yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Sofia Si Bocah Malang Itu, Ahirnya Dirujuk Ke Rumah Sakit Bidadari
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Padang Tualang – News Metrolangkat.com “Meski setandan bagai Kelapa, nasib badan berbeda-beda”, begitulah agaknya pepatah yang bisa me...


Padang Tualang – News Metrolangkat.com

“Meski setandan bagai Kelapa, nasib badan berbeda-beda”, begitulah agaknya pepatah yang bisa menggambarkan nasib seorang anak kecil yang tinggal di dusun IV Tambak Rejo desa Tebing Tanjung Selamat kecamatan Padang Tualang kabupaten Langkat.

Bocah perempuan malang tersebut masih sangat mungil, usianya masih bisa terbilang baru berumur jagung, masih setahun tujuh bulan.

Bocah itu bernama lengkap Sofianandita yang akrab dipanggil orangtua, kerabat dan tetangganya dengan sebutan Sofia. Ia anak ketiga dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Jumiadi dan Parliana yang telah lama menantikan seorang anak perempuan dikala itu.

“Pada saat lahir, ia dalam keadaan normal tetapi dibagian belakang punggungnya tumbuh benjolan karena itu ia sulit tidur, sering nangis kalau ditidurkan”, ucap ibunya, Marliana (40) saat diwawancarai Metro langkat pada Minggu (07/05) sekitar pukul 15.30 WIB di rumahnya yang disaksikan oleh beberapa orang tetangga yang sengaja keluar rumah untuk melihat kedatangan adik-adik HMI Cabang Langkat bersama seniornya, Aidil Fitri yang juga menjabat sebagai Ketua PK KNPI Wampu yang gelisah serta turut prihatin atas cobaan yang dialami oleh bocah perempuan yang bernama Sofia tersebut.

“Waktu lahir kepala jendol dan lembek ditengah-tengah keningnya”, sambung seorang ibu yang merupakan tetangga dekatnya. “Kok ada luka, terus kami minta rujukan ke rumah sakit Tanjung Pura, tetapi tidak ada alatnya yang lengkap kata mereka, kemudian dirujuk lagi ke salah satu rumah sakit yang ada di Medan”, lanjut Parliana.

"Ketika di rumah sakit di Medan, saya tanya, 'Bagaimana dok sebaiknya?', dokter yang memeriksa menyarankan dioperasi, 'Kalau tidak dioperasi maka akan terjadi pembesaran dikepala', ujar dokter di salah satu Rumah Sakit Umum yang ada di kota Medan tersebut", jelasnya lagi.

Pihak keluargapun menyetujui dilakukan operasi dibagian belakang punggung yang terdapat benjolan tersebut dengan mengunakan kartu JKN, “karena ada benjolan tadi, makanya diurus BPJS”, terang sang ibu. Operasipun dilakukan pada bulan Oktober 2016 yang lalu. “Habis operasi tidak ada masalah”, jelas Parliana melanjutkan.

Namun selang dua bulan, tepatnya pada bulan Januari 2017 kemarin, timbulah masalah baru, benjolan dipunggung hilang, akan tetapi secara perlahan terjadi pembesaran dikepala Sofia. “Merah-merah gini kok tumbuh bisul, rupanya tambah besar”, ucap Parliana menjabarkan.

“Selangnya ditanam dikepala bagian belakang dan disalurkan dibagian kanan perutnya untuk buang air kecil”, ungkapnya lagi. “Umur Sembilan tahun baru bisa dioperasi lagi, dan dibuka selangnya. Kalau ada masalah bawa kesana lagi kata dokter itu”, jelasnya melanjutkan.

Setelah operasi, bukan malah membaik seperti harapan Parliana, “Urat Sofia terputus dikaki sebelah kirinya menurut keterangan orang yang mengurut Sofia kala itu, sehingga menyebabkan kaki kiri Sofia cacat, tetapi pihak rumah sakit yang di Medan itu tidak ada bilang”, ungkapnya kesal.

“Kok kakinya jadi kayak gini dok?” tanya Parliana yang tak kuasa menahan tangisnya kala itu. Dokter itu hanya menjawab enteng, “terapi aja buk”, ucap si dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit umum yang berada di Medan tersebut.

“Terapi kaki di Tanjung Pura atau Insani kata dokter”, jelasnya lagi. “Karena keterbatasan biaya, makanya belum dibawa”, ucapnya melanjutkan. “Bapaknya merantau, kerja bangunan di Aceh”, ungkapnya menambahkan.

“Sekarang, obat yang bisa saya kasi ya hanya minyak buah pala yang dioleskan dibagian belakang kepalanya yang luka”, ucapnya pasrah sambil tak kuasa menahan tangis.

“Badannya sering hangat, kalau makannya nasi tim, kencingnya melalui selang dan buang air besarnya Alhamdulillah masih lancar”, ungkapnya melanjutkan.

“Bulan tiga 2017 yang lalu, kami coba untuk lakukan scanning di rumah sakit yang sama sebanyak satu kali, dan itulah terakhir kali saya menggunakan BPJS”, jelasnya.

Parliana pun tampak pasrah melihat nasib anaknya Sofia terbaring dengan kaki sebelah kirinya dalam kondisi cacat dan kepalanya semakin bertambah besar disertai munculnya lubang bagian belakang kepalanya.

Ketika Metro Langkat mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Camat Padang Tualang melalui via seluler, “sudah ada koordinasi dari aparatur desa, apakah akan kita urus BPJS atau Jamkesda dan nanti kita akan koordinasi ke Kapus nya”, ucapnya. Camat berterima kasih atas informasi yang disampaikan.

Namun, saat Metro Langkat berbincang dengan salah seorang ibu yang juga masih kerabat dekat Parliana, "kayak mana mau berobat, kalau untuk makan sehari-hari saja masih ngebon di Warung", ungkap kerabat dekatnya tersebut.

“Habis gelap, terbitlah terang”, begitulah pepatah yang menggambarkan kejadian dikala itu karena sore itu pula, Sofia sang bocah perempuan malang tersebut masih tergolek dan pasrah menunggu nasibnya.

 Ketika Metro Langkat menginformasikan tragedi ini via Whatsapp kepada H.Firmansyah, SE MARS selaku Direktur Utama PT Bidadari Medikal Nusantara, beliau langsung menanggapi untuk dibawa ke RSU Putri Bidadari Langkat yang selanjutnya akan dibawa langsung menuju RSU Bidadari Binjai untuk dilakukan pengobatan intensif hingga beliau menyebutkan akan membantu proses pembayaran BPJS si bocah malang tadi yang belum membayar tunggakkan pembayaran BPJSnya selama dua bulan beserta dendanya.

“ Iya nanti saya bantu bayarkan, kasian anak itu, yang penting kalau datang ke rumah sakit kasih tau ya”, ujarnya terharu.

Pihak kelurgapun bersedia berangkat ke RSU Putri Bidadari Langkat sekitar pukul 19.30 WIB malam yang dikawal oleh adik-adik HMI Cabang Langkat bersama crew Metro Langkat yang bertugas dilapangan.

Tiba di RSU Putri Bidadari Langkat, dengan proses yang tak begitu lama, Sofia yang tengah berjuang melawan penyakitnya Hidrocefalus (pembesaran dikepala) langsung dibawa ke RSU Bidadari Binjai untuk dilakukan pengobatan dan perawatan secara intensif. (Gus)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top