yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: H Musa Rajekshah Olahraga, Pengusaha, Pegiat Sosial, Pilgubsu
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Ijack dilapas Anak. Oleh : H Affan Bey Hutasuhut Wartawan Majalah Tempo (1987-1994) Beragam reaksi dan pertanyaan yang mengalir kepada S...
Ijack dilapas Anak.


Oleh : H Affan Bey Hutasuhut


Wartawan Majalah Tempo (1987-1994)

Beragam reaksi dan pertanyaan yang mengalir kepada Saya ketika Ijack-panggilan sehari-hari dari Musa Rajekshah-memaklumkan dirinya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sumatera Utara yang akan berpasangan dengan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi pada Pilkada yang akan datang.

Ada yang bilang, ngapain lagi sih Ijack maju dalam Pilgubsu nanti. Bukankah jadi pengusaha saja pun sudah cukup, ngapain capek-capek ngurusin orang banyak. Ada pula yang memberi petuah, kasi taulah sama Ijack, takutnya nanti malah buyar tuh usaha gara-gara waktu habis tersita rapat sana, rapat sini, pusing dah. Begitulah antara lain berbagai pertanyaan yang mereka sampaikan.

Pertanyaan ini wajar saja mereka sampaikan, lantaran boleh jadi masih belum mengenal secara dekat denqan sosok Ijack dalam kesehariannya, baik sebagai pegiat olahraga, pengusaha, pegiat sosial, dan sebagainya.

Bahwa benarlah adanya Ijack dengan susah payah telah mampu menjadi pengusaha yang tangguh berkompetisi di tengah ketatnya persaingan bisnis. Dan benar pulalah adanya, Ijack pun sudah bisa menikmati hidupnya bersama keluarganya tanpa harus bertungkus lumus memikirkan nasib khalayak ramai.

Namun Ijack yang Saya kenal lebih dari 30 yang lalu bukanlah orang yang gampang berhenti untuk menapak. Dalam jiwa dan raganya selalu menyala semangat untuk bergerak menuju pada perubahan yang lebih baik. Dan Ia tahu, jalan yang hendak dicapainya pun akan penuh jalan berliku.

Karakter yang mengalir deras di darah Ijack ini tidak digapai dengan mudah. Selain karena hasil didikan oang tua, jauh sebelum menekuni dunia usaha, Ijack lebih dulu ditempa di dalam dunia olahraga. Lebih separuh dari usianya nyaris menyatu dengan kegiatan olahraga yang dikenal keras dalam latihan, ketat dalam persaingan, disiplin, dan sangat menjunjung tinggi sportivitas.

Sejak masa remaja Ijack sudah menggeluti olahraga otomotif dan menembak. Sebagai seorang pebalap, Ijack banyak mendapatkan pengalaman berharga. Dalam dunia balapan, Ia bukan hanya dituntut untuk cekatan dalam berpacu, tapi juga harus bisa mengambil keputusan yang mendesak di saat yang tepat. Sebagai seorang pereli, Ijack juga ditempa menjadi sosok yang sabar dan kuat dalam pengendalian diri. 

Pelajaran berharga lainnya bagi Ijack saat menjadi pebalap, selalu mencermati dengan teliti apapun yang hendak dikerjakan. Sebelum mengikuti kejuaraan, misalnya, Ijack lebih dulu beradaptasi dengan sirkuit, ban, dan lainnya. Pantang bagi Ijack sebuah kegagalan terjadi disebabkan karena kelalaian. Berbekal modal inilah kemudian Ijack bisa berhasil meraih beberapa prestasi dan penghargaan di dunia otomotif.  Urutan II nasional Speed of Road dan Atlet Nasional di 2005

Berkah lainnya, Ia bahkan dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara selama 12 tahun (tiga periode) Yakni periode 2004-2008, 2008-2012, dan 2012-2016.

Sebagai sosok yang dipercaya menjadi pemimpin, Ijack menyadari bahwa Ia justru harus lebih gigih berlatih agar menjadi contoh bagi anggota IMI. Jadi pemimpin bukan malah lebih banyak duduk-duduk tinggal perintah sana, perintah sini. Ini prinsip Ijack yang Saya ketahui, hingga membuatnya lebih dekat dan berbaur dengan anggota IMI ibarat satu keluarga yang harmonis.

Sebagai Ketua IMI Sumut, Ia berhasil membangun beberapa sirkuit permanen di wilayah Medan. Salah satunya sirkuit Sprint Rally Cemara Abadi tempat berlangsungnya Kejurnas Sprint Rally 2008 Serie I dan II beberapa waktu lalu. Menyusul sirkuit road race, drag race, drag bike, dan grasstrack.

Setelah tak lagi duduk menjadi pengurus IMI, Ijack kemudian dipercaya menakhodai Pengurus Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara. Ijack yang juga kerap menyalurkan kegiatan positifnya menambak, dan dipercaya menjadi Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut.

Ijack berkenan menjadi pengurus di TI Sumut dan Perbakin ini karena menilai bahwa dunia olahraga apa pun sangat sarat dengan tantangan dan perjuangan untuk meraih kemenangan.

Namun untuk menjalankan tanggungjawabnya dalam memajukan olahraga tersebut tentu tak cukup hanya dengan modal semangat. Masih diperlukan modal yang cukup untuk memenuhi cita-cita tersebut.

Kesadaran inilah kemudian yang antara lain mendorong Ijeck menjadi pengusaha setelah menyelesaikan kuliahnya di Fisipol UISU 1998 lalu. Ia bertekad melalui usaha perkebunan kelapa sawit dan pabrik, agar Ia tetap bisa fokus pada hobi dan pembinaannya. (bersambung)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top