yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Dinilai Mencemari Lingkungan, Ratusan Warga Demo PKS PT JBN
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Ratusan warga yang mengelar demo ke PKS PT JBN Warga:"Kita minta pihak pabrik  menghentikan operasional pabrik 10 x 24 jam terhi...
Ratusan warga yang mengelar demo ke PKS PT JBN



Warga:"Kita minta pihak pabrik  menghentikan operasional pabrik 10 x 24 jam terhitung sejak aksi unjuk rasa ini dilakukan, jika tidak maka warga akan melakukan aksi unjukrasa yang lebih besar lagi"




Gebang-Metro Langkat.com

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Jaya Palma Nusantara (JPN), yang berada di pinggir Jalinsum Medan-Banda Aceh tepatnya di Link IV Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, didatangi ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL). Jumat (9/2).


Kedatangan warga ini sebagai bentuk unjuk rasa dan protes guna menyampaikan aspirasi dan keluhan warga, terkait dampak pencemaran dari aktifitas pengolahan kelapa sawit, dimana limbah cair pabrik di buang ke areal pemukiman warga, yang diduga mengandung bahan beracun sehingga merusak tanaman padi, tambak udang, bahkan penghasilan nelayan jauh berkurang disebabkan limbah cair dari PKS PT JPN di buang langsung kelaut melalui parit-parit kecil.


Selain melakukan orasi, para pengunjuk rasa yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, juga membawa beberapa poster dengan tulisan yang menggambarkan kekecewaan warga terhadap PKS PT JPN, diantaranya bertuliskan, "JPN jongos pembunuh nelayan. Kami makan beras, bukan limbah. JPN Kaya rakyat miskin", dan beberapa tulisan  lainnya.


Dalam orasinya, Agus Syahrial selaku kordinator aksi juga mengkritik polusi udara yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit PKS PT JPN, dimana asap yang ditimbulkan berdampak pada buruknya kesehatan warga yang sering terkena ispa (inspeksi saluran pernapasan).


Bahkan limbah cair pabrik langsung dialirkan keparit yang airnya mengalir langsung kesungai dan laut, dimana limbah ini diduga tidak dikelola secara baik sesuai Standart Operasional Prosedure (SOP) dan mengandung racun, sehingga mencemari lingkungan sekitar, dan penyebab matinya habitat dan ekosistem air di sungai dan laut, yang jelas dengan adanya pembuangan limbah cair ini kelaut, hasil tangkapan nelayan sangat jauh berkurang


"Sudah beberapa tahun belakangan ini, warga kita di Kecamatan Gebang sudah merasakan dampak buruk dari beroperasinya PKS PT JPN, dimana limbah cair dibuang keparit dan anak sungai, sehingga air yang ada menjadi tercemar, budi daya tambak udang mengalami kegagalan karena air sudah tercemar, petani padi mengalami kerugian karena limbah cair PKS PT JPN masuk keareal sawah warga, dan setiap hari warga harus mencium bau dan aroma busuk yang dikeluarkan oleh PKS  PT JPN serta asap hitam pekat sebagai sumber masalah kesehatan warga yang sering terkena ispa", ucap Agus Syahrial didampingi Dul Karnes selaku sekretaris  AMPEL diamini dengan teriakan warga lainnya.


Oleh karena itu, masyarakat Kec Gebang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL),  meminta pihak Direksi PKS PT JPN untuk menghentikan operasional pabrik 10 x 24 jam terhitung sejak aksi unjuk rasa ini dilakukan, jika tidak maka warga akan melakukan aksi unjukrasa yang lebih besar lagi serta upaya tuntutan hukum, untuk menutup segala aktifitas PKS PT JPN


Dari pantauan Metro Langkat terkait aksi unjuk rasa ini, sejumlah petugas kepolisian Polres Langkat dari Polsek Gebang dan Polsek Pangkalan Brandan, serta beberapa orang anggota TNI turun ke lokasi PKS PT JPN Gebang guna mengamankan aksi ini


Walaupun Manager PT JPN M Sugiharto yang lebih dikenal dengan panggilan Bofeng  tidak dapat ditemui warga, namun unjuk rasa kali ini berjalan dengan tertib dimana tuntutan warga telah di bacakan didepan orang banyak di depan pintu gerbang PKS PT JPN, sehingga menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas sehingga jalur Jalinsum di sekitar loksai sempat tersendat/ macet, dan secara tertulis tuntutan warga ini diserahkan kepada pihak PT JPN melalui M Leman Ginting selaku Askep perusahaan.


Sementara itu, pihak PKS PT JPN melalui Asisten Kepala (Askep) M Leman Ginting didampingi Bambang selaku KTU saat di konfirmasi Metro Langkat usai aksi unjuk rasa ini mengaku, tidak bisa mengambil keputusan untuk menjawab tuntutan warga, karena beliau hanya sebagai pekerja." Tuntutan masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah pabrik dan lainnya nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan perusahaan, karena saat ini Manger perusahaan sedang tidak berada di tempat karena sedang menemani istrinya yang sedang sakit", ucap mereka berdua. (Bud)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top