yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Sssttt...!!! Katanya Udah Setoran Keatas,Judi " Singapore Station" Bebas Beroperasi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Game Judi Ikan.(ilustrasi) Medan - News Metrolangkat.com Pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) seperti Judi merupakan atensi Po...


Game Judi Ikan.(ilustrasi)

Medan - News Metrolangkat.com

Pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) seperti Judi merupakan atensi Polri katanya. Namun, permainan Judi " Singapore Station"  yang berada di jalan Brigjend Katamso Medan Kota dan Jalan Adam Malik Medan(keduanya berada dibelakang SPBU) tetap bebas beroperasi seharian penuh.


Hal tersebut seakan tak tersentuh aparat hukum, walau saat bulan puasa ramadhan dan terkesan tak menggubris Surat Edaran Wali Kota Medan No.503/5067 tanggal 15 Mei 2017 yang isinya, seluruh tempat usaha hiburan dan rekreasi harus tutup selama bulan Ramadhan.


Pantauan Patroli, Singapore Station tak ubahnya judi yang dibalut permainan (Games) anak anak selalu ramai dikunjungi orang dewasa untuk sekedar iseng atau menyalurkan hobi berjudi dengan menguras kantong dari 50 ribu hingga jutaan rupiah.


Sebelum melihat berbagai benda permainan menarik,terlebih dahulu pengunjung melintasi pengaman Singapore Station yang duduk di depan pintu masuk dan selanjutnya salah seorang karyawan menawarkan voucher yang nantinya akan ditukarkan koin berwarna yang memiliki nilai nominal dalam rupiah kepada karyawan yang ada pada setiap permainan.


Selanjutnya pengunjung yang bermain l ketangkasan seakan lupa waktu dan asyik bermain hingga kadang tak menyadari bahwa waktu dan isi kantong mulai terkuras.Dan jika pengunjung yang telah selesai bermain dan menang, langsung menukarkan koin nya dengan rupiah pada kasir.


Menurut Eko S Girsang yang selama ini sebagai Sekuriti di SPBU yang berada di Jalan Brigjend Katamso Medan Kota tersebut membenarkan bahwa Singapore Station buka 24 jam dengan pengunjung yang silih berganti.

"Liat aja yang main bang,banyak yang pake mobil dan tak hanya pria warga keturunan cina,tapi yang bermain di dalamnya juga orang kita,mau cowok atau cewek" katanya.


Selanjunya Patroli menanyakan tentang pemiliknya, Eko mengatakan bahwa pemilik Singapore Station yang berada di Jalan Katamso ini kayaknya sama dengan yang berada di jalan Adam malik Medan, seorang keturunan China yang bernama Asiong.

"Si Bos (Asiong) itu nggak pernah saya liat kemari bang,biasanya ada kepercayaannya,namun saya tidak tau siapa orangnya dan banyak juga oknum polisi yang nongkrong disini,kayaknya sebagai pengawasnya,makanya aman-aman aja ini," ungkapnya


Ditempat terpisah,salah seorang pengunjung yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Singapore Station buka selama 24 jam dan sepertinya tempat perjudian yang dibalut dengan permainan anak anak ini sepertinya tidak tersentuh aparat.

"Yang ngawasi aja kabarnya oknum aparat polisi dari sektor sini (Medan Kota) dan memang tidak kelihatan dia mengawasi bang,tapi mereka ada sekitar Singapore Station ini dan kabarnya uda setoran ke atasannya bang," pungkasnya.


Hal tersebut juga sama disampaikan BS,salah seorang pengunjung Singapore Station Jalan Adam Malik Medan  yang tak mau disebutkan namanya,bahwa Arena Permainan yang berada pada lantai dua (dibawah cafe) tersebut tidak pernah tersentuh aparat dan jarang pemberitaan media.

"Kabar uda ada setoran ke Oknum Aparat dan Oknum wartawan Media,biasanya yang mengkondisikan salah seorang wanita yang bernama MY yang selalu berada dilantai bawah, umpama CCTV dan tangan kanannya Bosnya yang bernama Wongso," katanya.


Selanjutnya BS juga menyampaikan bahwa Singapore Station Jalan Adam Malik yang selalu ramai dikunjungi di kendalikan oleh seorang seperti Managernya, Wongso.dan biasa nya anggotanya yang berada dilantai satu,baik berada di cafe maupun di SPBU yang selalu diarahkannya untuk menemui.

"Biasanya jika ada oknum aparat dan oknum wartawan yang menghubungi wongso dan direalisasikannya,maka anggota wongso yang di bawah yang mengatasinya atau memberikan " amplop berisi uang",biasa seorang wanita yang berinisial MY yang melakukannya.


Terpisah,Kabid Humas Poldasu, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan bahwa Perjudian yang ada harus diberantas. "Hal itu sudah Atensi Kapoldasu," ungkapnya.(Dasi)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top