yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Tak SenanG Boroknya Diungkap : Direktur RSUD Aceh Tamiang Ancam Polisikan Sumber Berita
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
KUALA SIMPANG –Metro Tamiang Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Azis, (tengah), bersama tenaga medis saat memperlihatkan peralatan ope...


KUALA SIMPANG –Metro Tamiang
Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Azis, (tengah), bersama tenaga medis saat memperlihatkan peralatan operasi berteknologi 

Terkait pemberitaan dugaan permainan uang jasa pelayanan medis yang dilansir berulangkali di media ini, membuat Direktur RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, SKM, M.Kes, emosi. Bahkan, dengan penuh rasa marah, akan Polisikan Pembocor Data (sumber berita-Red).

Hal itu disampaikan Ibnu Azis, saat menghubungi Metro Tamiang melalui ponselnya, Rabu (14/6).

Sekedar diketahui, mencuatnya informasi tentang dugaan permainan uang jasa pelayanan medis di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang akhir-akhir ini, akibat sikap tidak persuasip yang ditunjukkan oknum Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini terungkap, ketika seorang warga mayarakat, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mempertanyakan tentang uang Jasa Medis salah seorang keluarganya. Warga tersebut, menila jika penyaluran uang jasa medis oleh pihak manajemen RSU milik pemda tersebut, tidak sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Aceh Tamiang No.863 Tahun 2015 tentang Penetapan Formulasi Perhitungan Biaya Jasa Medis dan Biaya Jasa Ambulan bagi pemberi jasa pelayanan kepada pasien umum di RS tersebut

Menurut warga tersebut, pada rincian Formulasi Perhitungan Biaya Jasa Medis Dan Biaya Jasa Pelayanan Ambulan bagi pemberi jasa pelayanan pasien umum di RSUD Aceh Tamiang, sesuai dengan Keputusan Bupati Aceh Tamiang No. 863 Tahun 2015 tentang Penetapan Formulasi Perhitungan Biaya Jasa Medis dan Biaya Jasa Pelayanan Ambulan Bagi Pemberi Jasa Pelayanan Kepada Pasien Umum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya menduga, ada permainan yang dilakukan oleh oknum Ketua Komite Keperawatan  RSUD Aceh Tamiang itu," ujar sumber media ini.

Sepengetahuan sumber masyarakat, Ketua Komite Keperawatan RSUD Aceh Tamiang tersebut, terindikasi dengan sengaja melakukan kesalahan tentang rekapitulasi data dalam memberikan point tentang pemberian uang Jasa Medis kepada si penerima Jasa Medis yang bertugas di RSUD Aceh Tamiang.

"Sementara, sesuai Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang No. 863 Tahun 2015  tersebut, salah satu Variabel Penilaian berdasarkan tingkat atau eselon penerima dana jasa pelayanan, diantaranya diberikan kepada Direktur yang menerima 800 point, Kepala Bagian 200 point, Kepala Bidang 175 point, Kasie/Kasubag 150 point, Bendahara 85 point, Kepala Rekam Medik 50 point, Pengurus Barang 50 point, Verifikator 45 point, Koordinator/Rekam Medis Umum 35 point, JFU 20 point, PDPK 10 point dan PDPK lainnya 1 point," jelasnya.

Selanjutnya, masih menurut sumber, pada setrata pendidikan juga diberikan untuk yang S3 menerima 25 point, S2 20 point, S1 Profesi 15 point, S1/D-IV 10 point, D-III 5 point dan SMA sederajat 1 point. Kemudian pada Status Kepegawaian, diantaranya PNS 6 point, PDPK 3 point serta PDPK lain 1 pint.

Sumber membeberkan, kepada yang masa kerjanya sudah masuk 9 s/d 11 Tahun, menerima 9 point, 6 s.d 8 Tahun 7 point, 3 s/d 5 Tahun 5 point dan Kurang dari 2 Tahun 1 point. Kemudiam pada Kepangkatan, diantaranya Golongan IV menerima 60 point, Golongan III 20 point dan Golongan II/I menerima 1 point

Selanjutnya, diberikan juga kepada Tugas Tambahan, seperti PA/KPA menerima 200 point, PPK 120 point, PPTK 90 point, Pejabat Pengadaan 80 point, Pejabat Penatausahaan Keuangan 40 point, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan 40 point, Pembantu Bendahara 30 point, dan Kasir serta Ketik Kirkes/VER menerima 25 point".

Menurut sumber, bekisar 20 yang lalu, dirinya telah bertanya kepada Ketua Komite Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, tentang dana jasa medis Keluarganya yang bertugas di RSUD Aceh Tamiang.

"Keluargaku itu adalah seorang Aparatur Sipil Negara yang bertugas di RSUD Aceh Tamiang ini, akan tetapi, mengapa Keluargaku, kau masukkan sebagai penerima Point 1?” ujar sumber mengulang pertanyaannya.

Anehnya, pada saat itu Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang melah coba berkilah dan dan menjawab bahwa data itu bukan dirinya yang membuat.

“Bukan aku yang membuat datanya itu Bang, yang membuat adalah anak buah saya," ujar sumber menirukan alasan Ketua Komite Keperawatan RSUD tersebut..

Lanjut masyarakat itu lagi, "Tetapi data itu salah, sebab Keluargaku itu adalah seorang PNS, kenapa diamprahkan dan tidak dikoreksi terlebih dahulu ?,"

"Kalau semua permasalahan itu dipulangkan sama aku, aku tidak sanggup, aku juga ada atasan," jawab Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang.

