yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Selamat HUT Kab Langkat Ke-268 Lah Ya.....!!
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Yong Ganas. Catatan Tepi : Yong Ganas Hari ini, 17 Januari 2018, masyarakat Langkat merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 268. Sempena deng...
Yong Ganas.
Catatan Tepi : Yong Ganas

Hari ini, 17 Januari 2018, masyarakat Langkat merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 268. Sempena dengan hal tersebut, segenap pimpinan dan karyawan Harian Metro Langkat mengucapkan selamat hari jadi  di usia yang tak lagi belia itu. Semoga masyarakat di tanah bertuah ini akan semakin berjaya di masa yang akan datang.

Ungkapan rasa sukacita ini patut dipersembahkan lantaran sangatlah tak mudah untuk mengayuh laju bahtera tanah Melayu ini diantara ramah dan gemuruhnya ombak. Tantangan yang kerap dihadapi, tidak cuma keterbatasan anggaran, tapi sering pula berhadapan dengan persoalan masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, dan ber bagai aspek sosial lainnya.

Dalam kondisi inilah kemudian para abdi masyarakat di Pemerintahan Kabupaten Langkat harus berpacu dengan arif, agar berbagai kendala ini bisa teratasi tanpa harus terjebak dengan berbagai konflik  yang harus dihindarkan oleh pihak manapun.

Ditengah beratnya berbagai beban tersebut, berbagai aspek pembangunan memang terus bergerak maju. Sarana kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, jembatan, terus bertambah setiap tahun anggaran. Semua itu didarmabaktikan oleh para pelayan masyarakat di Pemerintahan Kabupaten Langkat untuk memenuhi dahaga masyarakat akan pembangunan hingga nun jauh dipelosok desa. 

Harian Metro Langkat, sebagai salah satu surat kabar lokal secara bersinambungan menulis riak dan ragam detak pembangunan ini. Sambutan masyarakat sangat berbeda, sesuai dengan kepentingan masing-masing. Bagi masyarakat desa yang telah terpenuhi kebutuhannya akan pembangunan jembatan merasa senang dibuatnya.

Namun riak warga yang belum kesampaian cita-citanya, senantiasa berharap dengan berbagai celoteh. Ada yang bergemuruh, tapi ada juga yang datar-datar saja.  Begitulah alun gelombang yang kerap sampai ke meja redaksi harian ini, baik melalui liputan wartawan langsung, atau pun yang datang melaporkan keluh kesahnya ke kantor surat kabar ini.

Tingginya hasrat warga agar kebutuhannya segera terpenuhi wajar saja. Yang jadi soal, dengan keterbatasan anggaran sekarang ini, strategi apa yang harus dijalankan ke depan. Untuk mempercepat pembangunan di Langkat ini, rasanya masih banyak hal yang harus dilakukan. Potensi wisata alam, bahari, sungguh mempesona. Kekayaan alam di laut, di perut bumi juga oke. Sayangnya hingga kini masih menhasilkan sedikit uang.

Makanya, banyak yang berharap saat ini yang memasuki tahun politik, yakni akan berlangsung pemilihan kepala daerah (pIlkada) Langkat bulan Juni ini, akan menjadi peluang bagi Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akanb bertarung, supaya jauh lebih kreatif untuk menggali berbagai potensi tersebut dan menjadikan mesin uang untuk modal percapatan pembangunan Langkat. 

Kepiawaian calon bupati yang akan maju juga akan diuji, sejauh mana Ia berhasil “merayu” pemerintah pusat kelak untuk memboyong sebagian dana APBN ke daerah ini. Masih sangat banyak dibutuhkan dana untuk pembukaan areal pertanian yang luas yang bisa dibuka di bumi Melayu ini. Pembangunan pelabuhan Pangkalan Susu, dan lainnya.

