yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Terlibat Pembunuhan Aipda Jakamal Tarigan : Lembu Ditembak Dibatang Toru, Tewas Dalam Perjalanan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Lembu yang diamankan dari Batang Toru saat dirumah sakit.(Ist) Batang Toru- Metro Langkat Berahir sudah drama pelarian Soza Nolu Lembu a...
Lembu yang diamankan dari Batang Toru saat dirumah sakit.(Ist)


Batang Toru- Metro Langkat

Berahir sudah drama pelarian Soza Nolu Lembu alias Lembu (35) warga Jln Pembangunan Pasar 4 Tanah Garapan Helvetia- Medan ini. Salah seorang pelaku penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya Aipda Jakamal Tarigan tersebut diringkus dari kawasan Bukit Harapan Dua Aek Sebatang, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (7/6) sekitar pukul 09.35 Wib oleh Tim gabungan pimpinan Kasudit-3 Reskrimum Poldasu AKBP.Faisal Napitupulu SIK
Saat akan diamankan, pelaku sempat berupaya kabur dengan cara menyerang petugas dengan senjata tajam ditangan.  Petugas yang mendapat serangan langsung mengambil langkah dengan melumpuhkan pelaku dengan menghadiahi timas panas.  Tembakan petugas membuat pelaku tak berdaya dan roboh ketanah.
Lembu terkapar tak berdaya usai dihadiahi timah panas petugas

Dalam kondisi tertembak, petugas berupaya memberikan pertolongan kepada pelaku dengan membawanya keluar dari lokasi persembunyianya. Namun, karena jauhnya jarak tempuh dari lokasi untuk mendapatkan rumah sakit,  ditengah perjalanan tersangka menghembuskan napas terahirnya.

Informasi yang didapat Metro Langkat dari Grup WhastApp menyebutkan, penangkapan ini berawal pada Selasa tgl (6/6/2017) dimana Tim gabungan mendapatkan info keberadaan tersangka di Sibolga.

Berdasarkan info tersebut tim melakukan penyelidikan ke Sibolga , kemudian di peroleh informasi bahwa keberadaan tersangka berada di rumah saudaranya yang ada di Wilayah hukum batang Toru, selanjutnya Tim bergabung dengan tim Polres Tapsel dan Polsek batang Toru kemudian tim menuju ke rumah tersebut.
Tak buang-buang waktu lagi, Rabu (7/6) pukul  00.30 WIB dini hari tim gabungan melakukan penggeledahan terhadap 2 rumah di kelurahan Ria Niate namun tidak di temukan tersangka.

Selanjutnya berdasarkan info dari salah seorang kerabat tersangka bernama Januarman Halawa, tersangka berada Dusun Aek Samata dengan kondisi Medan tidak bisa di lalui dengan kendaraan hingga tim terpaksa menempuh perjalanan menyusuri bukit selama 3  jam perjalanan.

Kerja keras petugas ahirnya membuahkan hasil. Tersangka ditemukan berada di kamar dengan membawa sebilah pisau di tangan kiri dan mencoba lari dengan menyerang petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas dengan menembaknya.

Akibat luka tembak tersebut, petugas berupaya membawa tersangka ke rumah sakit untuk pertolongan, tapi diperjalanan  tersangka menghembuskan napas terahirnya. Sebelumnya  Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan, melakukan pengejaran terhadap dua pelaku pembunuhan menewaskan Aipda Jakamal Tarigan setelah sebelumnya  telah mengamankan empat tersangka Minggu (4/6).

Keenam tersangka yang melakukan pembantaian terhadap korban yakni Lisman Giawa alias Pak Agus (40) warga Serba Guna Ujung Gang Damar, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Ayu Giawa, Jhoni Hartono Zebua alias Tena (33) warga Jalan Antariksa, Karang Sari Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Faigi Zaro Zega alias Pak Robert (51) warga Jalan Merbau Depan Puskemas Labuhan Deli Desa Helvetia (areal tanah garapan) Kecamatan Labuhan Deli dan Soja Lembu serta Morali Gule (36) Jalan Serba guna Ujung Gang Merbau Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli.

Sekedar menyegarkan ingatan, Jakamal Tarigan merupakan anggota Satuan Narkoba Poltabes Medan. Ia  tewas dibacok massa di Jalan Serbaguna Ujung, Pasar 4, Desa Manunggal, Jumat (2/6) lalu, karena berusaha melerai pertengkaran antara warga Jalan Serbaguna dan penduduk Pasar 4, Gang Damar yang mayoritas suku Nias.

Menurut Kapoltabes Medan Sandi Nugroho, Aiptu (Anumerta) Jakamal, oleh warga telah dianggap sebagai Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di lingkungan Jalan Serbaguna. Sehingga kalau ada masalah, warga lekas menghubunginya dan meminta bantuannya.

Nah, saat konflik terjadi, malam itu, ada warga yang mendatangi rumahnya dan meminta tolong agar melerai kedua pihak yang berkonflik. Tanpa banyak tanya, Aiptu Jakamal segera turun tangan. “Jam 23.00 wib, bentrok sudah reda. Kedua pihak dijembatani. Namun ternyata begitu pisah, satu kelompok warga itu tidak puas dengan hasil keputusan tersebut dan balik menyerang anggota kami, Aiptu Jakamal.

Mereka disinyalir telah mabuk oleh tuak,” beber Sandi. Lebih jauh Sandi menerangkan Aiptu Jakamal diserang dengan dibacok. Ia mengalami sejumlah luka tusukan. Kepala RS Bhayangkara Kombes Pol Dr Nyoman Nasutian memerinci, Aiptu Jakamal mengalami luka tusukan yang fatal di dada kiri dan kanan sehingga mengakibatkan pendarahan hebat.

Selain itu, ia juga mengalami luka sayatan di pundak bagian belakang, tusukan di perut. Dan sejumlah luka lecet. Korban sempat dilarikan ke RS Sinar Husni selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara. “Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit lantaran kehabisan darah,” ungkap Nyoman. (Red)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top