"Iya, data itu kau yang menandatangani, karena kau sebagai Ketua Komite Keperawatan,". Lantas Oknum Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang menjawab. "Begini aja bang, kalau ada yang mau di konfirmasi tentang masalah itu, abang konfirmasi saja sama Direktur Rumah Sakit," jelasnya.

Sebelumnya, masyarakat yang tak ingin disebutkan namanya itu juga menyakan kepada Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten, tentang salah seorang Aparatur Sipil Negara yang bertugas di RSUD Aceh Tamiang,  yang telah meninggal dunia namun masih diberikan uang jasa medis.

"itu orang yang sudah meninggal dunia kenapa masih di amprahkan dana jasa nedisnya, dan ada bukti ada bukti kehadirannya, sementara ASN tersebut sudah meninggal dunia," tanya masyarakat itu kepada Oknum Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang.

Dijawab oleh Oknum Ketua Komite Keperawan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, "itu sudah kesepakatan dari setiap kepala ruang, bahwa yang meninggal itu masih diberikan uang jasa medisnya, dan kalau tidak percaya, berita acara rapat tentang pemberian uang jasa medis kepada orang yang telah meninggal itu ada sama saya," jelasnya kepada masyarakat yang tak ingin disebutkan namanya.

Untuk mengetahui tentang kebenaran informasi itu, pada pada hari selasa (13/06/2017), bekisar Pukul 03 : 22 WIB, via seluler, dengan nomor tujuan "0823734XXXX", Metro Langkat 2 (dua) kali menghubungi Ketua Komite Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, namun tidak diangkat, lantas Metro Langkat mengirim SMS yang berisi konfirmasi, terkait seperti hal yang dimaksud.

Lantas pada pukul 17 : 55 WIB menjelang buka puasa Oknum Ketua Komite Keperawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang membalas SMS, dengan jawaban, "saya enggak bisa menjawab pertanyaan bapak sekarang. Tapi akan saya jawab semua, ketika kita ketemu. Direktur sudah merencanakan pertemuan dengan bapak, sekalian dengan orang yang memberikan laporan ke bapak itu. Biar semua jelas, dan tidak menjadi fitnah.

Lanjut Oknum Ketua Komite Keparawatan RSUD Kabupaten Aceh Tamiang lagi, " Kemungkinan bapak Direktur pulang besok, dan Kamis nya mudah - mudahan kita bisa ketemu. Terimakasih atas kerjasamanya. Mohon bapak bersabar. Maaf saya belum isi fulsa. Wasasalam," demikian isi SMS nya.

Terkait dengan pemberitaan Surat Kabar Harian Metro Langkat di Halaman Metro Tamiang, tentang "Dugaan Permainan Uang Jasa Medis di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang," pada hari Rabu tanggal 14 Juni 2017, bekisar Pukul 01:35 WIB, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis, S.Km, via seluler menghubungi wartawan Surat Kabar ini.

Tanpa direkam oleh Wartawan ini, pembicaraan tak berlangsung lama, kurang lebih 5 (lima) menit. Direktur RSUD Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis, S.Km mengatakan, "hari Kamis tanggal 15 Juni 2017, mengundang Wartawan ini, untuk duduk bersama dengan segenap Tim manejemen RSUD Aceh Tamiang dan pihak Kepolisian guna meminta keterangan, terkait dengan berita yang telah diterbitkan.

Direktur RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, dengan nada "kesal bercampur marah" juga mengatakan, akan mem-Polisikan orang yang telah membocorkan Data kepada Wartawan ini, yang telah memberitakan tentang Uang Jasa Medis di RSUD Aceh Tamiang.

"ini kita koordinasi Pak Rotuah. Saya sudah tau yang mencuri data RSUD itu, orang yang mencuri data itu akan saya laporkan ke pihak Polisi. Lanjutnya lagi. Bagaimana menurut Pak Rotuah hukumnya, orang yang memberitakan tentang RSUD Aceh Tamiang, tapi beritanya itu dari data RSUD Aceh Tamiang yang di curi oleh seseorang ?," tanya Direktur RSUD Kabupaten Aceh Tamiang kepada Kepala Biro Surat Kabar Harian Metro Langkat Provinsi NAD.

"Saya tidak bisa interpensi keinginan Pak Ibnu Azis selaku Direktur RSUD Aceh Tamiang untuk melaporkan yang Bapak katakan ada orang yang mencuri data tentang Uang Jasa Medis, itu hak bapak," jawab Wartawan ini.

Lebih lanjut Wartawan Metro Langkat/Tamiang mengatakan, "Tentang berita yang Pak Ibnu Azis katakan itu, sudah beberapa kali diterbitkan, setiap kali terbit tentu pihak RSUD Aceh Tamiang menerima, dan kemungkinan saat ini korannya ada di depan bapak. Coba Pak Ibnu Azis baca dan tela'ah, pada alenia mana, redaksi beritanya yang salah ?, atau menurut Pak Ibnu Azis, saya salah membuat beritanya ?" kata kru media ini.

Bekisar 5 (lima) menit, pembicaraan berlangsung antara Wartawan yang juga Kepala Biro Surat Kabar Harian Metro Langkat Provinsi NAD M. Rotuah, dengan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis, S.Km, dan diakhiri pembicaraan oleh Ibnu Azis agar Wartawan ini hadir pada hari Kamis tanggal 15 Juni 2017, Pukul 11:00 WIB untuk duduk bersama dengan Tim Manejemen RSUD Aceh Tamiang. Bahkan pada waktu yang dijanjikan, Ibnu Azis mengancam akan mengundang pihak Kepolisian Resort Aceh Tamiang. (Rotuah)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top