yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Aksi Forum Bersatu Rekanan Konstruksi Anak Langkat Minta Copot Kadis PU Langkat
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
M Yusuf kaban salah seorang kontraktor ilangkat Stabat – Metrolangkat.com Ratusan rekanan yang tergabung menjadi anggota beberapa aso...
M Yusuf kaban salah seorang kontraktor ilangkat


Stabat – Metrolangkat.com

Ratusan rekanan yang tergabung menjadi anggota beberapa asosiasi kontraktor Kab.Langkat, melakukan aksi di Kantor Dinas PU, DPRD dan Kantor Bupati Langat, Senin (6/11).



Aksi ratusan rekanan kontraktor yang tergabung dengan nama Forum Bersatu Rekanan-Rekanan Konstruksi Anak Langkat tersebut, mengecam Kadis PU Langkat, Ir.Julius Ginting dan para pengambil kebijakan di instansi tersebut yang dianggap tidak bertanggungjawab terhadap janji yang disampaikan kepada para rekanan tentang proyek sejak anggaran R-APBD hingga P-APBD 2017.



Para rekanan tersebut menagih janji-janji Kadis PU yang sebelumnya mengatakan akan berupaya memberikan pekerjaan paket proyek untuk rekanan kontraktor warga Langkat yang dianggarkan dalam P-APBD 2017.


Namun, janji yang diucapkan Julius Ginting, hanya menjadi isapan jempol belaka dan menganggap jika rekanan kontraktor lokal cukup hanya diberi janji.



Ironisnya, dari aksi tersebut tidak sedikit rekanan yang sudah memberikan sejumlah uang fee pendahuluan kepadas oknum-oknum pengambil kebijakan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan paket pekerjaan di Dinas PU.



Sayangnya, sejak DPRD Langkat mengetuk palu mensahkan P-APBD 2017, Kadis PU beserta seluruh Kabid, Sekretaris hingga panitia tender, seperti menghilang dari kantor yang disediakan pemerintah untuk melayani masyarakat.



Bahkan, para rekanan menyesalkan sikap para pengambil kebijakan di Dinas PU yang sepertinya melupakan tanggungjawabnya setelah menerima sejumlah uang fee sebagai syarat untuk mendapatkan paket proyek sebagaimana system yang diberlakukan selama ini.



Dalam orasinya, rekanan juga menyebutkan jika penayangan tender paket proyek yang dilakukan panitia tender Dinas PU, hanya akal-akalan Julius Ginting. Pasalnya, sewaktu penayangan paket pekerjaan, proyek-proyek ditenderkan hingga paket pekerjaan penunjukkan langsung, telah habis dibagi-bagikan kepada pihak-pihak tertentu.



Dalam orasinya, Forum Bersatu Rekanan-Rekanan Kontruksi tersebut menyebutkan bahwa selama ini Kadis PU Langkat kerap beralasan bahwa paket proyek yang tersedia bernilai pu;uhan miliar semuanya sudah dikuasai Ketua dan seluruh anggota DPRD Langkat.



Bahkan, Julius Ginting tidak segan-segan menjual nama Bupati Langkat, H.Ngogesa Sitepu SH, serta pihakpihak yang merupakan orang dekat Bupati Langkat, juga harus mendapatkan jatah paket proyek.



Kekesalan ratusan rekan kontruksi atas sikap Kadis PU angkat dan seluruh Kabid sera Sekretaris dan panitia pelaksana tender tersebut diungkapkan dalam petisi atau pernyataan sikap.



Dalam aksi para rekanan yang dikawal ratusan anggota jajaran Polres Langkat dan Polsek Stabat tersebut mengatakan bahwa pondisi pengelolaan proyek di Dinas PU dan Dinas Tarukim Langkat, tidak transparan serta jauh dari sikap professional. Sehingga merugikan pihak rekanan, khususnya rekanan local.



“Maka, kami yang tergabung dalam Fotum Bersatu Rekanan-Rekanan Konstruksi Anak Langkat menyatakan petisi atau pernyataan sikap dan menuntut kepada Bupati Langkat Ketua dan seluruh anggota DPRD Langkat untuk memprioritaskan pengusaha rekanan local dalam pengerjaan proyek. Tepati janji yang diberikan kepada rekanan-rekanan local. Transparansi dalam hal proses lelang tnder. Percepatan pengumuman tender dan jangan ada kecurangan oleh panitia. Ganti Kadis PU dan Penataan Ruang Kab.Langkat, Ir.Ginting dan Ir.Bambang Irawadi,” teriak rekanan bergantian.



Sayangnya, aksi ratusan rekanan kontraktor tersebut tidak disambut oleh para pengambil kebijakan di Dinas PU Langkat.



