yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Menguak Mistis Penungu Sawit Bercabang Tiga Di Tanjung Keliling- Bag 1 Demit Kawasan Sempadan Tau Bersyukur
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Liputan : Ki Tigor Masih ingat, Goa 19 di kawasan divisi dua Tajung Keliling, tak hanya menyisakan kisah mistis tinggi keberadaannya. Sel...
Liputan : Ki Tigor



Masih ingat, Goa 19 di kawasan divisi dua Tajung Keliling, tak hanya menyisakan kisah mistis tinggi keberadaannya. Selain menelan banyak korban jiwa, puluhan nyawa melayang bersama truck pengangkut jeblos kedalam liang goa ditahun 1900 – an lalu.

Kini, kawasan itu amat diperhatikan disebabkan pemberlakuan RSPO dan ISPO dikawasan perkebunan milik PTPN-2 telah dijoint venture-kan beberapa tahun belakangan dengan KLK Malaysia atau LNK (Langkat Nusantara Keepong). Bagaimana misteri batang sawit bercabang  tak cukup hanya satu itu ?

Kisah nyata serta pengalaman kuat munculnya dedemit dilokasi sempadan, kewajiban utama dan paling utama didalam penerapan prinsip ISPO (Indonesia sustainable Palm Oil) yang gencar diterapkan saat ini.

Pelestarian lingkungan disepanjang alur sungai tak luput dari perhatian perusahaan Malaysia dalam penerapan lestari kawasan sempadan bersama seluruh habitat yang ada serta hidup disekitarnya.

Menimba pangalaman nyata bersama dedemit masih ada serta menampakkan diri di batang-batang sawit tak hanya bercabang dua. Keangkeran mulai dirasakan pekerja ISPO tatkala mendekati kawasan Goa 19 (sebutan warga.red).

Mulyono (45), pekerja saban hari mondar-mandir mengawasi kawasan sempadan menjadi target pelestarian lingkungan itu bebuntut menyeramkan, mengubah suasana bukan malah takut  melainkan banyaknya bisikan muncul dari bibir makhluk penunggu asli kawasan angker disetiap cabang batang sawit kian menganga.

“ Masih sekitaran pukul 9 pagi, memberi tanda atau simbol cat merah atau biasanya mempolet batang sawit disepanjang alur sungai sudah menjadi kebiasaan” aku Mul memulai kisah nyata penampakkan makhluk gaibnya.

“ Nenek tua renta berpenampilan bersih, mulai tampak dalam jarak tidak begitu jauh dari lokasi sawit sebelumnya. “ Aroma jarang tercium mulai menampakkan keganjilan sebenarnya dilokasi” gumamnya dalam hati tak memperhatikan terus berjalan menapaki kawasan sempadan.

“ Memberi tanda cat merah terus dilakukannya satu per satu dibatang sawit tepat berada disepanjang alur sungai” Nenek tua renta tetap masih berada persis didekat batang-batang sawit bercabang berbeda jumlahnya.

 “ Batang sawit bercabang hanya berjarak 9 meteran dari tegakan satu ke tegakan lainnya ?” akunya keheranan mendapati kejadian aneh tapi nyata dilokasi.

“ Perempuan renta berpenampilan bersih tak juga bergerak dari lokasi batang sawit bercabang” herannya menambah galau kemunculannya. “ Herannya…??” diajak ngomong sama sekali tak menjawab percakapan kita manusia” Malahan tunduk terpaku dengan sikap diam seribu bahasa.

“ Tak menggubris pembicaraan, sikap serta tingkah lakunya menambah keganjilan kian  menyeramkan. “ Merinding bukan kepalang sekujur tubuh. “ Namanya mencari nafkah buat anak isteri tetap diteruskan “ aku Mul polos terus melanjutkan polet merah dibatang sawit bercabang.

Membelakangi batang sawit bercabang dua, mengarah kebatang sawit bercabang tiga, masih amat dekat  sekali lokasinya. “ Suara serak-serak basa muncul dari kejauhan rasanya. “ Hanya berjarak 9 meteran, syahdu kedengarannya suara perempuan renta menuturkan

“ Mator nuwon putu (terima kasih cucu.red)” suara-suara itu kian riuh terdengar dari dedemit penunggu kawasan asli lokasi kian bermunculan.

Pergi meninggalkan lokasi langsung mencari lokasi istirahat untuk menenangkan diri. Lantas bagaimana kisah dimalam harinya usai menjumpai batang sawit bercabang selanjutnya ? (Bersambung…..)


Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top