yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Setelah 20 Tahun Senyap, Angin Bahorok Muncul Lagi 9 Rumah Disapu Rata
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Danramil 06 Bahorok,Kapt Inf Joni Siagian saat menyerahkan bantuan sembako diterima kades Timbang Lawan ,Amru mewakili warganya. Baho...

Danramil 06 Bahorok,Kapt Inf Joni Siagian saat menyerahkan bantuan sembako diterima kades Timbang Lawan ,Amru mewakili warganya.


Bahorok-Metrolangkat.com

Diterpa angin Puting Beliung setidaknya  Sembilan rumah warga desa Timbang Lawan rusak parah ,bahkan satu diantaranya rata dengan tanah.Bencana dimaksud terjadi Sabtu,26/08 sekira pukul 18.oo Wib .Cukup singkat dan hanya melintas saja kata Abdul Munir (58 thn) warga dusun 8 desa Timbang Lawan yang mengaku meyaksikan kejadian itu.
                   
Awalnya hembusan angin itu putih mirip semburan air garam namun tiba-tiba berubah berwarna hitam  seakan menyapu bersih jalur lintasannya.Kata Munir,sangat kencang dan  cepat seakan tidak  kuasa  di ikuti oleh mata  mungkin di barengi takut dan rasa ngeri urainya. Dalam hitungan detik saja  beberapa rumah tetangga tertimpa pohon yang ada di sekitar rumah ujarnya.

Beberapa sumber di desa itu menyebutkan arah angin berasal dari pintu gua angin (Angin Bahorok-red) kawasan gunung kapur.Dari jalur lintas berasal dari daerah itu malah beberapa  pohon seperti karet,durian dan kelapa sawit di perkebunan warga di kawasan Sungai Landak dan Salang Pangeran turut  berpatahan malah ada yang terbongkar .


Menurut warga sudah lama angin Bahorok tidak turun gunung,terakhir sekira tahun 1997 yang membuat geger wilayah Langkat Hulu akibat banyaknya pohon serta rumah warga yang rusak.Kala itu tanaman perkebunan PT PP Lonsum dan PT PN 11  tidak sedikit mengalami kerugian  akibat kerusakan kata sumber seakan mengenang.
                  
Salah seorang korban  ,Syamsul Arifin (39 thn) warga dusun 8 Timbang Lawan,saat ditemui di lahan eks rumahnya  sudah rata dengan tanah mengaku sedih dan tidak menduga bencana itu menimpa .Usai mandi sore istri saya (Ani-red) beserta dua sibuah hati kembar berumur 10 tahun berada di rumah.Saya berada di seberang mengembalakan kerbau yang  kerap di jadikan kerbau beban melansir hasil bumi warga kata Arifin tersedu.


Murni diterpa angin karena tidak ada pepohonan di sekitar rumah,sekejab saja rumah doyong dan ambruk ke tanah.Tujuh tahun mendiami rumah gubuk  berukuran 6 X 8 M kini tinggal lapaknya saja dan material kayu serta tepas dan atap rumbia rusak semua timpal Arifin.Disinggung tentang tanda bakal mengalami  petaka,Arifin menghela nafas dan  wajahnya  seketika mendung lalu berkata bermimpi tiga hari berturut-turut sebelum bencana bertemu dengan almarhum ayah (Amir Hasan) yang telah meninggal 13 tahun silam.


Tidak ada saling sapa,almarhum hanya memperhatikan saya seakan ada sesuatu yang hendak di sampaikannya dan itu berulang selama tiga hari   ujarnya mengenang.Hanya pasrah saja dengan petaka yang menimpa kata pria bekerja sebagai penjual jasa tenaga yang mengandalkan hewan kerbau miliknya untuk  melansir hasil bumi warga dari daerah seberang sungai Bahorok.


Sementara  Danramil 06 Bahorok ,Kapt Inf Joni Siagian pada Minggu 27/08 seusai piket di Kodim 0203 Langkat  langsung  turun ke lapangan membawa sembako bantuan.Meringankan beban keluarga korban bencana angin puting beliung  yang tidak di prediksi sebelumnya ujaranya.Kiranya korban memanfaatkan bantuan dan  senantiasa waspada  trehadap alam .


Siagian menghimbau kiranya masyarakat jeli tentang pepohonan yang ada di sekitar rumah jika sudah merasa kurang nyaman sebaiknya di tebang saja agar tidak teriulang bencana serupa ujarnya sembari menyerahkan bantuan  berupa  Beras,minyak goreng,gula dan mie instan.Agus Tina Br Sembiring (39 thn) salah seorang warga penerima bantuan saat ditemui mengaku Danramil 06 cukup peduli dengan nasib kami (korban angin-red).

Istri  M Aldun di sapa Jidun menambahkan akan memanfaatkan bantuan sebaik mungkin untuk keluarga ujarnya sembari haturkan terima kasih atas bantuan itu.  Ditempat yang sama kepala desa Timbang Lawan Amru saat dikonfirmasi mengatakan bencana itu menimpa warganya di tiga dusun yakni dusun 1 ,dusun 7 dan dusun 8.

Selain pohon tumbang menimpa rumah ,angin juga merobohkan satu unit tiang Perusahaan Listrik Negara (PLN) di dusun 7 akibatnya satu malam warga sekitar tidak mendapat penerangan ujarnya.Laporannya segera kita sampaikan ke  dinas sosial ,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  melalui kecamatan kata Amru.(mg/yoga)
    


   .
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top