yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Puting Beliung Sapu Dusun Ampera , Rumah Nazmil Porak-Poranda
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Stabat-Metro Langkat Hujan lebat disertai angin puting beliung melanda Dusun Ampera Desa Stabat Lama Barat, Kabupaten Langkat, Rabu (17...

Stabat-Metro Langkat

Hujan lebat disertai angin puting beliung melanda Dusun Ampera Desa Stabat Lama Barat, Kabupaten Langkat, Rabu (17/05) sekira pukul 20.15 WIB. Suasana jadi gelap gulita lantaran tiga tiang listrik tumbang dan makin menyedihkan lantaran lima rumah rusak akibat diterjang angin, ditimpa pohon, dan tiang listrik yang tumbang. 

Rumah warga yang paling parah kerukakannya adalah milik Nazmil, 34 tahun. Angin puting beliung ini seketika menerjang seluruh atap rumahnya dan salah satu atap seng rumahnya yang terbang liar telah menimpa dan melukai seorang tetangganya, janda bernama Masnah, 52 tahun. Sebagian tembok bagian atas rumahnya rontok hingga batu bata bata tampak berserakan dibagian dalam rumah hingga di luar.


Seluruh si perabotan rumah, seperti kursi tamu, pesawat televisi, bahkan tempat tidur di dalam kamar patah-patah dilantak sang angin. Salah seorang anak Nazwil sempat terlihat sesengkungan menangis lantaran hadiah piala kejuaraan lomba mengaji rusah terkena hataman batu bata.

Kemudian warung yang letaknya bersebalahan rumah dengan Nazwil, rusak parah ditimpa tiang listrik yang tumbang. Akibatnya sang pemilik rumah sementara waktu belum bisa berjualan karena harus menunggu perbaikan dulu.

Untung saja tak sampai melukai beberapa warga yang lagi asyik ngopi di watung itu.
Sebelum musibah menimpa, Nazwil sedang berbincang-bincang dengan anak dan isterinya.

Ditengah lebatnya hujan dan riuhnya suara petir, terdengar pelan suara seperti deru mesin mobil. Awaknya Nazwil tak ambil pusing. Namun makin lama suara makin terdenghar keras dan tiba-tiba menghentakkan semua atap seng tumahnya hingga kini tinggal beratap langit.

Melihat ini seketika Nazwil berteriak keras agar semua keluarnya berlari meninggalkan rumah. Dia tak melihat persis bagaimana proses angin merusak rumahnya karena aliran listrik pun mati hingga pemandangahn gelap gulita dipanjang dusujn yang terletak di tepi Sei Wampu ini.

Namun setelah tiupan angin reda, Ia melihat rumahnya remuk dan hanya tinggal sebagian dinding bagian bagian bawah, jendela, dan pintu. Nazwil memperkirakan telah menderita kerudian puluhan juta rupiah.

Setelah hujan dan angin rfeda, warga setempat berdatangan dan berkumpul di dekat rumah Nazwil. Mereka terus membicarakan musibah yang baru melanda seraya berjaga jaga keamanan di dusun itu. Camat Wampu yang dihubungi tak ada karena kebetulan sedang berada di Yogyakarta.

Untuk memulihkan aliran listrik yang terputus, sejumlah pegawai PLN terlihat sibuk mendata kerusakan yang dialami. Menurut pihak PLN, ada tiga tiang listrik tumbang dan berupaya agar secvepatnya aliran listrik di dusun tersebut bisa cepat pulih. (Gus)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top