yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Curhat Mantan Pecandu Narkoba Yang Insaf : Tuhan Memberikan Kami Jalan Melalui Ketua Cana
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Rumah rehabilirasi narkoba milik Ketua Cana yang telah menyembuhkan banyak pecandu Narkoba.\ Kuala- Metrolangkat.com Jumlah pecandu nar...
Rumah rehabilirasi narkoba milik Ketua Cana yang telah menyembuhkan banyak pecandu Narkoba.\

Kuala- Metrolangkat.com

Jumlah pecandu narkoba di Negeri ini memang sangat mencengangkan. Sangkin membludaknya penguna narkoba, Pemerintah mengeluarkan statmen kalau Indonesia dalam kondisi darurat Narkoba. Sosialisasi terhadap bahaya narkoba jor-joran dilakukan.

Angaran buat pemberatasan narkoba juga  terus ditambah. Ternyata jauh jauh hari sebelum pemerintah sibuk-sibuk mengurusi wabah narkoba ini, Terbit Rencana PA SE telah mengambil langkah lebih dulu. Tokoh pemuda dari Langkat hulu ini mendirikan rumah khusus buat para pecandu narkoba.

Rumah tersebut bukan untuk tempat menghisap narkoba melainkan sebagai pusat pemulihan bagi mereka-mereka yang telah terlanjur terjerumus dalam lingkungan narkoba.

Ditempat itu para pengguna Narkoba dirawat. Mereka dibina agar sadar dan kembali kejalan yang benar alias hidup tanpa narkoba. Langkah awal yang diambil Terbit Rencana PA SE adalah membersihkan anggotanya yang terlibat narkoba.

Ketua Cana, begitu biasa dia disapa, merupakan Ketua MPC- Pemuda Pancasila di kabupaten Langkat. Siapapun anggota PP (Pemuda Pancasila-red) yang terlibat narkoba akan langsung direhabilitasi oleh Ketua Cana. Bagi Ketua Cana, anggota PP harus bebas dari narkoba.

Sekitar 6 tahun lalu panti rehabilitas narkoba tersebut dibangun olehnya. Disini semuanya serba gratis. Semua biaya yang dibutuhkan oleh warga binaan panti rehab Ketua cana ditangung olehnya. Bahkan, makanan para warga binaan sama dengan apa yang dimakan Ketua Cana.

Lalu seperti apa dan darimana saja asal warga binaan tersebut,,? Berikut liputan wartawan anda saat menyambangi rumah pembinaan Ketua Cana.  

Menjadi seorang pecandu narkoba jenis Sabu tentu bukanlah cita-cita dari Hoby Ginting (40) mantan pasukan elite kepolisian dari Detasemen Brimob Kompi A Binjai, begitu pula dengan Surya Darma Tarigan (37) mantan Benhara PP Pangkalan Berandan.

Meski di sebagian benak generasi muda khususnya Langkat mengisap sabu telah menjadi lifestyle ‘kebanggaan’ saat ini. Terbukti, 79 persen penghuni tahanan Narkoba diisi oleh pemuda berusia 45 tahun kebawah,  namun etika dan moral di masyarakat khususnya keluarga, pemakai narkoba adalah aib.

Banyak faktor orang terseret ke dalam rayuan narkoba. Awal pemakai narkoba bukanlah kecelakaan, namun karena rasa ingin tahu, penasaran, ingin mencoba, gaya hidup,penambah stamina (Doping) dan lain sebagainya mengalahkan akal sehat.

Hoby Ginting semisal, akrab disapa sahabatnya dengan panggilan Oby Keling. Dia adalah mantan seorang pecandu narkoba yang sempat 'bersahabat' dengan narkoba selama puluhan tahun. Sekian lama jatuh bangun menjalani kehidupan kelam seorang pecandu, bahkan pengaruh Sabu menamatkan karirnya sebagai anggota pasukan elite Brimob Polri.

Hingga suatu ketika sebuah mujizat  meneranginya setelah dibina dirumah pembinaan Terbit Rencana PA.SE di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Jelas, untuk mengubah gaya hidup suram menjadi gaya hidup sehat seperti umumnya manusia normal. Tentunya tidak mudah dilakukan seorang Oby Keling, namun setahap demi setahap Oby menemukan titik terang dari perjalanan suram masa lalunya yang hampir tak ada impian masa depan di dalam benaknya saat itu

 “Karena narkoba, hancur aku bang, adik-adiku yang lelaki semua udah kena bacok kalo lagi sakau, begitu pula di Brimob, aku dipecat karena Sabu Jahanam ini, Alhamdulillah, kepedulian ketua Cana (demikian dia memanggil nama Terbit Rencana PA-red) sekarang aku sembuh, cuma aku ga mau pulang lagi kerumah, biarlah aku disini membantu ketua” Ujar pria 5 orang anak ini sedikit berliinang air mata.

