yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Menguak Mistis Dedemit Penjaga Sawit Bercabang Tiga (Bag-8-Tamat)
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Laporan : Ki Tigor Salapian Misteri itu tetap menyerahkan banyak kisah dibalik keberadaannya. Tanaman bertuah, sengaja diperlihatkan sang...
Laporan : Ki Tigor Salapian



Misteri itu tetap menyerahkan banyak kisah dibalik keberadaannya. Tanaman bertuah, sengaja diperlihatkan sang Maha Kuasa diatas bumi ciptaan-Nya. Mempertontonkan, menyuguhkan banyak khabar masih terselip baik.  Meski koloni lelembut itu, kesemuanya menampilkan banyak keragaman penampakkannya, dimulai dari apik serta bagus hingga tampang-tampang menyeramkan ada disana.

Kisah biasa maupun luar biasa tersedia dialam sengaja diberikan pada makhluk paling mulia. Meski kasat mata, koloni lelembut itu, telah mendiami kawasan batang sawit bercabang jauh sebelum batang sawit itu tumbuh subur hingga menua berusia puluhan tahun. Kisah-kisah misteri tetap menyerahkan banyak pengalaman juga pengajaran pada bangsa manusia.

Selain bisa mensyukuri atas nikmat pemberian sang Khalik, memelihara serta merawat dalam pelestariannya, apalagi nilai penjagaan tinggi dilokasi sengaja diberikan banyak kejadian menganga soal makhluk lain mendiami kawasan menjadi rumah tinggal hingga istana-istana koloni lelembut hingga batas waktu tidak diketahui masih tetap berlangsung. “ Allahu Akbar…., makhluk-makhluk itu memang pandailah bersyukur ??” aku Petugas sustainability itu bertutur berkali-kali.

 “ Pasalnya…?!” Mondar-mandir berkali-kali disekitar lokasi itu, tetap menyerahkan banyak misteri terselip pembelajaran tinggi. “ Walau tak berbicara langsung laiknya bangsa manusia. “ Namun koloni lelembut mendiami lokasi memang terus menuturkan rasa syukur dan terima kasihnya dengan cara-caranya masing-masing” tegas Mul sempat bertatap muka langsung dengan lelembut dilokasi.

“ Kagetnya luar biasanya, tak sepatah katapun terlontar, malahan terdiam dan terpelongok menyaksikan sosok-sosok itu diam berbaris menyatakan rasa terima kasih terkait rumah tinggalnya tak lagi dapat ditebang setelah pemoletan tanda cat merah disetiap batangnya” kaget masih terus memperhatikan koloni lelmbut mendiami lokasi.

“ Memang betul ….??” Akunya polos soal itu, keempat jumlah batang tegakan sait bercabang semuanya telah diberi tanda polet merah. “ Artinya… ??” tegakan itu itu wajib gerdiri selama-lamanya hingga batas waktu belum dapat ditentukan” bebernya mengurai kejadian misteri diujung jembatan Bendo.

 “ Cantik paras wajahnya disaat penampakkan dadakan disiang itu ?!” Apalagi koloninya begitu banyaknya, tak memperdulikan siapa mereka, kesan kemunculannya memang tak logika namun nyata menyerahkan tanda kemurnian niat berterima kasih pada bangsa manusia”urai Mul menyahuti kejadian misteri tak pernah dibayangkannya.

Sustainability diembannya beberapa tahun belakangan ini, mengurai banyak kejadian misteri, meski lokasi sempadan lainnya juga menyerahkan hal sama terkait makhluk-makhluk telah berdiam dimasing-masing lokasi justru menampkkan diri atau wujudnya.

“ Begitu juga sumber-sumber air bersih tak putus-putus alirannya, sempadan danau Lau Muncim, hasil gubahan alamnya sendiri menggugah banyak kemungkinan peristiwa didalamnya”tuturnya membeberkan pengalaman misteri lainnya. “ Memang Allah begitu kaya terkait ciptaan-Nya selain bangsa manusia.

“ Makhluk asing berbeda dunia, tetap menyelaraskan semua kemungkinan bahkan tidak mengganggu, malahan sebaliknya…?!” Bangsa manusia kerap mengubah kondisi alam hingga kemurkaan dan kecelakaan sering terjadi dan mengambil korban jiwa.

 “ Pesan itu didapatkan, mulus tanpa halangan berarti dilokasi, barisan sosok lelembut memang tampak ramah dan bersahabat, jika kita menyerahkan niat tidak mengganggunya”bebernya mengkisahkan kebenaran-kebenaran lainnya. “ Selain penampakkan laiknya putri asing, aroma khas semerbak jarang dihiruppun dapat dirasakan.

” Itu hal paling menarik dapat ditangkap ujung hidung memang sudah mancung ??” terangnya menambahkan soal itu. “  Harus kembali menyandarkan keyakinan tinggi, jangan pernah meninggalka pesan-pesan agama. “ Hal paling penting, perlu dan berguna disaat menjelajah alam memang bukan tempat tinggal kita manusia. “ Sosok lelembut ada serta dekat kita, halus menyisir semua kehidupan nyata manusia.

” Persoalannya…., tipis sekali nilai keakraban manusia kurang menghargai terkait soal itu dimana. “ Tak semuanya penampakkan buruknya berujung pada sifat arogan dan jelek diberikannya. “ Justru menampakkan dengan sengaja, kemungkinan baik dari hal terburuk terjawab dilokasi angker dan melegenda.

Makhluk itu, tetap berterima kasih terkait rumah tinggal dan istana mereka tidak diganggu bahkan dipelihara dengan sisitem pelestarian lingkungan lewat pemeliharan jalur sempadan. (Habis)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top