yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: WARGA MULAI KESULITAN DAPATKAN GAS 3 KG
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Gas mulai langka P.Brandan-Metrolangkat.com Keberadaan gas LPG 3 kg atau sering disebut warga dengan sebutan gas melon, mulai dikeluhk...
Gas mulai langka

P.Brandan-Metrolangkat.com

Keberadaan gas LPG 3 kg atau sering disebut warga dengan sebutan gas melon, mulai dikeluhkan warga, pasalnya dalam beberapa hari belakangan ini, masyarakat Kab Langkat kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kg subsidi,  baik di tempat pengecer maupun di tempat pangkalan resmi, seperti yang terjadi di wilayah Pangkalan Brandan dan sekitarnya. Senin (11/9)

Ratna (36) salah seorang warga Brandan Timur Baru Kec Babalan,  mengaku dalam beberapa hari ini kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg, di pangkalan tempat ia biasa membeli, padahal setau dirinya, pengiriman gas melon 3 kg dari pihak Pertamina ke pangkalan yang ada didaerahnya lancar-lancar saja

"Capek kita musing-musing mencari gas 3 kg, jangankan ke pengecer, ketempat pangkalan biasa langgananpun tidak ada, kalaupun ada yang jual di warung di daerah lain, harganya jauh lebih tinggi hingga Rp 20 ribu lebih, tapi memang saat ini sangat sulit", ucap Ratna

Hal senada juga diungkapkan Yanti (45) warga Kel Sei Bilah Kec Sei Lepan, kelangkaan gas melon membuatnya harus berputar-putar mengelilingi kota Brandan, dan terpaksa harus mengeluarkan kocek yang lebih besar lagi guna mendapatkan gas LPG 3 kg 

"Capek kita bang, untuk masak aja harus  musing dulu keliling mencari gas, biasanya masak siang sudah siap jam 11.00 WIB, ini gara-gara mencari gas siapnya jam 15.00 WIB, kita beli dengan harga Rp 23.000 -  Rp 25.000, itupun kalau ada", ucap ibu 3 anak ini

Terkait kelangkaan gas LPG 3 kg ini, masyarakat berharap pihak Pertamina maupun Pemkab Kab Langkat melalui pihak-pihak terkait, agar lebih ketat dalam pengawasan pendistribusian dan penjualan gas LPG 3 kg di wilayah Kab Langkat, sehingga penjualan gas bersubsidi bagi konsumsi rumah tangga ini benar-benar tepat sasaran

Hasrizal.SH tokoh pemerhati hukum di Kab Langkat mengatakan, sistem pendistribusian terbuka tanpa batas, yang dijalankan selama ini merupakan salah satu faktor kelangkaan LPG 3 kg bersubsidi yang bukan saja di Langkat, tapi juga terjadi dimana-mana

Dimana orang kaya dan juga pelaku usaha industri secara terang-terangan memakai gas ini, tanpa adanya pengawasan, bahkan parahnya lagi ada kontraktor yang memakai gas bersubsidi ini untuk kepentingan proyek sehingga tidak tepat sasaran

Untuk itu kita harap, pihak Pembinaan Hilir Migas Kementerian ESDM dan Pemerintah harus duduk bersama menentukan kebijakan yang betul betul berpihak kepada rakyat miskin sehingga subsidi LPG 3 kg menjadi tepat sasaran, dan masyarakat kecil dapat merasakan manfaatnya, ucap Hasrizal. (Bud)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top