yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pasca Ambruknya Jembatan Gantung Dogang : Sepekan Mengerang Sakit, Suyanto Ahirnya Hembuskan Napas Terahir
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Gebang-Metrolangkat.com Safitri istri alm Suyatno tak kuasa membendung air matanya Suyatno saat diboyong kepemakaman Suryanto (32)...


Gebang-Metrolangkat.com

Safitri istri alm Suyatno tak kuasa membendung air matanya
Suyatno saat diboyong kepemakaman
Suryanto (32) warga Jalan Kebun Kopi Lk VI Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, salah satu korban ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Dogang dan Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, pada Minggu (23/4) lalu, pagi ini Minggu (29/4) pagi sekitar jam 08.00 WIB meninggal dunia

Korban sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Insani Stabat, sebelum akhirnya dibawa pulang oleh keluarga, guna menjalani perobatan tradisional (obat kampung) dengan cara di kusuk

Safitri (29) istri korban saat ditemui Metro Langkat dirumah duka, dengan bercucuran air mata menceritakan, kalau pada Selasa (25/4) malam, suaminya di bawa berobat ke Rumah Sakit Insani, namun setelah dicek secara medis pihak rumah sakit mengatakan kalau tulang punggung suaminya hanya bergeser

Namun suaminya (Suryanto) terus mengerang kesakitan, hingga terus meminta pulang untuk dibawa berobat kampung (kusuk), atas fakat keluarga akhirnya Jum'at (28/4) sore, Suryanto dibawa pulang guna dirawat secara tradisional, dan oleh keluarga Suryanto dibawa ke Paluh Sifat Dusun VII  Desa Teluk Meku Kec Babalan, tempat kakaknya guna menjalani perwatan

Disini Suryanto ditangani oleh Herman selaku tukang kusuk, dan baru satu kali dikusuk, rencananya pagi ini akan dikusuk kembali, namun Tuhan berkehendak lain, dan Suryanto dipanggil menghadap Sang Khalik

" Suami saya sangat kesakitan, hampir tiap hari dia mengerang menahan sakit, kami juga gak tega melihatnya, makanya saat dia minta pulang kami keluarga membawanya pulang guna dikusuk, dia selalu mengeluhkan sakit di pinggang dan badan belakangnya", ucap Safitri menangis sambil menggendong anaknya Alifah yang baru berusia 1,5 tahun

Keterangan dari beberapa warga yang ditemui wartawan saat melayat kerumah duka mengatakan, saat dimandikan kondisi tubuh belakang korban mengalami memar kehitam-hitaman, bahkan ada luka dibagian pinggang belakang

"Kalau hanya mendengar cerita orang kita juga tidak percaya bang, tapi saat kita mandikan tadi kita lihat kondisi korban, belakang tubuhnya memar kehitam-hitaman, sungguh berat beban yang ditahannya saat kejadian", ucap Haryanto (36) diamaini warga lainnya yang ikut memandikan jenazah korban

Sementara itu Anhar alias Sangkot (47) suami dari Rosmaini (46) yang bekerja sebagai bidan desa mengatakan, pada Selasa (25/4) keluarga korban datang kerumah, guna melihat kondisi Suryanto, saat dicek istri saya menganjurkan untuk dilakukan tindakan medis yang lebih baik lagi, dengan cara dibawa ke Rumah Sakit dengan fasilitas medis yang memadai sehingga korban dapat dirawat dengan baik

Kita tau, ekonomi korban bagaimana, makanya hari itu juga saya coba mengurus BPJS nya, alhamdulillah semua dapat diurus, dan malam itu juga korban kita bawa ke Rumah Sakit Insani, guna menjalani perawatan, beruntung siangya kartu BPJS bisa digunakan, ucap Anhar

"Kita tau korban mengalami patah tulang, hingga korban mengalami kelumpuhan dan kedua kaki mati rasa dan tidak bisa digerakan, bahkan sebelum dikusuk korban juga tidak bisa buang air kecil dan BAB, makanya korban kita bawa pulang guna menjalani perawatan kampung, ucap Sukani (65) ayah angkat korban

"Bagaimana ini bang, suami saya sudah meninggal, siapa yang akan membiayai kehidupan dan kebutuhan kami sehari-hari, selama ini suami saya yang mencari nafkah, sekarang dia sudah tiada",  tambah Safitri sedih

Suryanto merupakan salah satu korban runtuhnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Dogang dengan Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, dari 38 korban dan 9 unit kendaraan roda dua, hanya Suryanto yang mengalami luka serius akibat ditimpa material jembatan, sementara itu korban lainnya hanya mengalami luka lecet dan memar akibat terjatuh kedalam sungai, pada saat kejadian korban (Suryanto) sedang memancing dibawah jembatan

Dirinya ditimpa jembatan dengan posisi  badan dan kepala berlipat mencimun lutut dan kaki, namun pada saat kejadian korban hanya dibawa kebidan Desa yang ada si Desa Dogang Kec Gebang, tanpa mendapatakan perawatan serius dari pihak rumah sakit, hingga dua hari berlalu korban baru dirujuk kerumah sakit (Budi)


Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top