Sama dengan situasi pascapengesahan P-APBD, mulai dari Kadis, Kabid, Sekretaruis dan panitia pelaksana tender tidak seorangpun tampak hadir menemui ratusan rekanan yang melancarkan aksinya.



Kantor Dinas PU Langkat tanmpak sepi seperti Gedung Kosong dan tidak tampak adanya aktivitas kerja selayaknya ASN yang setiap bulannya digaji dari uang rakyat.



Adapun pihak yang diutus menemui para rekanan yang berkumpul di bawah pengawalan aparat kepolisian,ditolak ratyusan rekanan  karena dianggap tidak mampu mengambil keputusan. ASN yang diutus untuk menemui ratusan pengunjuk rasda mengatakan bahwa mulai Kadis PU, Kabid dan Sekretaris serta panitia tender semuanya sedang berada di Kota Batam.

Ratusan rekanan kontruksi kemudian melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Langkat, yang disebut-sebut Julius Ginting sebagai pihak yang banyak menguasai paket proyek di Dinas PU.

Sayangnya, di kantor wakil rakyat tersebut, tidak seorangpun pimpinan dan anggota DPRD yang masuk bekerja untuk melayani masyarakat.

Kantor wakil rakyat Langkat itu tampak sepi dan hanya menyisakan para pegawai honorer.

Ratusan rekanan kontraktor akhirnya melakukan aksi di Kantor Bupati Langkat untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka.

Berkisar setengah jam melakukan orasi, Bupati Langkat, H.Ngogesa Sitepu SH, yang diwakili Sekda Langkat, dr.Indra Salahuddin M.Kes, MM, akhirnya meminta belasan perwakilan rekanan untuk melakukan mediasi tentang berbagai tuntutan yang disampaikan di ruang rapat Setdakab Langkat.

Sekda Langkat, yang didampingi Kepala Inspektorat, Amril, S.Sos, Adb.Karim, Kasat Intel dan Kasat Binm,as Polres Langkat, menerima belasan perwakilan rekanan.


Dalam kesempatan itu, para rekanan berharap Sekda bias menyampaikan kepada Bupati Langkat tentang sikap dan pernyataan Kadis PU Langkat yang diangga[p selalu menjual-jual nama Bupati Langkat dan Ketua serta seluruh anggota DPRD Langkat setiap pelaksanaan tender.

“Semua paket proyek di R-APBD katanya sudah dikuasai Bupati dan orang-orang Bupati Langkat untuk persiapan Pilkada. Begitu juga dengan Ketua dan anggota DPRD Langkat, harus mendapatkan jatah paket proyek yang masing-masing memperoleh nilai paket lumayan besar. Kami rekanan kontraktor Cuma dinjikan saja selama ini. Alaan untuk paket di R-APBD, meski dongkol, tapi kami coba memaklumi karena pihak Dinas PU menjanjikan ppaket pekerjaan di anggaran P-APBD. Tapi, sampai saat ini Kadis PU CS malah tidak pernah bias dijumpai di kantornya. Padahal banyak rekanan kontraktor yang sudah memberika fee. Kami juga sanggup memberikan fee 16,5 persen, asal nilai paket pekerjaannya sesuai. Masak kami diberikan paket Rp50 juta untuk berbgai dengan rekanan lain,” ujar rekanan yang disampaikan oleh M.Yusuf Kaban dan rekanan lainnya

Pihak Kadin Langkat juga menyesalkan sikap Kadis PU, Kabid dan seluruh panitia tender yang merupakan ASN tapi melanggar konstitusi peaturan pemerintah karena sudah beberapa bulan tidak masuk kantor untuk melayani masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sekda Langkat, dr.Indra Salahuddin, menerima pernyataan sikap yang diberikan perwakilan rekanan kontraktor.

“Pada intinya, saya mewakili Pak Bupati untuk mencoba melakukan mediasi dengan rekan-rekan. Saya sudah mencatat semua keluhan dan masukan yang disampaikan. Nanti akan saya sampaikan ke Pak Bupati. Percayalah, nanti kami akan panggil Kadis PU untuk menyikapi berbgai tuntutan rekan-rekan sekalian. Mohon beri kami waktu beberapa hari. Nanti akan kami sampaikan hasilnya kepada rekan-rekan secepatnya,” ujar dr.Indra

Dalam pertemuan itu, sejumlah rekanan menyampaikan akan membuat laporan ke Kejatisu, Poldasu dan Kejari Langkat atas dugaan permainan Kadis PU Langkat jika pihak Pemkab Langkat tidak cepat mendapatkan solusi sesuai harapan rekanan.(RUD)




Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top