yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Demo Bersama Rekanan, Mantan ASN Dinas PUPR Langkat Buka Aib Instansinya
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Amir oknum ASN yang bergabung dengan rekanan melakukan demo STABAT – Metrolangkat.com Aksi puluhan rekanan yang tergabung dalam Forum ...
Amir oknum ASN yang bergabung dengan rekanan melakukan demo


STABAT – Metrolangkat.com

Aksi puluhan rekanan yang tergabung dalam Forum Bersatu Rekan-Rekan Konstruksi Anak Langkat atas kinerja para pengambil kebijakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Langkat yang dinilai telah melakukan diskriminasi dalam hal pembagian proyek, terus berlanjut.

Kali ini,  rekanan kontraktor tersebut melakukan aksi di DPRD dan Kejaksaan Negeri Langkat, Senin (13/11). Sama dengan tuntutan sebelumnya, ratusan rekanan kontraktor tersebut terus menyuarakan ketidakadilan dan permainan fee yang diduga dilakukan Kadis PUPR, Kabid, Sekretaris dan Panitia Tender, serta dugaan adanya persekongkolan dengan anggota DPRD Kab.Langkat.

Uniknya, pada aksi kali ini, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini masih aktif, “menelanjangi” institusi tempat dia pernah bekerja selama ini. Amir, seorang oknum ASN yang lama bertugas di Dinas PUPR Langkat yang sangat dikenal oleh rekanan kontraktor sebagai mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di dinas tersebut, dalam orasinya membenarkan apa yang dituding oleh para rekanan kontraktor selama melakukan aksi demo.

Dalam orasinya, Amir bersama Syafril secara terang-terangan mengungkap sejumlah permainan di Dinas PUPR. Bahwa para rekanan selama ini disebut-sebut telah membayar pandahuluan (fee) 16,5% dari nilai proyek kepada panitia lelang. Namun malah perusahaan rekanan kontraktor yang mendapatkan proyek justru rekanan dari luar daerah, termasuk rekanan dari Jakarta.

Mewakili para rekanan kontraktor yang selama melakukan aksi sebagai Forum Bersatu Rekan-Rekan Konstruksi Anak Langkat, Amir yang mengaku sebagai Direktur CV.Tujuh Bintang Bersinar yang beralamat di Jln.Flamboyan Dalam, No.18 Medan, yang kini bertugas di Kantor Camat Besitang, memaparkan tentang permainan uang pelicin yang dilakukan panitia lelang tender sebesar 16,5% dari besaran proyek yang dilelang, namun proyek tidak diterima rekanan, khususnya rekanan kontraktor lokal.

"Rekanan lokal tidak dapat pekerjaan, meski semua persyaratan sudah dilengkapi, termasuk fee 15% dimuka. Yang dapat pekerjaan proyek, malah rekanan luar atau rekanan "pengantin" yang diundang,” kata Amir, sebagai orator para kontraktor. Amir juga juga membeberkan kasus-kasus proyek miliaran Rupiah yang tidak beres dikerjakan di tahun 2016.

"Kami minta Kejaksaan menangkap pihak-pihak terkait di Dinas PUPR Langkat. Data ada sama kami dan akan kami berikan kepada pihak Kejari,” tandas Amir.

Dalam kesempatan itu, Amir membacakan tentang permainan pembatalan paket pekerjaan proyek yang sudah dimenangkan beberapa rekanan kontraktor dengan alasan yang sepertinya dibuat-buat untuk pengalihan memenangkan perusahaan yang sudah dijadikan “pengantin” .

Padahal pembatalan dengan tudingan bahwa perusahaan rekanan kontraktor yang sudah memenuhi syarat dan menang dalam tender, belum melaksanakan pekerjaan dan masih dalam proses pelengkapan berkas-berkas.

Sehingga, para pemilik perusahaan rekanan kontraktor yang merasa aneh dan merasa dirugikan sepihak oleh Panitia Lelang harus membuat sanggahan tentang keanehan pembatalan perusahaan pemenang tender tersebut.

Dalam surat sanggahan, rekanan perusahaan kontraktor  menyampaikan bahwa perlakuan pembatalan pekerjaan yang dilakukan panitia tender dinilai mengada-ada.

“Rekanan perusahaan kontaktor belum lagi mengerjakan pekerjaan sesuai paket yang diterima, sudah dinilai buruk dan dituding semua persyaratan material dan peralatan kerja tidak sesuai dengan bestek yang tercantum dalam berkas penawaran.

Padahal pekerjaan belum dimulai, sehingga pihak rekanan bingung jika dikatakan ada pembohongan klasifikasi  material hotmix dan volume pekerjaan,” ujar Amir sembari memberikan dokumen dugaan permainan yang dilakukan panitia tender Dinas PUPR Langkat.

Usai menyampaikan orasinya, pihak Kejaksaan Negeri Langkat, yang diwakili Staf Kasi Intel Kejari, Andi Sitepu SH, meminta 5 orang perwakilan rekanan masuk untuk melakukan mediasi. Beberapa kalangan yang melihat aksi Amir sempat dibuat kaget. Pasalnya, seorang ASN aktif berani berbuat menjadi juru kampanye rekanan.

“ Apa ngak melangar kode etik PNS bapak itu, dia itukan pegawai yang digaji oleh negara untuk bekerja baik-baik, bukan sebaliknya melakukan demo bersama rekanan. Yang diherankan juga, bapak Amir itu mengakunya rekanan,? Sebenarnya ASN tersebut kerjanya apa, rekanan apa PNS.

Untuk itu diharapkan kepada Inspektorat atau BKD atau Sekdakab Langkat menegur atau memberikan sangsi tegas terhadap ASN yang melakukan aksi seperti itu pada jam kerja, karena bila tidak diberi tindakan maka wibawa Pemerintah ini diragukan.(Rud)



Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top