yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Bagikan KIP dan PKH di Langkat, Presiden : Saya Kurus Tapi Saya Sehat
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Presiden Jokowi saat berada di kab Langkat menyerahkan kartu KIS dan KIP.(lim) Stabat-Metrolangkat.com Presiden Joko Widodo membagikan K...
Presiden Jokowi saat berada di kab Langkat menyerahkan kartu KIS dan KIP.(lim)


Stabat-Metrolangkat.com

Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat di Kabupaten Langkat.Jumat (24/11) dioGedung Serba Guna Stabat.

Dalam kesempatan tersebut Presiden membagikan 1.268 KIP yang terdiri atas 450 untuk siswa SD, 450 siswa SMP, 212 untuk SMA, 56 untuk SMK dan 100 program kesetaraan.

“Anak-anakku, saya titip, anggaran yang ada di kartu ini agar digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan pendidikan dan sekolah misalnya, untuk beli buku, untuk beli tas sekolah, boleh,” ujar Jokowi.

Sebanyak 1.268 KIP yang dibagikan Presiden, terdiri atas 450 untuk siswa SD, 450 siswa SMP, 212 untuk SMA, 56 untuk SMK dan 100 program kesetaraan.

"Coba anak-anak yang sudah pegang kartu KIP diangkat yang tinggi, sudah pegang semuanya ya? Silahkan turunkan, jadi di kartu ini semuanya sudah tahu untuk yang SD diberikan Rp450 ribu, SMP mendapatkan Rp750 ribu, SMA/SMK mendapatkan Rp1 juta, cukup tidak Rp1 juta?" tanya Jokowi

"Untuk beli sepatu boleh, untuk beli pulsa boleh? Tidak boleh. Uang yang ada di sini untuk beli pulsa, kalau ketahuan kartunya dicabut, Saya titip anak-anak ini digunakan betul-betul untuk menunjang pendidikan anak-anakku semuanya, belajar yang baik, karena tugas anak-anak adalah belajar," tegas Presiden.

Selanjutnya terkait dengan Program Keluarga Harapan (PKH), Presiden juga menyampaikan pesan kepada para ibu pemegang PKH.

"Ibu-ibu sudah pegang semua kartu dan tabungan, sudah diambil berapa? Habis? coba, jadi setiap tahun dianggarkan di dalam tabungan dan kartu ini dianggarkan sebesar Rp1,89 juta cukup tidak?" tanya Presiden.

Presiden mengaku setelah melihat catatan pengeluaran para penerima PKH, para ibu baru sedikit mengambil rekening yang ada di dalamnya.

"Saya buka-buka ternyata baru diambil Rp390 ribu benar? Bagaimana? Memang belum diambil? Terus mau diambil kapan? Ditabung? Saya titip kalau memang tidak perlu betul ya sudah ditabung, kan tidak hilang," kata Presiden.

Presiden mengaku bahwa bila memungkinkan anggaran PKH  akan ditambah tahun depan.

"Tahun depan Insya Allah akan masuk lagi ke rekening ibu dan semuanya Rp1,89 juta, kalau ada anggaran APBN berlebih bisa saja angka itu ditambah tapi sementara saya sampaikan Rp1,89 juta, cukup tidak? ya berarti sudah tidak usah ditambah, wong cukup begitu, yang paling penting diatur betul kapan mengambil, untuk apa? Hanya dipakai untuk hal yang berkaitan dengan pendidikan anak, sepatu, buku seragam, boleh," jelas Presiden

Selain itu juga PKH itu diharapkan dapat membantu para ibu untuk memenuhi gizi anak dengan membelikan telur, maupun makanan bergizi lainnya..

"Kalau anak-anak bergizi pasti pintar dan tidak sakit-sakitan. Saya ini meski kurus tapi sehat, meski orang tua saya miskin tapi gizi diperhatikan, jangan nanti ambil 200 ribu diminta 100 ribu sama suami boleh tidak? Tidak boleh! Tidak cinta suami, masak diminta suami diminta, gak boleh? Tolong disampaikan ke suami kita, pak uang ini untuk pendidikan anak-anak kita untuk beli gizi anak-anak kita," ungkap Presiden.

Bila ketahuan PKH untuk dibelikan rokok, Presiden mengancam akan mencabut PKH tersebut. KarenaPKH untuk menyiapkan anak-anak kita biar sehat, pintar dan pantai agar bangsa  Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.(Salim)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top