Kelurahan Jati Negara bernisial HA tersebut  diketahui saat terjadinya pernikahan sepasang pengantin yang dinilai tidak wajar di Kecamatan Binjai Timur.

Pasalnya, calon mempelai wanita berinisial An (26), warga Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur,yang akan melangsungkan akad nikah sekaligus melaksanakan resepsi pernikahan dengan seorang pria lajang berinisial Wd (26), warga Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, pada Sabtu (17/2) bulan lalu, diketahui masih berstatus memiliki suami syah dan belum bercerai.

Anehnya, kendati calon mempelai wanita An masih berstatus istri pria lain, namun Calon mempelai wanita bisa memiliki Surat Keterangan NA yang ditandatangani HA selaku Lurah Kelurahan Jati Negara saat itu, sebagai salah satu syarat untuk melangsungkan akad nikah.

Selain itu, keanehan lainnya terlihat bahwa calon mempelai wanita berinisial An, merupakan warga Kecamatan Binjai Timur. Namun, mengapa calon mempelai wanita tersebut bisa mendapatkan Surat Pengantar NA dari Kelurahan Jati Negara, Kec.Binjai Utara.

Dari keterangan warga sekitar lokasi akad nikah sekaligus tempat dilangsungkannya resepsi pernikahan menyebutkan bahwa Lurah Keluarahan Mencirim serta Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Mencirim dimana mempelai wanita berdomisili, tidak berani mengeluarkan Surat Pengantar yang dimohonkan keluarga mempelai wanita untuk memperoleh NA.

Sebab. Baik Lurah Kelurahan Mencirim dan Kepling setempat, mengetahui persis jika mempelai wanita berinisial An tersebut masih berstatus istri syah orang lain. Namun, lewat lobi-lobi yang dilakukan pihak keluarga calon mempelai wanita dengan oknum pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kec.Binjai Timur, mempelai An bisa mengurus dan mendapatkan Surat Keterangan NA dari Lurah Kelurahan Jati Negara, dengan status belum kawin.

Sementara akad nikah yang dilakukan oleh petugas KUA Kec,Binjai Timur berinisial Dar, juga disinyalir tidak memeriksa kelengkapan dokumen milik kedua mempelai.

Diduga, selain selama ini ada oknum-oknum di Departemen Kementrian Agama  Kota Binjai banyak merangkap menjadi calo pengurusan dokumen Surat NA palsu alias bodong calon mempelai pengantin yang tidak sesuai domisilinya, atau salah satu calon mempelai tersebut masih berstatus suami/istri orang lain.

“Waduh gawat lah ini. Berarti saya juga kena tipu sama Ibu dari KUA Binjai Timur itu. Waktu Ibu itu datang, dibilang kalau calon mempelai wanita masih berstatus gadis. Ya, saya percaya aja karena yang mengurus pegawai KUA. Matilah aku,” kilah mantan Lurah Kelurahan Jati Negara, HA, saat dikonfirmasi Metro Langkat-Binjai bersama Ibu dari suami syah calon mempelai wanita, An, belum lama ini.

Namun, HA tidak bisa menjelaskan mengapa pada saat permohonan untuk diterbitkan Surat Pengantar NA yang dimohonkan oknum KUA Binjai Timur tersebut dirinya tidak bertanya ada atau tidaknya surat pengantar dari Kepala Lingkungan atau Kelurahan tempat domisili calon mempelai wanita itu.

“Iya, memang aku salah. Karena aku percaya aja sama Ibu dari KUA Binjai Timur itu. Aku gak nyangka karena selama ini Ibu itu sering mengurus NA calon mempelai yang mau nikah sama saya,’’ kelit HA tanpa bersedia menyebutkan siapa nama Ibu oknum KUA Binjai Timur yang dimaksudkan.

Sebelumnya, Dar, oknum pegawai KUA Binjai Timur yang melangsungkan akad nikah pasangan Wd dan An, saat dikonfirmasi Metro Langkat-Binjai tentang status mempelai wanita yang dinikahkan menurut agama Islam tersebut merupakan masih berstatus istri syah orang lain, tampak terkejut.

‘’Masak iya sih. Wah, berarti akad nikah tadi tidak sah, lah,’’ ujar Dar terburu-buru sembari menyatakan bahwa semua dokumen sebagai syarat pernikahan kedua mempelai masih tersimpan di dalam tas sandangnya.

Terpisah, pihak keluarga suami syah dari mempelai wanita berinisial An, berencana akan melaporkan HA, oknum mantan Lurah Kelurahan Jati Negara yang dengan sengaja menerbitkan NA palsu alias bodong , serta pihak-pihak terkait yang mensukseskan pernikahan berhalangan tersebut ke pihak berwajib.(RUD)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top