yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kapolsek Tanjung Pura Dituding Tidak Adil
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Mauluddin  STABAT – Metrolangkat.com Polsek Tanjung Pura, dinilai tidak adil dan dianggap tebang pilih dalam penanganan kasus pencurian ...
Mauluddin


 STABAT – Metrolangkat.com

Polsek Tanjung Pura, dinilai tidak adil dan dianggap tebang pilih dalam penanganan kasus pencurian dan pemberatan sparepart Tower milik PT.Mitrateal yang terletak di Jalan Musyawarah, Kec.Tanjung Pura, Kab.Langkat pada tanggal 13 Februari 2017 lalu.

 Pasalnya, pada saat itu, penyidik Polsek Tanjung Pura, telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus tersebut, baik kasus pencurian pertama dan kasus pencurian kedua di tower yang sama.

 Hal ini diungkapkan Mauluddin (43), warga Dusun VIII., Desa Batu Malenggang, Kec.Hinai, saat mengunjungi Kantor Redaksi Metro Langkat, Selasa (18/7) sore.

Meurut salah tokoh pemuda di Kec.Hinai tersebut, dirinya pernah ditangkap dan ditahan oleh jajaran polisi Polres Langkat, Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Pura, pada 13 Februari 2017 dengan tudingan terlibat kasus pencurian dan pemberatan serta dikenakan Pasal 363 Ayat (1) Jo 480 KUHP.

 Pada saat itu, dari 5 yang ditetapkan sebagai tersangka, Mauluddin dan Muhammad Ikhwanul Ansari serta Abdilah, ditahan di Mapolsek Tanjung Pura. Namun, dari 3 tersangka yang ditahan, berkas tersangka Mauluddin dimajukan lebih dulu (split) ke Kejari Langkat.

Sementara, 2 tahanan lainnya, yakni Muhammad Ikhwanul Ansari (merupakan pelaku kasus pencurian kedua) dan Abdillah meski ditetaplkan sebagai tersangka pencurian tower, tapi yang bersangkutan menjalani penahanan karena kasus lain.

“Tapi anehnya, meski berkas kasus saya dilimpahkan dan saya divonis 4 bulan hingga saya bebas pada 14 Juni 2017 lalu, berkas kedua tersangka lainnya, yakni Muhammad Ikhwanul Ansari dan Abdillah, hingga sampai saya bebas dan membuat surat Permohonan Perlindungan Hukum ke Polres Langkat ini, masih belum dilimpahkan penyidik ke Kejari Langkat.
Ada apa ini sebenarnya? Sementara, berkas kami dibuat penyidik Polsek Tjg.Pura, meski di split, seharusnya tetap dilimpahkan ke Kejari Langkat sejalan dengan berkas saya meskipun mereka saat ini menjalani penahanan karena kasus lain,” ujar Mauluddin.

 Dikisahkan warga Hinai tersebut, pada tanggal 13 Februari 2017, dirinya ditangkap dan ditahan  di Polsek Tanjung Pura. Tanggal 14 Februari, dikeluarkan Surat Penangkapan dan Penahanan oleh penyidik dan dikenakan Pasal 363 ayat (2) KUHP.

  “Namun, pada tanggal 17 Februari 2017, saya disuruh meneken lagi Surat Penangkapan dan Penahanan dengan pengenaan Pasal 363 Ayat (1) Jo Pasal 480 Ayat (1) KUHP. Artinya, dalam 1 perkara saya, ada 2 Surat Penangkapan dan ada 2 Surat Penahanan.

Padahal, dalam kasus pencurian kedua, saya lah yang menangkap para pencuri batre Tower PT.Mitrateal. Tapi, saya malah ditangkap dengan tuduhan terlibat melakukan pencurian kasus pertama. Namun, kenapa saya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian ke 2?” ujar Mauluddin seolah tak percaya.

 Sementara, para tersangka lainnya, seperti Julian Ramadhan, yang juga terlibat dalam kasus yang sama, malah disebut-sebut penyidik Polsek Tanjung Pura dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sebenarnya penetapan DPO karena disebut-sebut masih melarikan diri, itu semua tidak benar. Sebab, tersangka yang ditetapkan penyidik berstatus DPO itu hingga saat ini masih terlihat bebas berkeliaran di Tanjung Pura seakan tidak ada masalah hukum di Polsek Tanjung Pura.

Terkesan, polisi sengaja membiarkan tersangka Julian Ramadhan berkeliaran karena tidak memiliki keberanian untuk menangkapnya. Apa mungkin karena Julian Ramadhan merupakan salah seorang Bandar Narkoba di Jalan Muisyawarah Tjg.Pura yang selama ini diketahui masyarakat sudah bermain mata dengan jajaran Polsek Tajg.Pura?” kesal Mauluddin lagi.

 Keanehan lainnnya, masih kata Mauluddin, sejak dirinya ditahan jajaran Polsek Tg.Pura, honor jaga malam Tower yang selama ini dibayarkan pihak PT.Mitrateal kepada pemilik lahan dan pemuda setempat, malah bisa diambil alih Kanit Reskrim Polsek Tg.Pura dan penyidik berinisial Brigadir Af.

 “Sejak bulan Maret 2017, honor jaga malam Tower sebesar Rp1.500.000 per bulan, diambil alih Kanit Reskrim dan penyidik Brigadir Af. Apakah Polisi (jajaran Polsek Tg.Pura) berhak dalam hal jaga malam tower PT.Mitrateal dan apakah Polsek Tg.Pura memiliki izin resmi dari Kapolres Langkat untuk menjaga Tower tersebut?” tandas Mauluddin.(RED)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top