Buktikan kepada pusat secara konkrit dan bisa dipertanggungjawabkan secara konkrit dan ilmiah, bahwa kelak Bumi Langkat ini akan menjadi sentra beras yang besar di Sumut, bahkan kalau bisa Sumatera. Begitu juga dengan pesona wisata ini, harus dikembangkan, jangan kalah cepat dengan daerah lainnya, seperti Lombok, Raja Ampat, dan lainnya.

Dengan kreatifitas para calon Bupati yang terpilh nanti, kalau bisa raup sebesar-besarnya dana APBN untuk membangun daerah ini. Dengan demikian APBD murni yang diperoleh, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan langsung masyarakat miskin. Apakah itu menambah permodalan usaha kecil, bedah rumah, alat tangkap nelayan.

Alun-alun Tengku Amir Hamzah

Saya pernah ditanya teman, “apakah Bapak  mau ke alun-alun Tengku Amir Hamzah ?” Tertegun lama saya sambil merenung, apakah Tengku Amir Hamzah semasa hidupnya pernah membayangkan kelak nama tanah lapang berganti nama menjadi alun-alun di tanah melayu ini. Tak lama berselang, saya jawab,” mau ke tanah lapang Tengku Amir Hamzah,”.

Adanya penyusupan bahasa daerah lain ke dalam bahasa melayu sebenarnya boleh-boleh saja terjadi. Namun hal itu dilakukan kalau penggunaan kata yang dimaksud tidak terkandung dalam bahasa melayu. Merasa aneh jadinya, sejal dulu para leluhur mengatakan tanah lapang lalu berganti menjadi alun-alun.

Alamurhum Tengku Amir Hamzah sudah begitu gigih berjuang untuk menjadikan bahasa Melayu menjadi bahasa Nasional saat acara Sumpah Pemuda tahun 1928. Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.;

Kelebihan bahasa Melayu dibandingkan dengan bahasa daerah lain dilihat dari faktor ekstralinguistik tampak dalam dua hal. Pertama, bahasa Melayu telah tersebar luas di wilayah Nusantara. Hal itu disebabkan oleh penuturnya yang cenderung berwatak perantau. Penutur bahasa Melayu merantau karena kebanyakan diantara mereka berprofesi sebagai pedagang.

Kedua, pada zaman kerajaan Srwijaya bahasa Melayu telah diangkat sebagai bahasa kebudayaan dan bahasa ilmu pengetahuan, terutama pada sekolah tinggi pusat agama Budha. Disampin itu, bahasa Melayu juga telah menjadi lingua franca (bahasa perhubungan).

Nah, dalah hal ini seyogiyanya masyarakat Melayu Langkat harus lebih menjunjung tinggi bahasa Melayu. Jangan lagi pakai nama Pendopo untuk jentera, Kepala Desa menggantikan Kepala Kampung atau Penghhulu. Hari Raya menjadi lebaran, kedai menjadi warung, dan sebagainya.

Yang menggelitik hatinya juga adalah saat menyaksikan Jalan Teng Amir Hamzah, entah mengapa berhenti sampai di perbatasan Binjai dan Kabupaten Langkat. Dalam pikiranku, Tengku Amir Hamzah inikan adalah Pahlawan Nasional dari Langkat yang lahir di Tanjung Pura. Lalu mengapa Pemerintah Kabupaten Langkat tidak meneruskan saja Jalan Tengku Amir Hamzah ini hingga ke Kekecamatan Besitang perbatasan dengan Aceh Tamiang. Entahlah, terserah Pak Bupati sajalah.

Sekali lagi, Selamat HUT Langkat, dengan harapan agar Pemerintah Kabupaten Langkat atau DPRD Langkat juga membuat rancangan agar Bahasa Melayu Langkat ini bisa mernjadi pelajaran Muatan Lokal di tingkat SD hingga SMA. Supaya bahasa Melayu di bumi ini tidak kalah gengsinya dengan bahasa zaman Now. (red)  
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top