yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pasca Kaburnya 18 Tahanan Narkoba Polres Binjai : Piliang Diduga Otak Pelaku Yang Menjebol Sel Satresnarkoba
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Binjai - News Metrolangkat.com Debrik Piliang alias DEbrik yang diduga sebagai otak pelaku kaburnya tahanan narkoba Dugaan lubang yang ...

Binjai - News Metrolangkat.com
Debrik Piliang alias DEbrik yang diduga sebagai otak pelaku kaburnya tahanan narkoba

Dugaan lubang yang dijebolkan oleh tahanan telah dilakukan sejak tiga hari belakangan sebelum 18 tahanan kabur pada Sabtu (13/5) lalu, kembali mencuat.

Menurut pengakuan Bambang Syahputra alias Bembeng yang menyerahkan diri oleh keluarganya, kemarin (15/5),‎ lubang itu selama ini ditutupi kertas bertuliskan jagalah kebersihan. Dia menduga, lubang tempat mereka kabur sudah lama dikerjakan oleh salah seorang tahanan yang telah melarikan diri.

"Saya baru tahu kalau dibalik kertas itu ada lubang yang sudah dibuat untuk melarikan diri," ujar warga Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Karya, Binjai Utara itu.

Selama ini, sambung Bembeng, tak pernah melihat jika dibalik kertas yang ditempel itu adalah lubang. Sebab, tidak semua tahanan pernah menggunakan kamar mandi dekat blok yang dihuni oleh Devi Piliang alias Debrik.

Dia menduga, saat tahanan tengah menunaikan ibadah sholat, dinding itu kemudian dilubangi secara intensif. "Debrik tak pernah sholat," ujarnya.

Ternyata, aksi tahanan melarikan diri dari sel tahanan Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai sudah pernah terjadi sebelumnya.

Disebut-sebut, satu diantara tahanan yang masih menghirup udara bebas dan sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) adalah otak pelakunya. Diduga, Devi Piliang alias Debrik warga Jalan Aiptu Radiman, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota.

Menurut informasi, Debrik pun sudah pernah kabur dari tahanan Polres Binjai. Waktu itu, Kasat Narkoba Polres Binjai dibawah pimpinan AKP PS Simbolon. ‎Begitupun, Debrik kembali diringkus setelah beberapa hari kemudian menghirup udara bebas.

Debrik sendiri residivis narkoba yang sudah 4 kali keluar masuk penjara. Kali terakhir, Debrik diringkus pada Senin (3/4) sekitar pukul 20.15 WIB.

Meski akan ditangkap polisi, Debrik tetap saja berusaha kabur. Sayang, usaha yang dilakukannya sia-sia lantaran polisi bertindak sigap.

Atas kembalinya insiden duka ini, Debrik disebut-sebut sebagai salah satu otak pelaku. Sebab, menurut informasi, Debrik juga mengajak tahanan untuk kabur sebelum aksi melarikan diri itu gemparkan Mapolres Binjai.

Sementara, wajah Kapolres Binjai, AKBP Rendra Salipu SIk MSi tampak lebih segar dari sebelumnya ketika ditemui wartawan koran ini pada Selasa (16/5) petang.

Dengan mengenakan pakaian dinas , Rendra menyatakan, Polres Binjai sudah melakukan pembenahan pasca kaburnya para tahanan yang saat ini masih menyisakan 8 lagi belum ditangkap.

Menurut Kapolres, CCTV di sel tahanan ditambah. "Semula ada 4 CCTV, sekarang sudah menjadi 8 CCTV semuanya. Juga ada 2 CCTV yang dipasang di luar," ujar Rendra di Mapolres Binjai.

Menurut dia, tim yang sudah dibentuk sudah mulai menyisir ke luar Kota Rambutan. Seperti Langkat, Medan hingga ke Aceh. "Tapi di Kota (Binjai) tetap terus dilakukan (pencarian)," ujar perwira menengah dengan pangkat dua melati emas di pundaknya ini.

Tak hanya penambahan CCTV, Polres Binjai melakukan pembenahan pada sel rumah tahanan polisi (RTP). Kini, sel tahanan Sat Res Narkoba sudah menyatu dengan RTP Polres Binjai. Diketahui sebelumnya, kalau RTP Polres Binjai berdiri sendiri di Satreskrim, meski kedua Satuan itu berada di gedung serupa.

"Saat ini sedang dilakukan perombakan. Sebelumnya RTP dan sel tahanan Narkoba dipisahkan oleh dinding meski berdiri di satu gedung. Tapi sekarang sudah disatukan," ujar Rendra.

Kemarin siang, Kapolres sempat melihat jalannya perombakan sel tahanan tersebut. Menurut dia, proses rombak sel tahanan yang sudah menyatu dengan RTP Polres Binjai akan rampung pada Rabu (17/5). Dia menambahkan, penjagaan tetap dilakukan seperti biasa. 10 personel termasuk perwira di dalamnya selalu siaga. Namun, 10 personel ini menjaga ada beberapa titik. Seperti di SPKT.

Sebelum mengakhiri, dia sebut, tim gabungan sudah mengidentifikasi titik persembunyian dari pada para tahanan yang sudah ditetapkan sebagai DPO ini.

Namun dia enggan merincikan lebih jauh. Bahkan saat disinggung siapa dugaan sementara otak pelaku yang melubangi dinding kamar mandi itu, Kapolres enggan menanggapinya.

"Kami kembali menyebarkan foto-foto DPO di Kota Binjai. Tapi belum sampai ke luar daerah. Untuk pengejaran, sudah mulai dilakukan hingga ke luar daerah," kata Rendra. ( rki )
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top