yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: 1007, H Lahan Eks HGU PTPN II Dibersihkan : Belasan Jonder, Ratakan Tanaman Palawija Warga
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Jonder Perkebunan PTPN-II yang ratakan tanaman palawija warga BINJAI – Metrolangkat.com Ratusan massa memadati lahan eks HGU ...

Jonder Perkebunan PTPN-II yang ratakan tanaman palawija warga



BINJAI – Metrolangkat.com

Ratusan massa memadati lahan eks HGU PTPN II untuk menolak proses okupasi atau pembersihan lahan yang berada di Dusun XIII, Desa Sei Semayang, Kec. Sunggal, Rabu (7/3) sekira pukul 10.00 Wib. Mereka mencoba menghadang masuknya alat berat yang akan melakukan okupasi atau pembersihan lahan milik PTPN II.

Aksi protes warga ditandai dengan cara membakar ban bekas di pinggir jalan yang dilintasi belasan alat berat. Tak hanya itu, ratusan warga penggarap tersebut juga berkumpul di pinggir jalan raya, guna menghalau laju alat berat yang akan membersihkan lahan yang selama ini mereka pergunakan untuk bercocok tanam. 

"Kami menolak dan menentang okupasi PTPN II. Tuntaskan tim rekontruksi sengketa HGU PTPN II dengan rakyat," ucap salah seorang warga yang mengaku bernama Tarigan. Pengurus LBH Forum Rakyat Bersatu (FRB)  sumut Jonny Siregar, yang juga mewakili para petani mengatakan, bahwa okupasi yang dilakukan cacat hukum. 

"Seharusnya kalau mau di okupasi harus di ukur ulang dulu, baru di terbitkan SK atau serifikat. Ini artinya cacat hukum," ucap Jonny Siregar yang juga sebagai Tim Advokat. 

Dirinya juga meminta kepada Presiden RI Joko Widodo, untuk mendengar aspirasi rakyat.  "Tolong dengarkan hati rakyat. Jangan asal serobot aja. Kasihan para petani," pintanya.       


Guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, ratusan petugas pengamanan dari TNI, Polrestabes Medan dan Detasemen A Pelopor Brimob Poldasu, Polres Binjai, disiagakan di Lapangan Sepakbola Pasar IV Mencirim, Desa Kutalimbaru, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (7/3), guna mengawal proses okupasi atau pembersihan lahan. 

Sementara itu, belasan alat berat dari PTPN II terus membersihkan lahan yang di klaim milik HGU PTPN II dengan luas 1007,6 Hektar. 

Kompi PHH yang dipimpin oleh Danki 1 Detasemen A Pelopor Brimob Poldasu Janpieter Napitupulu SH.MH mengatakan, untuk mengamankan jalannya okupasi, pihaknya telah menerjunkan 100 personil. 

"Detasemen A Pelopot Brimob Poldasu menyiapkan 100 Personil, sementara itu tim anarkis atau tim tindak ada 40 personil yang di turunkan dari Gegana," tegasnya. Menurut Jan Pieter, untuk lahan yang akan di okupasi seluas 1007,6 hektar yang selama ini ditanami palawija oleh para petani.

"Informasi yang kami terima, lahan ini sudah digarap oleh petani sekitar 6 tahun," ucapnya.  Okupasi ini rencanya akan dilakukan selama 5 hari terhitung mulai hari ini.  Selain belasan alat berat, mobil Baracuda dan puluhan kendaraan lainnya juga disiagakan guna mengamankan situasi.

Massa Pasrah Jonder Raksasa Lumat Tanaman

Konsentrasi massa yang menolak dilakukannga proses okupasi seketika bubar setelah melihat belasan jonder melintas di areal eks HGU PTPN II di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kab. Deli Serdang, Rabu (7/3) sekira pukul 10.00 Wib pagi. 


Sebelumnya, ratusan petani penggarap berkumpul untuk menentang okupasi (pembersihan lahan) dari tanaman milik mereka yang akan dilakukan PTPN 2 Sei Semayang. 

Selain berkumpul, masyarakat juga memasang poster sebagai bentuk protes. Pada poster tersebut dituliskan penolakan okupasi dan harapan untuk menuntaskan sengketa lahan yang masih terjadi. 

"Kami menolak dan menentang okupasi PTPN 2, serta tuntaskan tim rekontruksi sengketa HGU PTPN 2 dengan rakyat," tulis warga pada poster yang didukung oleh berbagai organisasi. 

Di sisi lain, pihak PTPN 2 Sei Semayang terpantau menyalakan belasan alat berat untuk melakukan okupasi. Sejumlah petugas TNI/Polri juga sudah berjaga di kantor PTPN 2 Rayon C, Jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Binjai Timur itu. 

Sekitar pukul 10.22, belasan alat berat mulai melintas di hadapan ratusan warga. Untuk setiap alat berat, masing-masing dijaga satu prajurit TNI. Sehingga tidak terlihat adanya penghadangan dari ratusan warga. 

Selain itu, belasan alat berat PTPN 2 terus melintasi dan melewati lahan petani penggarap untuk melakukan okupasi di wilayah garapan lain, tepatnya di Desa Sei Mencirim, Kecamatam Sunggal, Kab. Deli Serdang, tak jauh dari garapan petani penggarap yang sudah berkumpul di Desa Sei Semayang. 

Di lokasi okupasi, seribuan personel TNI/Polri, baik dari Polrestabes, Polres Binjai, dan Brimob Poldasu Kota Binjai, disiagakan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.  Sementara itu, Joni Siregar, selaku tim Advokad Forum Rakyat Berrsatu (FRB) Sumut, menegaskan okupasi yang dilakukan PTPN 2 tidak sesuai dengan peraturan. 

"Seharusnya sebelum okupasi dilakukan rekontruksi ulang untuk perpanjangan HGU. Tapi sejauh ini, belum ada rekontruksi ulang dari PTPN 2 yang melibatkan petani. Jadi tolong kepada presiden, perhatikan kami. Kami hanya ingin bercocok tanam untuk menuntut kesejahteraan," tegas Joni. (rki/mail)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top