yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kadis Pendidikan Langkat Bersama Tiga Bawahannya Ditahan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kadis Pendidikan Salam Syahputra Restu B Hasibuan Patini Sukarjo Slogan dinas pendidikan yang terpajang dikantor dinas.(Is...
Kadis Pendidikan Salam Syahputra
Restu B Hasibuan
Patini
Sukarjo
Slogan dinas pendidikan yang terpajang dikantor dinas.(Ist)


 STABAT – Metrolangkat.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Kadis Dikjar) Langkat, Salam Syahputra, S.Pd, M.Pd, yasng erkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Subdit III/Tipikor Dreskrimsus Polda Sumut, Selasa (17/10) siang, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka beserta tiga lainnya.

Salam Syahputera S.Pd, M.PD, dan tiga temannya itu yakni, Drs. Sukarjo, (PNS / Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjung Pura / Koordinator MK2SN / Korwil Langkat Hilir), Patini (PNS / Kepala Sekolah SMPN 3 Stabat/ Bendarahara MK2SN), serta Restu Balian Hasibuan (PNS/Kepala Sekolah SMPN 2 Gebang / Korwil Langkat Teluk Haru).kemudian ditahan oleh penyidik Tim Saber Pungli Subdit III/Tipikor Direskrimsus Polda Sumut, Rabu (18/10).

Sementara itu penyidik mengembalikan tujuh rekan mereka lainnya yang ikut diamankan Tim Saber Pungli saat penggrebekan berlangsung, Selasa siang di SMPN 3 Sei Lepan Kabupaten Langkat, Selasa ( 17/10).

Ketujuh yang dipulangkan dengan status sebagai saksi ini Juanda Sipayung (PNS / Kepala Sekolah SMPN 4 Kuala satu atap / Kordinator Langkat Hulu), Tian Kaban (PNS / Kepala Sekolah SMPN 1 Salapian), Sarwoko (PNS / Kepala Sekolah SMPN 1 Sicanggang), Hasanuddin  (PNS / Kepala Sekolah SMPN 1 Tg. Pura), Boiman (PNS / Kepala Sekolah SMPN 5 Bahorok), Edi Turino Hadi  (PNS / Kepala Sekolah SMPN 3 Padang Tualang), dan Jahasri Indo Jaya  (PNS / Kepala Sekolah SMPN 1 Sawit Sebrang).



Pada saat dilakukan penindakan, Tim Saber Pungli Polda Sumut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 76.010.000,-Daftar hadir peserta rapat, serta Buku catatan bendahara (berisikan kutipan dana BOS kepada Kadis.



Barang buktri ini ditemukan saat para tersangka melakukan kegiatan rapat dan pada saat itu juga dilakukan penggeledahan. Pada saat penggeledahan ditemukan sejumlah uang yang berada di beberapa amplop di mana amplop tersebut merupakan setoran dari tiap-tiap Kepala Sekolah kepada koordinator masing-masing wilayah.

 Informasi yang diperoleh Metro Langkat, Salam diamankan saat usai memimpin rapat di SMPN 3 Sei Lepan yang diikuti seluruh kepala sekolah SMP se-Kabupaten Langkat. Penangkapan ini diduga terkait penyelewengan pungutan liar (pungli) dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan setoran bersumber proyek swakelola bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK).

 Informasi yang diperoleh Metro Langkat, Salam diamankan saat usai memimpin rapat di SMPN 3 Sei Lepan yang diikuti seluruh kepala sekolah SMP se-Kabupaten Langkat. Penangkapan ini diduga terkait penyelewengan pungutan liar (pungli) dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan setoran bersumber proyek swakelola bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK).

 Semetara itu, sumber Metro Langkat lainnya di Mapodasu menyebutkan, ke sebelas orang yang terjaring OTT ini diduga melakukan pemotongan Dana Bantuan Operasional Siswa sebesar Rp10 Ribu per siswa yang disetorkan kepada Kadis Pendidikan Kabupaten Langkat, Syalam Syahputera.

"Kadisnya memotong dana BOS Rp10 ribu per siswa. Masih kami dalami berapa banyak totalnya, besok akan kita sampaikan totalnya," ujar sumber. Ke sebelas orang ini tertangkap di SMPN 3 Sei Lepan Kabupaten Langkat saat para kepala sekolah menyetorkan potongan Dana BOS dan fee Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Dalam OTT ini, polisi mengamankan barang bukti berupa amplop besar berisi uang. "Jumlah uang dalam amplop masih kita hitung, besok lah baru bisa dipastikan," ujar sumber melalui ponselnya, Selasa (17/10). Informasi lain yang diperoleh dari sumber terpercaya Metro Langkat lainnya menyebutkan, nilai uang yang berhasil diamankan Tim Saber Pungli  Subdit III/Tipikor Poldasu seniai lebih dari seratus juta rupiah juta.

 Sementara itu, dari perkembangan kasus yang membelit orang nomor 1 di Dinas Dikjar Langkat tersebut, juga tersiar kabar jika penangkapan OTT oleh Tim Saber Pungli Poldasu berkaitan dengan biaya “pelicin” untuk memuluskan ambil posisi jabatan sebagai Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Dinas Dikjar.

Artinya, Salam diduga telah menerima uang dari beberapa calon pejabat KUPT Dikjar Kecamatan yang telah diwacanakan akan dikerucutkan dari 23 KUPT menjadi 4 KUPT dan mulai diberlakukan Januari 2018. Sehingga, beberapa orang KUPT yang memiliki banyak dana dan menginginkan posisi sebagai KUPT membawahi beberapa kecamatan, harus menyetor Rp150 juta.(red)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top