yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Belasan Guru Di SMPN 2 Stabat Menjerit, Tiap Cair Dana Sertifikasi Di Pungli
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Stop Pungli. Stabat- News Metrolangkat.com Belasan guru SMP Negeri 2 yang mengabdikan dirinya untuk mendidik dan memkberikan ilmu penget...
Stop Pungli.

Stabat- News Metrolangkat.com

Belasan guru SMP Negeri 2 yang mengabdikan dirinya untuk mendidik dan memkberikan ilmu pengetahuan kepada ratusan pelajar di sekolah tersebut, meradang. Pasalnya, setiap pencairan dana sertifikasi setiap tri wulan, selalu saja dilakukan pemotongan yang diduga atas perintah, Suardi, selaku Kasek SMPN 2 Stabat.

Informasi yang diperoleh Metro Langkat dari sumber yang layak dipercaya, pungli yang dilakukan tersebut terbilang sangat rapi. Dengan bermodalkan omongan atas perintah pimpinan, para guru tersebut tidak berdaya dan merelakan penghasilan dari dana sertifikasi tersebut harus berkurang.

“Mau gimana lagi, Mas. Habis katanya pemotongan itu sebagai ucapan terimakasih untuk pimpinan. Jadi walaupun gak ngerti dan merasa gak mampu untuk menolak, jadi ya kita kasih juga,” ujar sumber yang wanti-wanti minta namanya tidak dicantumkan dalam pemberitaan.

Menurut sumber, pungli dana sertifikasi ini tidak hanya terjadi pada saat pencairan dana sertifikasi untuk Bulan Mei 2017. Tapi pada pencairan tri wulan sebelumnya, pemotongan tersebut sudah terjadi.

Uniknya, perbuatan pungli tersebut mulai dikenakan pada awal pengurusan sertifikasi. Namun jika dana sertifikasi tersebut sudah diterima, maka para guru juga seperti diwajibkan harus membayar.

“Memang kalau tingkat SMP, pemotongan dana sertifikasi itu tidak begitu besar, berkisar Rp150-200 ribu per guru. Tapi ini sebenarnya tidak hanya terjadi di SMPN 2 saja, tapi konon terjadi hampir di seluruh SMP Negeri yang ada di Kab.Langkat,” ujar sumber yang masih merupakan kerabat dekat para guru tersebut.

Sementara itu, Kasek SMPN 2 Stabat, Suardi, saat dikonfirmasi Metro Langkat tentang tudingan perbuatan pungli pemotongan dana sertifikasi para guru setiap pencairan dana sertifikasi melalui ponselnya, mengaku belum mengetahui apakah sudah ada pencairan dana sertifikasi untuk bulan Mei 2017 atau tidak.

Menurut Suardi, dirinya berdalih baru saja pulang dari ibadah umroh dan belum mengetahui masalah pemotongan serta masalah pencairan dana sertifikasi.

“Maaf, saya baru saja pulang umroh dan masih di Medan. Saya belum pulang ke Stabat. Mungkin saya pulang ke Stabat pada hari Kamis (15/6). Saya belum tau dana sertifikasi udah cair apa belum. Begitu juga dengan masalah pemotongan, saya belum tau,” ujar Suardi berdalih, menjawab konfirmasi melalui ponselnya, Selasa (12/6).

Namun, apa yang disampaikan Suardi, selaku Kasek SMPN 2 Stabat tersebut terkesan seperti seorang pimpinan berjiwa pengecut, yang memanfaatkan alasan ibadah untuk menutupi kebohongannya.

Sebab, menurut keterangan sumber lain di sekolah tersebut, Kasek SMPN 2, Suardi, mengetahui benar dan ada di tempat pada saat pemotongan dana sertifikasi saat dikumpulkan oleh Bendahara Sekolah, seminggu sebelum dirinya berangkat ibadah Umroh.

Sumber juga menyebutkan, selama ini, dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang memang merupakan hak para pelajar di sekolah tersebut, konon juga dilakukan pemotongan sebesar Rp10 ribu per siswa.(rud)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top