yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Politeknik Port Dickson Malaysia Gelar Penelitian di Puing Reruntuhan Istana Sultan Langkat
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Tim Penelitian Politeknik Port Dickson Malaysia Tanjung Pura – Metrolangkatbinjai.com Menyusuri bangunan peninggalan sejarah yang b...


Tim Penelitian Politeknik Port Dickson Malaysia


Tanjung Pura – Metrolangkatbinjai.com


Menyusuri bangunan peninggalan sejarah yang berada di pusat Kesultanan Negeri Langkat, mendorong mahasiswa Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia sedang melakukan kajian dan penelitian Seni Bina Bangun pada beberapa bangunan bersejarah di Langkat menjadi sebuah bentuk kerja dua negeri yang memiliki resam budaya Melayu untuk Perancangan Pembangunan Cagar Budaya Istana Kesultanan Negeri Langkat  yang dilaksanakan oleh Politeknik Port Dickson Malaysia dan LP3I Binjai sebagai pelaksana akademisi penciptaan Reka Ulang Bangunan Istana Kesultanan Negeri Langkat.


Dalam kesempatan tersebut, Ikatan Putera Puteri Amir Hamzah (IPPA) Tanjung Pura yang ditunjuk sebagai pendamping selama penelitian di istana Darul Aman, istana Darussalam dan Masjid Azizi dan Direktur Project Herri Trisna Frianto,ST,MT yang bertindak selaku Ketua Umum Konsorsium Maha Karya Nusantara Serumpun Asia (MANUSEA).


“Saya sangat mengapresiasi penelitian ini karena ini akan menjadi wawasan serta pengetahuan bagi generasi muda  Langkat yang banyak tak tau bagaimana kondisi istana yang telah dimusnahkan 71 tahun silam karena selama ini kita hanya bisa dapatkan photo-photo lama dan itupun hanya tampak dari depan saja”, ujar Muhammad Nazli selaku Ketua IPPA kepada Metro Langkat, Senin (21/08).


Rombongan mahasiswa bergerak melakukan kajian lapangan kebeberapa puing reruntuhan bangunan yang masih tersisa dari bangunan bersejarah yang merupakan tapak Istana Darul Aman dan Istana Darussalam yang sekarang berdiri diatasnya bangunan Pendidikan Madrasah Aliyah Negeri yang berhadapan dengan Sekolah Dasar Negeri yang berada di jalan Tengku Amir Hamzah Tanjung Pura serta Mesjid Azizi Tanjung Pura yang masih berdiri kokoh.


Adapun mahasiswa yang tergabung dalam penelitian dan penyelidikan dari Politeknik Port Dickson Malaysia ialah Uroman Bin Samolan (930924-02-5461), Affan Raimi Bin Azli (940517-10-6079), Muhammad Ammar Bin Abdul Aziz (960617-08-6667), Umi Syamimi Bt Mohamad Mazlan (970301-05-5214), Nurul Syuhada Bt Ahmad (941029-14-5613), Farra Nadia Bt Mohd Rozlan (970225-14-5778),


 Nur Afiqah Bt Alias (951001-10-5580), Nur Izaida Bt Aznan (951204-10-6688), Nurul Adilah Bt Mohd Amin (920620-04-5448), Nursuhaila Bt Hassan (960422-05-5342), Nur Shahirah Bt Zainal (970403-14-7160), 

Syaza Aimunni Bt Shazali (970406-14-5232), Wan Ahmad Syafiq Bin Wan Nasir (960107-03-5229), Muhammad Amri Bin Mohd Affendi (950515-03-5069, dan Muhammad Afiq B. Murad serta Muhammad Nazli selaku ketua IPPA beserta stafnya Abdal ditunjuk sebagai koordinator pendampingan mereka selama di Langkat.


“Kita sudah tiga hari berada disini melakukan penelitian dan direncanakan sampai 10 hari yang dimulai dari tanggal 19 Agustus hingga 28 Agustus 2017”, ujar Dr. Isham Shah Bin Hassan selaku ketua tim penelitian dan penyelidikan dari Politeknik Port Dickson kepada Metro Langkat, Senin (21/08).


“Sebelumnya kita sudah melakukan penelitian ke situs Kota Tua Jakarta, istana Pagaruyung yang berada di Batusangkar Sumatera Barat, Kemudian kita sudah lakukan penelitian di istana Lima Laras di Kabupaten Batubara, Istana Maimon di Medan dan saat ini kita sedang meneliti istana Darul Aman, istana Darussalam dan Mesjid Azizi yang berada di Tanjung Pura Kabupaten Langkat”, jelasnya melanjutkan.


“Istana Darul Aman dan istana Darussalam Kesultanan Negeri Langkat yang berada di Kota Tanjung Pura ini hancur tinggal puingnya saja setelah peristiwa Revolusi Hitam pada Maret 1946 yang silam sehingga kita akan lakukan penelitian dan penyelidikan untuk merekontruksi dan menggambar ulang dua Istana Kesultanan Negeri Langkat tersebut”, ungkapnya lagi.


“Kami merujuk pada dokumentasi photo-photo lama dan keterangan dari para saksi yang masih hidup serta keluarga kesultanan Negeri Langkat”, terangnya. “Penelitian ini hasilnya memang tak 100% akan kita dapatkan, tapi hasilnya hampir serupa dengan bentuk aslinya karena ruangan, motif pada Istana Darul Aman dan Istana Darussalam perlu dilakukan pengkajian yang lebih dalam lagi”, jelasnya lagi. ”Namun azas (fondasi) sudah kita dapatkan hasil gambarnya setelah kita lakukan pengukuran langsung ke titik lokasi yang sebenarnya”, terangnya.


“Istana Darussalam dan istana Darul Aman hampir menyerupai istana Maimon yang ada di Medan karena dahulu ada persamaan sejarah dan bisa kita lihat jarak antara Langkat dan Medan juga tak jauh dan bisa dikatakan berdekatan”, sambungnya. “Dan orang Melayu kalau mau membangun rumah, pintunya selalu menghadap kiblat agar sirkulasi udara masuk kedalam rumah bagus”, ungkapnya menjelaskan.


“Kedua istana Kesultanan Negeri Langkat sungguhlah kaya akan motif yang penuh dengan makna filosofi kehidupan masyarakat Melayu. Selain itu kedua istana ini sangatlah indah dan megah dan menawan hati jika kita melihatnya karena Kesultanan Negeri Langkat di jaman itu sungguhlah kaya dikarenakan hasil perkebunan dan minyak Bumi”, jelasnya lagi. 


“Hal ini tentunya disebabkan diantara Kesultanan Melayu Sumatera Timur pendapatan Sultan Langkat yang paling besar pada masa itu dan bisa kita katakan Langkat pada masa itu adalah Brunei saat ini”, terangnya. “Selama penelitian di puing-puing reruntuhan, saya membayangkan betapa megahnya istana kala itu”, lanjutnya lagi.

“Saya sangat takjub dengan istana Langkat dan saya memprediksi istana Langkat adalah istana termegah, lebih luas dan besar di Sumatera Timur“, ucapnya takjub. “Saya sangat berharap kepada pihak terkait agar dapat nantinya istana tersebut dibangun kembali”, lanjutnya.


“Hasil penelitian ini akan kita buatkan menjadi buku untuk diketahui oleh generasi muda melayu dan kepentingan riset dimasa mendatang dan nanti akan ada serah terima hasil dokumen penelitian dan penyelidikan ini kepada Sultan Langkat saat ini yaitu Sultan Azwar Azis”, ujarnya mengakhiri. (Gus)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top