yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Dugaan Korupsi Alkes Rp.3,5 Milyar Terus Diusut : Kejari Binjai Geledah Rumah Pejabat ULP RSUD Djoelham Cari Bukti Tambahan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kajari Binjai mengeledah kediaman ULP RSUD Djoelham mencari bukti tambahan.(ismail) Binjai Selatan, Metrolangkat.com Kejari Binjai terus...
Kajari Binjai mengeledah kediaman ULP RSUD Djoelham mencari bukti tambahan.(ismail)


Binjai Selatan, Metrolangkat.com

Kejari Binjai terus melakukan penyidikan kasus Korupsi Alkes RSUD Djoelham yang merugikan pemerintah sebesar Rp 3,5 milar. Setelah menggeledah RSUD Djoelham dan Ruang Pembangunan Sekretariat Daerah Pemko Binjai, penyidik kali ini menyasar ke rumah tersangka korupsi, Cipta.

Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar memimpin langsung penggeledahan di rumah Cipta, di Jalan Diponegoro, Gang Dipo, Rambung Dalam, Senin (13/11).

Saat itu, Cipta menjabat sebagai Unit Layanan Pengadaan RSUD Djoelham. Namun saat penggeledahan dilakukan, Cipta tidak berada di rumah.

Pantauan di lokasi Victor memimpin anak buahnya melakukan penggeledahan bersama lima anggotanya.Mereka mengumpulkan berkas-berkas yang dianggap berhubungan dengan kasus tersebut di lantai.

Setiap berkas yang dianggap memiliki kaitan dengan perkara itu diletakkan di atas meja dan diinput menggunakan laptop.

Kasi intel Kejari Binjai, Perana Manik mengatakan, saat penggeledahan di lalukan, tersangka tidak berada di rumah. Saat ini mereka tidak mengetahui keberadaan Cipta.

Putra Cipta, mengatakan belum bertemu Ayahnya sejak kemarin. Katanya, ayahnya tidak pulang ke rumah kemarin malam. "Bapak belum ada pulang. Tadi pagi belum ada jumpa karena pulang jam dua siang " katanya.

Menurut remaja berkepala plontos ini, selain berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, ayahnya juga bekerja sebagai dosen di kampus swasta di Binjai.

Ketua Tim Penyidikan korupsi Alkes RSUD Djoelham tahun 2012, Erlina mengatakan, pihaknya akan melalukan upaya penjemputan paksa kepada Cipta bila telah melakukan tahapan sesuai dengan SOP.

"Kita menggunakan prosedur. Bila nanti setelah disurati tidak mengindahkan panggilan tentu akan ada upaya paksa," kata wanita berjilbab ini

Ditempat yang sama Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih mengatakan, Cipta selalu mangkir saat dipanggil untuk dimintai keterangan. "Sudah dua kali kita kirim surat tapi tidak pernah hadir. Di kantor juga tidak ada," katanya.

Kepling setempat, Jumadi mengaku masih melihat Cipta pada hari Sabtu lalu, namun hingga penggeledahan berlangsung, Cipta tidak terlihat. "Kemarin sabtu masih jumpa. Minggu sama Senin dah ngak nampak," katanya.

Saat melakukan penggeledahan di RSUD Djoelham dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemko Binjai, penyidik merasa tidak puas karena kesulitan mencari berkas. Sebelumnya, Kejari Binjai menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi Alkes 2012, mereka yakni mantan Direktur RSUD Djoelham Mahim Siregar, Suriyana (PPK), Cipta dari ULP RSUD Djoleham, Suhadi Winata sebagai Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Cabang Kimia Farma Medan tahun 2012, Budi Asmono, Direktur PT Mesarinda Abadi, Teddy dan Direktur Petan Daya Medica Feronica,

Pengadaan Alkes ini bersumber dari APBD 2012 senilai Rp 14 miliar dan merugikan keuangan negara Rp 3,5 miliar. (Ism)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top