yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: 7 Bulan Terlantar, Warga Harapkan Pemkab Langkat Bangun Jembatan Lagi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Pasca patahnya jembatan ini 7 bulan lalu belum juga diperbaiki.(Budi) Brandan-Metrolangkat.com Potret infrastruktur yang terbengk...
Pasca patahnya jembatan ini 7 bulan lalu belum juga diperbaiki.(Budi)


Brandan-Metrolangkat.com

Potret infrastruktur yang terbengkalai terlihat jelas di beberapa tempat yang ada di Teluk Aru, setelah ambruk akibat diterjang bencana namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda akan di perbaiki oleh Pemkab Langkat maupun Dinas terkait lainnya

Seperti jembatan gantung Desa Dogang yang runtuh beberapa bulan lalu hingga kini belum juga diperbaiki, begitu pula dengan jembatan yang ada di Link VII Pasar Pompa Air (Bor-boran) Kel Sei Bilah Barat Kec Sei Lepan Kab Langkat, hingga kini belum juga di perbaiki, padahal jembatan ini telah ambruk pada bulan Februari lalu, namun sudah memasuki bulan ke-7 pasca ambruknya jembatan ini, belum juga diperbaiki

"Sudah sekitar 7 bulan jembatan ini patah, namun hingga sekarang belum juga diperbaiki, kita minta Pemkab Langkat melalui Dinas terkait dapat segera membangun jembatan ini, karena ini akses warga menuju Desa Teluk Meku, dan banyak di lalui warga apalagi anak sekolah

Sejak runtuh (patah) warga secara swadaya membangun jembatan darurat dari kayu dan batang pohon kelapa, namun saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan, banyak kayu penyangga (tiang) yang sudah lapuk, yang setiap saat dapat mengancam keselamatan para pengguna jembatan ini", ucap Afifuddin Lbs salah seorang warga kepada Metro Langkat 

Dari pantauan Metro Langkat di lokasi, terlihat beberapa tiang penyangga yang dibangun secara darurat oleh warga tampak lapuk dan patah, tentunya ini akan sangat berbahaya bagi warga sekitar yang menggunakan jembatan ini

Belum lagi para nelayan mengeluhkan keadaan ini, dimana jembatan yang patah dan jatuh kedalam anak sungai, membuat para nelayan tidak bisa melalui anak sungai ini, karena material jembatan yang patah menutupi sebagian sungai yang ada, menyebabkan para nelayan tidak bisa pergi mencari nafkah (melaut) 

Anto (40) warga Borboran mengatakan, dirinya setiap hari membawa hasil laut menggunakan becak mesin melintasi jembatan ini, ada perasaan was-was dan takut ketika berada di atas jembatan, dimana jembatan seraya bergetar dan bergoyang ketika dilintasi 

"Kita takut bang saat melintas di jembatan ini, mana lantai papannya dari batang kelapa dan sudah lapuk, belum lagi tiangnya bergoyang saat kita lewati, yang pasti kita selalu was-was lewat titi ini, kita minta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan ini dan kalau bisa membangun jembatan baru, abang lihat juga banyak nelayan yang gak bisa melaut, karena boat mereka tertahan di anak sungai ini", ucap Anto berharap 

Diketahui jembatan ini memiliki panjang lebih kurang 25 meter dengan lebar 4,5 meter, dan patah pada Rabu tanggal 1 Februari 2017 lalu sekitar jam 21.00 WIB dalam kondisi hujan, beruntung dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun dari patahnya jembatan ini mengganggu perekonomian masyarakat sekitar, dan sampai saat ini belum juga diperbaiki. (Bud)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top