yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Tewas Di Proyek PLTA Marike : Siti Datangi Disnaker Langkat Minta Kejelasan Kematian Abang Kandung
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Proyek PLTA Marike yang mengambil korban nyawa Langkat-Metrobinjai.com Siti Robiatin Nasution (42) atau akrab di sapa Titin, warga Dusun...
Proyek PLTA Marike yang mengambil korban nyawa


Langkat-Metrobinjai.com

Siti Robiatin Nasution (42) atau akrab di sapa Titin, warga Dusun VII Jalan Binjai km 10, Gang Damai Desa Paya Geli Sunggal, yang merupakan adik Kandung Rasul Arif Nasution (53) yang berprofesi sebagai buruh bangunan, warga kampung Bantan Diski, Kabupaten Deli Serdang, yang meregang nyawa setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 25 meter, saat membangun Proyek PLTA Aeksimungguh di Simpang Tanjung Kasih Marike, Kabupaten Langkat, mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Langkat, Rabu (21/2).

Kedatangan dirinya, guna mencari keadilan Prihal meninggalnya abang kandungnya karena terjatuh saat sedang bekerja di PLTA Aeksimungguh, Kabupaten Langkat. "Barusan saya mendatangi Disnaker Langkat. Saya ingin meminta bantuan Prihal kejelasan almarhum abang kandung saya yang meninggal dunia saat sedang bekerja.

Saya sangat prihatin dengan istrinya dan juga lima orang anaknya yang masih memerlukan biaya," beber Siti Robiatin Nasution saat di konfirmasi awak media.  Sementara itu, Kanit Intel Polsek Salapian, Ipda Redison, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa meninggalnya seorang pekerja saat sedang bekerja di PLTA Aek Simungguh Kabupaten Langkat.

"Kasus ini masih ditangani Polres," kata Redison. Di beritakan sebelumnya, Siti Robiatin Nasution (42) warga Dusun VII Jalan Binjai km 10, Gang Damai Desa Paya Geli Sunggal, harus berjuang seorang diri untuk memperjuangkan hak abang kandungnya yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja, yang hingga kini belum ada kejelasan dari tempatnya bekerja.

Adapun abang kandung Siti Robiatin Nasution yang bernama Rasul Arif Nasution (53) yang berprofesi sebagai buruh bangunan, warga kampung Bantan Diski, Kabupaten Deli Serdang, harus meregang nyawa setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 25 meter, saat membangun Proyek PLTA Aeksimungguh, yang beralamat di Simpang Tanjung Kasih Marike, Kabupaten Langkat.

Menurut Titin, panggilan akrab Siti Robiatin Nasution, Almarhum abang kandungnya sudah hampir 2 tahun bekerja di tempat tersebut, serta meninggalkan 5 orang anak yang semuanya masih memerlukan biaya pendidikan.

"Abang saya terjatuh dari ketinggian sekitar 25 meter dan langsung meninggal dunia pada hari Jumat (2/2) sekira pukul 15.30 WIB. Setelah terjatuh, Jasadnya langsung di bawa Puskesmas Marike," beber Titin terharu, Senin (19/1).

Titin menceritakan bahwa sebelumnya istri korban pernah diberi uang senilai 5 juta, oleh Pihak Perusahaan yang di wakili oleh Saleh.

"Kata Pak Saleh, Uang itu dari para pekerja yang di kumpulkan mereka. Artinya belum ada dari perusahaan. Sewaktu memberikan uang, memang di foto oleh Pak Saleh," beber Titin.

Lebih lanjut di katakan Titin, sebagai adik Kandung, dirinya merasa ada kejanggalan terhadap perusahaan PLTA, tempat adiknya mencari nafkah sebelumnya.

"Informasi yang kami terima, dengan tinggi 25 meter, masak abang saya tidak di lengkapi Safety belt. Bahkan CCTV sudah 2 hari tidak menyala dan K3 waktu itu tidak ada," ungkapnya.

Akibat terjatuh, lanjut Titin, Korban mengalami luka Patah paha kanan, jempol kaki patah, kaki kiri patah, serta kepala bagian belakang pecah, sehingga nyawa korban tidak terselamatkan.

Untuk itu, Titin meminta kepada perusahaan tempat Almarhum abang kandungnya bekerja, agar bertanggung Jawab dan memberikan tali asih ataupun santunan kepada pihak keluarga yang di tinggalkan.

"Sebelumnya, saya sudah Telpon Pak Ewin sebagai pengawas lapangan di perusahaan itu, saya juga telpon Pak Saleh yang katanya Personalia, tapi Telpon saya gak pernah di angkat, dan sms saya gak di balas," katanya.

Sementara itu, awak media mencoba menghubungi Ewin, yang mengaku sebagai Pelaksana di PLTA Aeksimunggun. Namun saat di hubungi, Ewin mengaku sedang Cuti, dan menyarankan agar menghubungi Personalia, yang di jabat oleh Saleh.

"Saya kebetulan lagi cuti, coba tanya langsung sama Pak Saleh ya," ucapnya singkat.

Selanjutnya, Awak media kembali menghubungi  Saleh yang mengaku menjabat sebagai Personalia di PLTA Aeksimunggun. Dirinya mengatakan bahwa Korban bukanlah karyawan di perusahaan tersebut, namun merupakan pekerja dari pihak ketiga atau Sub Kontraktor.

"Korban adalah seorang pekerja bangunan di tempat kita namun bukan karyawan kita. Almarhum karyawan pihak ketiga yang Subkontraktornya jatuh di tangan Ucok. Seharusnya Ucok yang bertanggungjawab. Begitupun kita tetap membuka pintu untuk Ucok agar membicarakan Prihal karyawannya yang meninggal dunia sewaktu sedang bekerja," tutup Saleh.(Yong)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top