yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pembagian Rastra Tak Merata Warga " Serbu" kantor Desa Teluk Meku
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Puluhan warga yang tak mendapatkan Rastra secara merata menyerbu kantor desa. Babalan-Metrolangkat.com Puluhan warga Desa Teluk Meku Kec...
Puluhan warga yang tak mendapatkan Rastra secara merata menyerbu kantor desa.



Babalan-Metrolangkat.com

Puluhan warga Desa Teluk Meku Kec Babalan Kab Langkat, yang didominasi oleh kaum wanita mendatangi kantor Desa sambil membawa beberapa poster dan tulisan, memprotes kebijakan penyaluran Rastra (Beras Sejahtera) yang dianggap warga tidak tepat sasaran. Selasa (13/2). "Jika pembagian beras tidak merata, kami warga tidak akan ikut memilih dalam pilkada tahun ini," ucap sejumlah warga.

Menurut warga, pembagian Rastra tahun ini dianggap tidak tepat sasaran, dimana masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi terdaftar sebagai peserta PKH (Program Keluarga Harapan) dan menerima Rastra. Sementara banyak warga miskin yang dianggap tidak mampu, namun tidak terdaftar dalam program PKH, dan tidak menerima beras bantuan dari pemerintah (Rastra). 

Amai (52) salah seorang warga Desa Teluk Meku mengatakan, jika selama ini dirinya menerima bantuan beras raskin (Rastra), namun saat ini dirinya tidak terdaftar lagi sebagai penerima Rastra, begitu pula dengan puluhan warga miskin lainnya.

"Kedatangan kami disini, ingin minta penjelasan dari Pak Kades tentang pendataan penerimaan Rastra ini, kenapa kami warga miskin yang tidak mampu tidak lagi menerima Rastra, sementara banyak warga yang terbilang mampu dan memiliki harta benda, rumah yang bagus, sawah, kebun sawit, dan lainnya terdata sebagai penerima PKH dan beras raskin", ucap Amai diamini warga lainnya sambil teriak-teriak.

Sementara itu Andar Susanto selaku Pendamping PKH Desa Teluk Meku yang hadir saat itu mengatakan, jika pendataan warga penerima PKH dan bantuan Rastra berdasarkan data base pusat sumber data PPLS Verifikasi dan Validasi Kementerian Sosial 2011. Dan kita sebagai penerima data bukan yang membuat data, jadi data penerima bantuan sudah ada dari pusat, dan kita juga tidak mengetahui bagaimana pendataan itu dibuat, “ ucapnya di depan masyarakat

Diketahui sebelumnya tahun 2016 jumlah Kepala Keluarga (KK) Desa Teluk Meku Kec Babalan Kab Langkat, sebanyak sekitar 2.500 KK, dan yang terdata sebagai penerima Rastra sebanyak 1.199 KK, dengan jumlah beras sebanyak 17,98 ton. Di tahun 2017 warga yang menerima Rastra berkurang menjadi 1.049 KK dengan jumlah beras yang diterima sebanyak 15,73 ton dan berkurang lagi menjadi 10,49 ton

Dimana sejak tahun 2016 lalu, penerima Rastra Desa Teluk Meku sebanyak 1.199 KK dengan jumlah beras yang diterima sebanyak 15 kg/KK, namun atas kebijakan bersama, beras ini dibagi rata kepada seluruh warga sebanyak 5,5 kg kepada lebih kurang 2.500 KK.

Namun sejak beredarnya surat Mendagri Nomor 5.11/9087/SJ tentang perubahan mekanisme subsidi Rastra tahun 2017, dan surat Kemensos RI Nomor 59/PFM/PFMPD/KS /01/2018 tentang penyaluran Bansos Rastra, pembagian beras Rastra kepada masyarakat sudah dipacking 10 kg, dan disalurkan sesuai BNBA KPM penerima manfaat Bansos Rastra tanpa uang tebus. Akibatnya  beras raskin (Rastra) tidak bisa dibagi rata lagi kepada masyarakat yang dianggap layak menerima namun tidak terdata sebagai penerima

Nursaid selaku Kepala Desa Teluk Meku, kepada masyarakat menjelaskan, bahwa data masyarakat semuanya sudah di kirim, namun data yang diterima dari Kemensos tidak sesuai dengan keadaan masyarakat, sehingga jumlah data penerima Rasta sangat jauh berbeda

"Kita dari pemerintah desa, sudah mengajukan data ke Dinas sosial, berdasarkan data dari setiap dusun yang ada, namun faktanya data penerima rastra dan PKH tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk itu kepada seluruh warga di harap bersabar, dan hal ini nantinya akan kita sampaikan kepada Pemerintah Kab Langkat

Berdasarkan surat edaran Mendagri dan surat Kementerian Sosial RI yang baru, setiap warga mendapatkan 10 kg beras yang sudah di packing, dan datanya sudah kita sebar kepada masyarakat melalui Kepala Dusun, sehingga kita sebagai pemerintah desa tidak bisa membuat kebijakan untuk di bagi rata kepada semua warga, karena data penerima Rastra sudah ditetapkan oleh Pemerintah pusat", ucap Nursaid sambil berusaha menenangkan warga yang sudah emosi


"Jika warga miskin tidak dapat, kenapa warga yang mampu yang dapat, Pemerintah harus turun kelapangan dan melihat kondisi warga sebenarnya, jangan yang miskin menjadi lebih miskin dan ditumbalkan, dan yang kaya menjadi lebih kaya, jika jatah raskin tidak dapat dan tidak dibagi secara merata, kami warga disini tidak akan ikut dalam Pilkada tahun ini, karena nasib kami tidak diperhatikan", ucap Salmah diamini warga lainnya. (Bud)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top