yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: STT Poliprofesi Tandam Tuan Rumah Pelatihan ITC : Ibu-Ibu Rumah Tangga Dibawa Dalam Dunia Maya
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Ketua STT Poliprofesi Tandam, David Sembiring, MM, M.Kom , saat mengkonfirmasi nama dan alamat patra penari Mahasiswi kampus tersebut ...
Ketua STT Poliprofesi Tandam, David Sembiring, MM, M.Kom, saat mengkonfirmasi nama dan alamat patra penari Mahasiswi kampus tersebut



TANDAM – Metrolangkat.com

Kampus STT Poliprofesi dipercaya pemerintah sebagai tuan rumah untuk melaksanakan Pelatihan Information and Communications Technology (ICT) bagi pelaku Industri Rumahan (IR) untuk wilayah Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.

Pelatihan yang diselenggarakan STT Poliprofesi ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan dan Pelindungan Anak Republik Indonesia (KPP-PA-RI) dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) wilayah I Provinsi Sumut, Program Studi Ilmu Komputer.

Selama pelatihan, masyarakat yang menjadi peserta, terutama para Ibu-Ibu yang selama ini buta akan tekhnologi digital, sangat antusias mengikuti pelatihan ini.

Menurut para Ibu, mereka sangat senang karena dengan mengikuti pelatihan ICT ini, mereka menjadi tahu dan menambah wawasan tentang dunia teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat serta nantinya akan mempermudah mereka untuk mempromosikan produk-produk usaha mereka.

Menurut Dr.Zakaria Situmorang, selaku Koordinator Pelatihan ICT APTIKOM untuk pelaku Industry Rumahan Sumut, Pengembangan Industri Rumahan merupakan implementasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembangunan Industri Rumahan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Perempuan.

Menurut Zakaria, KPPPA melihat bahwa IR ini merupakan potensi besar yang ada di masyarakat bila dikelola dengan baik, akan memberikan nilai tambah yang sangat signifikan untuk peningkatan kemampuan dan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kepentingan KPPPA adalah mengingat banyak pelaku usaha IR adalah perempuan dan mereka harus ditingkatkan kemampuannya agar nilai tambah dari usaha mereka meningkat untuk dapat memberikan lebih banyak peluang peningkatan kesejahteraan keluarga mereka.


Upaya peningkatan Industri Rumahan juga merupakan upaya untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi perempuan masuk pada pekerjaan sebagai buruh migran tanpa persiapan yang cukup,” ujarnya kepada Metro Langkat, Senin (20/11) di Kampus STT Poliprofesi Tandam.

Zakaria menjelaskan, bahwa jumlah target untuk pelaksanaan ICT di Sumatera Utara keseluruhannya berjumlah 1.710 peserta, dengan sasaran para Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak pelaku industry rumahan.

“Dari jumlah peserta tersebut, peserta yang paling banyak ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan ICT ini adalah Kab.Langkat sebanyak 1.400 orang, terdiri laki-laki dan perempuan. Peserta ini, selama menjalankan usaha industri rumahan, tidak menmgerti bagaimana cara memasarkan produk usahanya.

Sehingga, biaya produksi tidak sebanding dengan penghasilan penjualan produk usahanya. Jadi, dengan mengikuti pelatihan ICT ini, diharapkan para pelaku industri rumahan bisa dengan mudah memasarkan produknya ke konsumen,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk kegiatan pelaksanaan ICT di wilayah Sumut di Kab.Langkat-Kota Binjai yakni Kaputama membuka sebanyak 11 kelas, STT Poliprofresi 24 kelas, Medan 4 kelas, Siantar 2 kelas dan Sibolga 1 kelas.

“Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Sumatera Utara. Begitu juga di Kaputama Binjai, semua kegiatan yang dilaksanakan sama dengan yang kita selenggarakan saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STT Poliprofesi Tandam-Stabat, David Sembiring, MM, M.Kom, mengatakan, Pengembangan Industri Rumahan merupakan tiga isu prioritas utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), yang disebut 3END. Yaitu, Mengakhiri kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Mengakhiri perdagangan manusia dan Mengakhiri kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan.

“Upaya pengurangan kesenjangan ekonomi merupakan kegiatan lanjutan dari Kebijakan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) tahun 2017, dengan menerapkan pelatihan berbasis Komputer dengan membuka kelas2 pelatihan e commerce di seluruh Indonesia, bekerjasama dengan APTIKOM,” jelas pria berkumis tipis yang kalem namun tegas ini.

David Sembiring memaparkan bahwa Pelatihan Pemanfaatan ICT untuk Industri Rumahan ini memang ditujukan kepada Ibu-ibu yang masih buta akan teknologi digital, seperti internet.

Menurut David Sembiring, kegiatan pelaksanaan pelatihan ICT ini meliputi :
- Pengenalan ICT
- Mencari Informasi Menggunakan Internet
- Menghitung Biaya Produksi dan Harga Jual
- Cara memasarkan produk menggunakan Media Sosial
-Korespondensi (surat-menyurat)
- Membuat Profil Usaha dan Pengajuan Kebutuhan Dana

David Sembiring menjelaskan, perempuan pelaku industry rumahan harus mengikuti perkembangan IT. Dimana saat ini, digitalisasi telah menembus pasar pelanggan.

