yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Di Besitang 4 Desa 1 Kelurahan Terendam Banjir, Warga Mengungsi Ke Masjid
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Banjir di Besitang yang rendam ratusan rumah  Besitang-Metrolangkat.com Tingginya curah hujan yang turun dalam beberapa hari ini, menyeb...
Banjir di Besitang yang rendam ratusan rumah

 Besitang-Metrolangkat.com

Tingginya curah hujan yang turun dalam beberapa hari ini, menyebabkan air sungai Besitang di Kec Besitang dan air sungai Lepan di Kec Sei Lepan Kab Langkat meluap. Akibatnya beberapa desa dan Kelurahan yang ada di dua Kecamatan ini terendam banjir

Air mulai naik sejak Sabtu (4/11) hingga sekarang dengan ketinggian mencapai 50-100 cm. Untuk Kecamatan Besitang daerah yang terendam banjir diantaranya Desa Sekoci, Kel Kampung Lama dan Kel Bukit Kubu dengan kondisi terparah di Desa Sekoci

Sementara untuk daerah Kec Sei Lepan, banjir melanda VI Desa dan 1 Kelurahan, diantaranya Desa Harapan Maju, Desa Harapan Baru, Desa Lama, Desa Lama Baru dan Kel Harapan Jaya dengan kondisi terparah terdapat di Desa Harapan Baru

Kepala Desa Sekoci Suwarisno saat dikonfirmasi mengatakan, air mulai naik sejak Sabtu (4/11) dini hari, dengan kondisi terparah di Dusun Sidodadi  dan Dusun Pantai Pulo dengan ketinggian air antara 100 - 200 cm,. “Kita dari pemerintah desa menganjurkan kepada warga, jika merasa khawatir sebaiknya mengungsi ketempat yang lebih tinggi,” kata Pak Kades

Saat ini warga kita sangat khawatir dengan keadaan sekarang, dimana hujan sebentar saja menyebabkan air sungai Besitang meluap dan meyebabkan banjir. Apalagi saat ini tengan memasuki musim penghujan. Data sementara jumlah rumah yang terkena banjir, di Dusun VII Pantai Pulo ada 75 rumah, Dusun VI ada 60 rumah, Dusun VIII sekitar 30 rumah, sementara dusun yang lainnya, air hanya menggenangi halaman, ucap Suwarisn

Sementara itu, sebanyak lebih kurang 500 KK (Kepala Keluarga) dari Link IV dan Link V Kel Bukit Kubu Kec Besitang, juga menjadi korban bencana banjir, dimana sebagian warga telah mengungsi ke Masjid Nurul Iman Kel Bukit Kubu Kec Besitang

Menurut keterangan beberapa warga yang ditemui Metro Langkat, hingga Minggu (5/11),para warga mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, sementara untuk kebutuhan konsumsi (makan) warga hanya mengandalkan bantuan dan sumbangan sukarela dari para pengguna jalan raya (Jalinsum) yang melintas

Ditempat terpisah, banjir yang melanda Kecamatan Sei Lepan, membuat mata rantai perekonomian masyarakat menjadi terputus, air yang mencapai ketinggian berpariasi antara 1-2 meter dibeberapa titik, menyebabkan akses jalan utama warga menjadi terputus

"Air mulai naik sejak Sabtu (4/11) pagi, dimana air sungai Lepan meluap, mengakibatkan perumahan dan perkebunan warga terendam dengan ketinggian air mencapai 50-100 cm,\. Banjir juga memutus perekonomian masyarakat, dimana jalan utama warga menuju desa Harapan Baru, Harapan Maju dan jalan ke Desa-desa lainnya menjadi terputus akibat terendam banjir", ucap Wakijo Kades Desa Lama Baru

Camat Sei Lepan Faizal Rizal Matondang,S.Sos.M.Ap saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini ada sekitar ratusan rumah yang terendam banjir, selebihnya lahan pertanian dan perkebunan, air naik sejak Sabtu pagi mengakibatkan 4 Desa dan 1 Kelurahan terendam banjir. “Kita dari pemerintah Kecamatan sudah mengintruksikan pihak desa guna mendata seluruh warga yang terkena dampak banjir, dan saat ini masih dilakukan,” ujae Camat Sei Lepan.

"Ketinggian air berkisar 50-100 cm, keadaan ini sudah kita laporkan ke Pemkab Langkat dan kepada BPBD Kab Langkat, kita terus bekoordinasi memantau ketinggian air. Jika dirasa ketinggian air mencapai ambang batas, kita siap melakukan evakuasi kepada warga, intinya pihak BPBD telah siap standbay", ucap Pak Camat

Sementara itu, warga Desa Lama Kec Sei Lepan Kab Langkat, menyayangkan sikap Pemkab Langkat, yang dianggap lamban dalam menyikapi keadaan tanggap darurat bencana. Sebab  tanggul penahan air yang berada di Dusun II Desa lama Baru Kec Sei Lepan, sejak jebol pada Selasa (23/5/2017) lalu,  hingga kini belum diperbaiki, yang berdampak masuknya air kepemukiman warga di Desa Lama


"Kita kecewa dengan lambannya perbaikan tanggul ini. Jika kemarin diperbaiki tentunya sekarang kita tidak kebanjiran, tapi nyatanya Pemerintah menganggap sepele hal ini, dan kita sebagai warga merasakan dampaknya", ucap beberapa warga sembari meminta perbaikan tanggul ini segera direalisikan. (Bud)




Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top