yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: PMII-JM Ahmadiah STAI Tanjung Pura Siap Turun ke Jalan : Bulan Ramadan Sudah Dekat, Gaji Guru Honor Belum Dibayar Sejak Januari
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Foto Bersama PU Metro Langkat, Darwis Sinulingga, Affan Bey Hutasuhut, dan  PK PMII STAI JM  Tanjung Pura, Andi Arif Maulana (Ketua Umum ...
Foto Bersama PU Metro Langkat, Darwis Sinulingga, Affan Bey Hutasuhut, dan  PK PMII STAI JM  Tanjung Pura, Andi Arif Maulana (Ketua Umum ), Jhairul Ramadhan (Ketua II), Wahidin Saputra (Sekretaris Umum ) .


Stabat- News Metrolangkat.com

Nasib para guru honorer di Kabupaten Langkat sungguh mengenaskan. Sebab gaji para tenaga pendidik di SMA dan SMK diberbagai sekolah negeri ini masih belum dibayar sejak bulan Januari 2017 ini. Akibatnya bukan hanya beban hidup sehari-hari menjadi makin berat hingga terpaksa berutang di sana-sini untuk menutupi nafkah hidup, tapi masa depan mereka  sebagai guru honor juga terancam  kelangsungannya.

Suasana kebatinan para aktivis Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI –JM Tanjung Pura merasa terusik melihat runyamnya benang kusut yang membelit nasib para guru honor ini. “Sudahlan jumlah honor kecil, pembayaran selalu terlambat.

Bayangkan sudah empat bulan belum gajian juga. Dan kalau masalah ini terus berkepanjangan, bagaimana jadinya nanti para pahlawan tanpa tanda jasa ini bisa tenang menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya yang sudah diambang pintu.” Kata Andi Arif Maulana, Ketua PMII STAI-JM Tanjung Pura saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Metro Langkat, Jum’at (28/04) lalu.

Makanya, kata Andin Aikrif Maulana, untuk menyikapi hal tersebut mereka sudah menyiapkan diri  untuk segera turun ke jalan menyuarakan getirnya nasib para guru honor ini bila Pemkab Langkat belum memperlihatkan hal yang positif untuk menyelesaikan masalah ini. Andiarif Maulana berharap, Pemkab Langkat bisa dengan cepat dan arif untuk secepatnya menuntaskan  masalah ini.

Ketua II PMII STAI-JM Tanjung Pura, Khairul Ramadhan buka suara. Ia mengakui bahwa persoalan nasib guru honor ini tak mudah untuk diurai. Tapi kalau pihak Pemkab Langkat hingga pihak Dinas Pendidikan Provinsi Suara satu irama untuk menuntaskan ini, Ia yakin, masalahnya bisa cepat terselesaikan.

Menurut Khairul Ramadhan , benang kusut masalah ini tadinya berawal dengan adanya perubahan kebijakan beberapa waktu yang lalu,  bahwa pembinaan semua sekolah tingkal SMA dan SMK yang sebelumnya berada di tingkat kabupaten, selanjutnya berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Tingkat Provinsi.

Dengan demikian status para guru honor yang selama ini SK nya ditandatangani oleh Bupati, selanjutnya akan diteken oleh Gubernur. Selain itu ada pula ketentuan baru dari pemerintah pusat, bahwa para guru yang dibolehkan mengajar hanyalaha yang sudah bergelar S 1.

Dengan adanya dua ketentuan yang baru ini, persoalan baru muncul. Yang pertama gaji guru honor pun jadi terlambat, bahkan belum dibayarkan sejak Januari lalu. Adanya keterlambatan pembayaran ini karena  Pemkab Langkat merasa soal pembayaran guru honor SMA-SMK ini bulan lagi menjadi urusan pihaknya lantaran pembinaannya sudah beralih ke Pemprovsu. Artinya yang bertanggung jawavbal dalam hal ini adalah Pemprov.

Celakanya, pihak Pemprov pun merasa tidak bersalah dalam hal ini dengan alasan penganggaran belum bisa dilakukan karena  seluruh data guru honor di SMA dan SMK di Langkat ini belum masuk ke Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Nah, disini lah benang kusutnya. Dengan adanya permainan teka-teki petak umpet ini, maka yang jadi korban adalah para guru honor SMA-SMK di Langkat.

Para pengurus PMII tersebut merasa prihatin bahwa penuntasan pendataan tentang guru honor ini diperkirakan masih memakan waktu lama. “Banyak laporan dari para guru honor ini yang belum punya SK dari Bupati Langkat. Kalau dari Bupati Langkat saja belum, bagaimana bisa cepat keluar SK dari Gubernur Sumut,” kata Khairul Ramadhan.

Keadaan ini makin diperparah dengan nasib para guru honor di SD dan SMP.  Mereka juga terseret musibah belum gajian sejak Januari lalu gara-gara juga masih belum memiliki SK dari Bupati Langkat. Selama ini mereka mengajar hanyalah berdasarkan SK masing-masing kepala sekolah

Sementara soal gaji masih berupa impian kosong, muncul pula ancaman baru. Yakni dengan adanya ketentuan bahwa para guru hanya bisa mengajar bila memiliki gelar S1. Sementara di Langkat masih banyak guru honir yang belum S!, tapi terpaksa dimanfaatkan menjadi tenaga guru karena keadaan mendesak, yakni sekolah kekurangan guru.

PMII STAI=JM Tanjung Pura menyadari masalah ini bukan persoalan yang sederhana. Tapi mereka meyakini kalau Pemkab Langkat bekerja dengan ikhlas, masalah ini bisa aegera dituntanskan. “Kalau  tidak, Kami terpaksa turun ke jalan untuk meinta keseriusan semua pihak untuki menyelesaikan masalah itu. “Kasihan, kalau sampai para guru honor harus berutang ke mana-mana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya pada bulan Ramada dan Hari Raya ini,” kata Andi Arif Maulana.

Selain menyampaikan aspurasi tersebut, para pengusur PMII tersebut juga mengatakan dalam kunjungannya ke Metro Lankat, bahwa mereka adalah para pengurus yang baru terpilih dan dalam waktu dekat akan melaksanakan acara pelantikan. Di dalam acara pelantikan nanti akan diisi puyla dengan acara diskusi publik berbagai masalah di Langkat.

Diantaranya, soal guru honor tersebut, soal pemindahan pedagang pajak lama ke pajak baru, soal tidak adanya Pergiruan Tinggi Negri di Langkat, soal ketidak pedulian BUMN dan perusahaan Swasta untuk menggunakan tenaga asal Langkat, dan sebagainya.

Pimpinan Umum Harian Metro Langkat, Darwis Sinulingga menyambut baik atas sikap para pengurus PMII ini yang terlihat bersemangat untuk menyuarakan berbagai aspirasi yang berkembang di Langkat. Darwis Sinulingga berharap dalam acara diskusi publik nanti akan lahir sebuah gagasan yang tidak sekadar wacana, tapi menjadi sebuah keputusan yang konkrit.

Karena itu Darwis memberi masukan bahwa untuk mewujudkan sebuah gagasan besar seperti perjuangan untuk mewujudkan kehadiran perguruan tinggi negeri (PTN) , PMII tersebut jangan berjalan sendiri. Tapi harus merangkul Pemkab Langkat, DPRD, kalangan pengusaha lokal dan nasional, dan tokoh Langkat lainnya untuk seiring sejalan membangun Langkat. (Red)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top