yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pimpro Harus Bertangung Jawab : Banyak Proyek Dinas PU Langkat Amburadul
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Terjungkal sebuah truck yang sarat membawa muatan akibat bahu jalan yang tidak sesuai. Tanjungpura- Metro langkat.com Pimpinan proyek ...
Terjungkal sebuah truck yang sarat membawa muatan akibat bahu jalan yang tidak sesuai.

Tanjungpura- Metro langkat.com

Pimpinan proyek (Pimpro) yang seharusnya bertangung jawab dalam mengawasi setiap pekerjaan yang dilaksanakan rekanan, ternyata lebih banyak duduk diam dibelakang meja. Atau duduk nyantai diwarung menerima laporan manis dari pekerja proyek.
Jalan yang tak sesuai yang diharapkan.

Hal inilah yang diyakini menjadi penyebab banyaknya hasil pekerjaan di Kabupaten Langkat yang kurang baik. Lemahnya pengawasan oleh pimpinan proyek (Pimpro) yang seharusnya menjadi pengawas jalannya pembangunan, menyebabkan warga masyarakat sebagai penerima manfaat selalu dirugikan.

Selain itu, puluhan bahkan ratusan milyar uang rakyat melalui APBD maupun DAK habis sia-sia. Salah satu contoh misalnya, Proyek Pembagunan Jalan Di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat ini.

Warga disana merasa resah dengan pembangunan jalan yang dilakukan. Awalnya, warga merasa senang karena jalan Desa mereka diperbaiki. Tapi belakangan warga menjadi dibuat tak nyaman. Pasalnya, sejak jalan tersebut selesai dikerjakan banyak warga yang mengalami kecelakaan karena beram jalan tidak dibuat sebagaiamana mestinya.

Badan jalan yang harusnya ditimbun dengan sertu dan dikeraskan, malah ditutup dengan tanah kuning. Akibatnya, angkutan seperti truck yang membawa barang sering kali terjungkal.
Proyek pembagunan jalan yang seyokyanya untuk mempermudah transportasi masyarakat untuk melintasi jalan tersebut ternyata menambah masalah. Jalan yang dikerjakan oleh rekanan dinas Pekerjan Umum (DPU) Kabupaten Langkat tersebut dinilai asal jadi.

Setelah proyek pembuatan jalan tersebut dikerjakan, kedua sisi bahu jalan yang ditimbun dengan tanah liat merah tersebut langsung disambut masyarakatdengan melakukan aksi demo menolak pembagunan bahu jalan dengan menimbun mengunakan matreal tanah merah. Sebagai bentuk kekecawaan warga  menanam pohon ubi dibahu jalan.

Penolakan warga tersebut, bukan tanpa alasan, satu minggu yang lalu, dua mobil coll disel tergelincir kedalam paret setelah roda mobil menginjak bahu jalan mengunakan tanah liat tersebut.

Apa lagi pada malam hari sepajang jalan lokasi pembagunan proyek ini tidak memiliki penerangan jalan. Sudah banyak penguna jalan yang tergelincir akibat tingkah laku rekanan PU yang dengan sengaja menimbun bahu jalan dengan matreal tanah liat bukannya menimbun dengan sertu.” Ujar warga.

Jadi masyarakat menilai pihak PU Langkat melalui Pimpinan Proyeknya terkesan kurang pengawasan. Data yang didapat Metro Langkat dari lpse.langkatkab.go.id menyebutkan, proyek jalan yang diresahkan masyarakat merupakan Proyek peningkatan Jalan Sp. Pantai Cermin-Desa Bubun,sep 3,585mx3,5m

Adapun rekanan yang melaksanakan pekerjaan tersebut PT Mitra Jaya Permai dengan nilai lelang sebesar Rp. 8.635.000,000,00 sumber dana (DAK). Sedangkan Pimpinan proyek-nya disebut-sebut bernama Rio. Baik buruknya pekerjaan tersebut merupakan tangung jawab Pimpro.

Bila saja pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bestek harusnya Pimpro tak menerima hasil pekerjaan tersebut, sebab proyek jalan ini angarannya mengunakan uang rakyat. Oleh sebab itu, rekanan harus bertangung jawab atas kerusakan ini.(red)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top