“Sistem online telah membuat tidak ada jarak antara pelaku industri dan konsumen. Pelatihan ICT ini dalam rangka untuk mempersiapkan pelaku industri rumahan untuk dapat mengembangkan dan memasarkan produknya melalui media sosial,” jelasnya.

Panitia pelatihan sengaja menyediakan durasi yang cukup lama dari pagi hingga sore hari. Hal ini dikarenakan masih banyak peserta terutama ibu-ibu yang membutuhkan materi ICT dari hal yang paling mendasar.

Materi-materi yang sifatnya basic seperti pengenalan internet mulai dari pembuatan email beserta penggunaanya juga merupakan ilmu baru bagi sebagian peserta.

“Setelah mereka menguasai materi tersebut, barulah mereka dapat mengikuti materi selanjutnya seperti mencari, menyimpan dan menyunting gambar sampai memperluas pemasaran melalui pemanfaatan sosial media,” paparnya.

Menurut David Sembiring, selama kegiatan ini, pihak STT Poliprofesi hanya menyediakan fasilitas tempat pelatihan, fasilitas computer sebanyak 300 unit lengkap dengan sambungan WIFI dan menyediakan tenaga-tenaga instruktur dari Universitas Pancabudi Medan, APTIKOM dan melibatkan sejumlah mahasiswa jurusan Tekhnik Informatika.

Dari konfirmasi Metro Langkat kepada para peserta mengatakan bahwa pelatihan semacam ini sangat dirasakan manfaatnya oleh peserta yang notabene didominasi wanita yang berusia diatas 35 tahunan. Begitu juga peserta laki-laki yang didominasi para kaum Bapak dengan usia 40 tahun ke atas, kendati ada juga yang terlihat lebih muda.

Namun, dari hasil konfirmasi yang dilakukan media ini, rata-rata para peserta mengakui belum terlalu akrab dengan komputer saat mereka menjalankan usahanya.

‘Jujur aja, saya baru kali ini membuka dan menggunakan computer. Tadinya saya gak pernah tau apa itu internet. Sekarang saya sudah tau kalau di internet kita bisa mencari semua kebutuhan yang kita cari.

Nah, seperti ini, ternyata mesin untuk menganyam dan meraut bambu kayak gini bentuknya. Jadi, saya hanya tinggal mencari alat kayak gini,” Pak Bino (70), warga Jln.Makmur, Dusun III, Desa Banyumas dan Paimin (67), warga Dusun II, Desa Mangga, Kec.Stabat sembari melihat mesin peraut bamboo di layar monitor computer.

Kedua pria lanjut usia tersebut merupakan pengrajin bamboo, seperti tampah, tapisan dan kerajinan anyaman bambu lainnya.

Selama menjalankan usahanya di rumah, Bino dan Paimin ini mengerjakan pekerjaannya dilakukan secara manual.

Selain itu, mereka juga berharap acara pelatihan seperti ini menjadi acara rutin dan lebih sering dilakukan karena mereka mendapatkan ilmu baru, khususnya yang berhubungan dengan teknologi informasi.

Dari jadwal kegiatan Pelatihan ICT Bagi Industry Rumahan (IR) Prov.Sumut ini, sedianya akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumut, Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung. Namun, orang nomor dua di Prov.Sumut tersebut berhalangan hadir.


“Yah, meski kita sebenarnya kecewa, tapi kita bias memahami kesibukan beliau. Soalnya, segala persiapan untuk pembukaan kegiatan ini sudah kita persiapkan jauh-jauh hari. Bahkan, para penari yang dipersiapkan dari mahasiswi STt Poliprofesi, harus rela menampilkan tariannya meski tanpa disaksikan Ibu Wakil Gubsu kita,” ujar David Sembirig.



Dalam kesempatan itu, David sembiring juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memberikan bea siswa dan kesempatan mengikuti kuliah gratis kepada 70 orang pemuda dan pemudi yang berdomisili di Kab.Langkat dan Binjai.



“Para mahasiswa dan mahasiswi ini kita berikan segala fasilitas dan mengikuti perkuliahan secara gratis sampai selesai. Selama mengukiti perkuliahan, kita samasekali tidak memungut biaya alias gratis. Silahkan konfirmasi secara acak apakah benar mereka kuliah secara gratis di STT Poliprofesi ini,” ujar David menyarankan media ini untuk membuktikan program kuliah gratis bagi masyarakat Langkat dan Binjai yang tidak memiliki biaya kuliah meski tergolong pintar.



Dari hasil konfirmasi yang dilakukan, para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengukuti perkuliahan membenarkan kalau mereka bisa kuliah di STT Profesi tersebut secara gratis.“Saya ingin, mahasiswa yang kuliah gratis ini bias menjadi pemimpin di Kab.Langkat dan Binjai. Jadi, Langkat-Binjai memiliki calon pemimpin yang mumpuni,” ujarnya.(RUDI)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top