yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: 4 Nelayan Brandan Ditangkap Polisi Malaysia
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
sampan nelayan sandar.(budi) P. Brandan-Metrolangkatbinjai.com Untuk kesekian kalinya Polisi Diraja Malaysia menangkap boat nelayan panc...
sampan nelayan sandar.(budi)


P. Brandan-Metrolangkatbinjai.com

Untuk kesekian kalinya Polisi Diraja Malaysia menangkap boat nelayan pancing asal Pangkalan Brandan Kab Langkat, saat sedang melaut mennagkap ikan di perairan Selat Malaka, dengan nama kapal (Boat) Sahara bernomor lambung PB 645, yang ditumpangi empat nelayan asal Kel Sei Bilah Kec Sei Lepan Kab Langkat

Kapal ini dinakhodai oleh Herman (46) beserta ketiga Anak Buah Kapal (ABK), bernama Lukman Hakin Saragih (32),Reza Syahputra (24) ketiganya warga Sei Bilah Kec Sei Lepan, dan Irwan Sofyan (21) warga Desa Teluk Meku Kec Babalan Kab Langkat

Informasi yang diterima Metro Langkat, penangkapan ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga nelayan yang ditangkap, pada Kamis (6/7) sekitar jam 11.00 WIB, dimana salah satu keluarga mendapat telephone dari pihak Kepolisian Diraja Malaysia, bahwa keempat nelayan penumpang boat Sahara sudah ditangkap, dan dibawa kepenjara Penang Malaysia

Namun pihak keluarga tidak mengetahui pasti, kapan keempat nelayan ini ditangkap, karena komunikasi langsung terputus. "Kita mendapat telephone yang katanya mengaku dari polisi Malaysia, memberitahukan kalau keempat nelayan ini sudah ditangkap dan dibawa ke Penang, saat mau ditanya kapan ditangkap, telephone langsung terputus" , ucap Dekgab salah satu keluarga nelayan sambil menangis

Diketahui sebelumnya, keempat nelayan acar (Pancing) ini berangkat pada Rabu (28/7) sore, dan pihak keluarga mendapat kabar pada Kamis (6/7) pagi, kalau keempat nelayan ini sudah ditangkap dan berada di penjara Penang Malaysia

Ketua HNSI Kab Langkat Zulham Efendi, saat dikonfirmasi terkait berita penangkapan keempat nelayan ini mengatakan, "Kita sudah mendapat kabar kalau ada empat nelayan kita yang ditangkap Malaysia saat sedang melaut, berita ini sudah kita sampaikan ke pusat dan sedang kita upayakan untuk mengurusnya, untuk keluarga kita harap bersabar karena semua masih dalam pengurusan", ucapnya

Sementara itu, Azhar Kasim selaku Direktur Rumah Bahari Langkat, sangat menyayangkan perlakuan penangkapan nelayan Indonesia oleh Polisi Diraja Malaysia, dan meminta Pemerintah Kab Langkat dan Pemerintah Pusat untuk bertindak tegas dalam membela hak-hak nelayan

"Stahun sudah pahlawan protein bangsa melaut sacara nyaman di perairan antara Indonesia - Malaysia, tepat di tanggal 6 juli Rumah Bahari kembali mendapat kabar dari keluarga korban 4 nelayan Acar/pancing asal Swi Bilah Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat ditangkap Malaysia saat sedang melaut

Kejadian berulang setiap tahunnya yang di alami para nelayan pangkalan Brandan dengan model yang sama atau tuduhan memasuki perairan malaysia, lemahnya pengamanan laut di wilayah perairan Indonesia dan pengetahuan nelayan tradisional terhadap batas wilayah indonesia serta advokasi kepada nelayan yg sering menjadi korban

Baik itu datangnya dari pihak dalam negeri maupun luar negeri, pemberintah KabLangkat, Pemberintah Propinsi Sumatera Utara serta Negara harus hadir memberi dukungan dalam mensosialisasikan hukum laut dan advokasi hukum terhadap pahlawan protein ini, dan kita minta Pemberintah jangan mengabaikan pristiwa ini, dengan segera memberikan bantuan dan perlindungan hukum terhadap para nelayan yang ditangkap untuk segera di bebaskan", ucap Azhar Kasim (Bud)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top