yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Presiden Jokowi Datang Ke Langkat Bagikan 9000 Sertifikat Tanah
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Presiden Jokowi saat ke Langkat membagikan 9000 sertifikat tanah.(yong) Stabat- Metrolangkat.com Bupati H. NgogesaSitepu SH dan Masyarak...
Presiden Jokowi saat ke Langkat membagikan 9000 sertifikat tanah.(yong)


Stabat- Metrolangkat.com

Bupati H. NgogesaSitepu SH dan Masyarakat, menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan membagikan 9.000 sertifikat tanah dan . Mereka adalah masyarakat Langkat, Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang. Jokowi pun mendapat banyak salam dari warga yang hadir. Beberapa di antaranya mengenalkan diri dengan marga mereka "Siregar" ataupun "Nasution".

“Sekarang saya sudah menjadi keluarga besar Sumatera Utara. Sudah pada tahu kan? tadi ada yang menyalami saya sambil bilang, 'Pak saya Siregar, Pak saya Nasution'. Saya bilang, iya saya ngerti... Kita semua bersaudara," ujar Jokowi di Langkat, Jumat (24/11).

Jokowi berpesan kepada masyarakat supaya selalu menjaga persaudaraan antar sesama. Sebagai negara yang besar dengan adat istiadat, suku dan agama yang berbeda-beda, masyarakat diharapkan dapat menjaga kebhinekaan dan menjalin rasa persatuan dan kesatuan bangsa. 

Jokowi juga sempat menjelaskan alasannya kenapa menginjakkan kaki ke Langkat, "Saya belum pernah ke mari" Dia mengajak masyarakat hidup rukun. Apalagi sebentar lagi akan berlangsung pemilihan kepala daerah dan presiden, pilihlah yang terbaik, katanya. 

"Coblos,sesuai pilihan setelah itu rukun lagi. Kita sadari, dengan wilayah yang luas, dengan 714 suku, dan agama yang berbeda, sangat rentan terjadi perpecahan. Tapi kita harus bisa menjaganya tetap harmonis,” kata Jokowi. 

Sertifikat, yang dibagikan Jokowi untuk Sumatera Utara dari 3,9 juta baru 1,4 juta atau 30 persen yang menerima sertifikat tanah. Sama seperti nasional, dari 127 juta tapi baru 46 juta yang mendapat sertifikat. 

Makanya saya perintahkan Menteri BPN agar penerima sertifikat cepat selesai. Tahun ini target kita 5 juta, tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta harus dikeluarkan,” katanya disambut tepuk tangan.

Alasan dirinya mendesak percepatan sertifikat tanah tersebut, karena banyak mendapat informasi saat turun ke desa-desa ada konflik tanah di tengah masyarakat. Banyak masyarakat yang harus kehilangan tanahnya karena kalah saat mencari keadilan di pengadilan. Menurutnya, kalau sudah memiliki sertifikat, berarti hak hukum atas tanah sudah dipegang. 

"Saya pesan, simpan baik-baik. jangan lupa fotokopi. Jadi kalau hilang mudah mengurusnya ke BPN. Apalagi kalau hujan, kalau gentengnya bocor bisa rusak. Kalau sertifikatnya mau 'disekolahkan' harus hitung-hitungan, uangnya digunakan untuk hal-hal positif seperti modal usaha," ucapnya.

“Saya tahu karena saya sering turun ke kampung-kampung. Saya pesan, pakailah bank yang agunannya rendah seperti KUR, cuma 9 persen. Kalau pinjam uang, tolong dihitung dulu. Kalau tidak cukup uangnya lebih baik disimpan saja. Kalau keliru hitungnya, sertifikatnya hilang disita bank," sambung Jokowi.

Misalnya dapat pinjaman Rp 300 juta, lanjut dia, jangan Rp 150 jutanya dibelikan mobil atau motor. Paling tiga atau enam bulan selanjutnya sertifikat jadi milik bank. "Kalau minjam, gunakan untuk modal usaha, jangan buat gagah-gagahan,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi turut serta Menteri ATR dan BPN Sofyan Djalil, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menseskab Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki

Tampak hadir juga Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, Wali Kota Binjai M. Idaham, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan Bupati Deli Serdang Anshari Tambunan (Salim)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top