Senada dengannya, Surya Darma Tarigan mengungkapkan kisah nyatanya. Pria berperawakan gagah, tegap, raut wajah mengekspresikan optimisme saat bertutur kisah. Dilahirkan di Pangkalan Berandan, pria berusia 37 tahun ini sanggup bangkit dari keterpurukan hidup akibat godaan narkoba, yang dulu dengan antusias digelutinya hingga membuatnya harus bercerai dengan istri tercinta. Tiada hari tanpa narkoba, mungkin motto yang cocok untuknya, saat itu.

Masa kecilnya dilalui riang gembira di kota minyak Pangkalan Berandan. Namun seiring pertumbuhan dan perkembangan jiwa pemuda yang berkecimpung didunia kepemudaan (Ormas PP-red), hal-hal baru sangat menarik perhatiannya. 2003  adalah tahun tahun yang tak bakal dilupakannya.

Angka keramat saat dirinya terpenuhi rasa penasaran dan keingintahuan tentang sesuatu yang dianggap ‘keren’ namun keliru yang tak disadarinya, saat itu. Surya Darma Tarigan mencoba barang jenis narkoba untuk pertama kalinya pemberian dari teman-teman di Ormas.

“2003 bang, aku dikenalkan Sabu sama kawan, katanya ga paten kalo ga nyabu, padahal orang tua jauh-jauh sebelumnya udah pesan, kasih peringatan, jangan coba-coba narkoba.

Namun aku ga open (peduli-red) lantak sian, gitu aku bilang bang. Rupanya keputusan yang aku ambil waktu itu salah. 2005 aku sempat berhenti bentar karena mau bebini bang, ga lama kumat lagi, hingga anak-biniku meninggalkan aku bang.” tuturnya tersenyum sembari menghidangkan segelas kopi

Tak cukup hanya itu katanya, kian hari Surya Darma Tarigan semakin fasih dengan nama-nama narkoba yang dikonsumsinya. Dari narkoba Sabu dan pil menjadi ‘sahabat’ yang dicintainya selama beberapa tahun hingga rentang waktu yang cukup panjang.

Di waktu-waktu itulah kesehariannya dilalui dengan ketergantungan dengan Sabu. tentu saja secara sembunyi-sembunyi hal itu dilakukannya.

Namun Tuhan berkehendak lain, sepandai tumpai melompat sesekali jatuh juga, perjalan Sabu Surya Darma Tarigan berakhir ketika ketua MPC PP Kab.Langkat Terbit Rencana PA.SE datang bersama team buru sergap menjemputnya paksa dan membawa ke Pondok Pembinaan Narkoba sang ketua di Kuala (Langkat).

“Awalnya gak mau direhab. Tidak ada kesadaran untuk rehab namun karena Ketua Besar (Cana-red) sangat benci Narkoba memaksa, akhirnya pertama aku dibawa ke pondk untuk rehabilitasi, ada penyangkalan dalam diri bang, aku tuh gak bermasalah,’ namun seiring waktu semua terjawap, ternyata aku sakit,” katanya, sembari mengatakan juga tidak berniat kembali ke Berandan dan mengabdikan diri dengan berkerja di rumah sang ketua besar Cana.


Menjalani rehabilitasi sangat tak mudah bagi keduanya. Oby Keling dan Surya Darma Tarigan harus ‘jatuh bangun’. Keluar masuk rehab. Beberapa kali menjalani ‘treatment’, 5 hingga 10 bulan, akhirnya membuat kedua pecandu ini sembuh total, bahkan keduanya sempat berpesan kepada generasi muda selanjutnya untuk segera menghindari narkoba.

“Hal yang patut disadari adalah narkoba itu penyakit. Penyakit yang merusak sel-sel tubuh kita. Pertanyaanku simple saja, kau mau investasi penyakit dalam tubuh kau atau tidak? Hindari Narkoba sekarang juga, aku ini Contonya, hancur lebur semua”

“Kami Bukan penjahat, kami hanya tersesat, kami masih Punya bakat dan kami masih bisa bertobat” Ujar mereka serempak.(wis)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top