yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kadisos : Adopsi Anak Harus Sesuai Dengan PP Nomor 54 Tahun 2007
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Binjai Barat, Metrolangkat.com Permasalahan Adopsi Bayi yang menjadi perbincangan publik di Kota Binjai oleh seorang Polwan mendapat ...


Binjai Barat, Metrolangkat.com

Permasalahan Adopsi Bayi yang menjadi perbincangan publik di Kota Binjai oleh seorang Polwan mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Sosial Kota Binjai H T Syarifuddin

Untuk mengadopsi anak kita harus melihat terlebih dahulu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2017 tentang pelaksanaan pengangkatan anak
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, tepatnya di Pasal 3 ayat 2.

" Di Pasal 3 ayat 2 PP tersebut berbunyi, "Dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat," ungkapnya, Rabu (11/10).

Sambungnya  menjelaskan COTA harus melewati beberapa persyratan sehat jasmani dan rohani, Tidak punya anak atau maksimal satu orang anak, Usia paling minim 30, maksimal 50, beragama sama dengan anak angkat, kemudian setatus menikah selama lima tahun, dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial.

H T Syarifuddin juga mengatakan selain Ibu Polwan ada 3 orang ibu yang beragama Islam ingin mengadosi Bayi  tetapi belum kami berikan karena ada pertimbangan dan syarat-syarat yang harus dilihat telebih dahulu.

Kepala Dinas Sosial Kota Binjai H T Syarifuddin mengatakan Bayi yang ditemukan warga sekarang masih berada di Rumah Sakit Umum Dr. Djoelham nanti akan dibawa ke Yayasan Dua Satu Dua. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Bayi dan Balita " Ashabul Kahfi " yang beralamat di jalan Hoki No 9, Kelurahan Pasar Merah Kecamatan Medan Kota.

" Saat ini Bayi masih beradi di Rumah Sakit Umum rencananya tadi mau kami bawa ke rumah Bayi dan Balita Ashabul Kahfi  jalan Hoki Medan tapi kerena dia kurang sehat kata dokter jadi rencana kami besok la kami bawa," ungkapnya.

Sambung H T Syarifuddin " Kenapa kita bawa ke Ashabul Kahfi Medan karena Binjai belum ada rumah  khusus asuhan bayi dan anak," paparnya.

Perlu diketahui bayi tersebut yang menemukan bukan Ibu Polwan tetapi yang menemukanya warga sekitar hal itu di buktikan berdasarkan surat yang di berikan Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatra Utara Resor Binjai tertanggal 28 Agustus 2017 Nomor : B/1063/ VIII/2017/Reskrim kepada kepala Dinas Sosial Kota Binjai

Yang Isinya Rujukan perintah lisan kasat reskrim polres Binjai tentang penitipan seorang bayi laki-laki yang ditemukan di daerah Polsek Binjai Barat ke Dinas Sosial Kota Binjai

Sehubungan hal tersebut diberitahukan Ka bahwa pada hari sabtu tanggal 26 Agustus 2017, masyarakat telah menemukan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang diletakkan atau dibuang di pinggir jalan M.T. Sutoyo Ke. Sukaramai Kec. Binjai Barat, selanjutnya Polsek Binjai Barat mengamankan bayi tersebut dan langsung membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Dr. Djoelham Binjai untuk dilakukan perawatan intensif.

Kasus penelantaran bayi atau anak ini sekarang lelah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Binjai, Sementara bayi berjenis laki-laki tersebut sampai sekarang ini masih dirawat di ruang anak di rumah sakit umum Dr. Djoelham Binjai. Menunggu proses adopsi terhadap bayi tersebut maka bayi tersebut akan dititipkan ke Dinas Sosial Kota Binjai.

Sementara itu Lurah Sukamaju Nurhayati dalam surat tertulisnya yang diberikan kepada kepala Dinas Sosial Kota Binjai Nomor 008-671 yang berbunyi sehubungan dengan surat dari Dinas Sosial Kota Binjai tertanggal 11 September 2017 No 400-3286 prihal mayoritas agama penduduk setempat kami beritahukan bahwasanya mayoritas agama pendudul kel. Sukamaju adalah beragama islam. (Ism)


Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top