yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Warga Jati Negara Demo Lurah : Pak Wali Kembalikan Kepling Kami
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Warga yang demo kekantor lurah Binjai, News Metrolangkat.com Puluhan warga berunjuk rasa di depan Kantor Lurah Jati Negara, Kecamata...
Warga yang demo kekantor lurah


Binjai, News Metrolangkat.com

Puluhan warga berunjuk rasa di depan Kantor Lurah Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara, Kamis (13/04) pagi. Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes, terkait pemberhentian Kepala Lingkungan (Kepling) VII, Surihayati.

"Kembalikan segera kepling kami. Ganti lurah sekarang juga. Kami tidak suka lurah yang arogan, tidak amanah, dan membuat kebijakan secara semena-mena," seru puluhan warga, sesaat setelah mereka tiba di tempat itu.

Menurut koordinator unjuk rasa, H Attar Effendi, aksi solidaritas tersebut mereka lakukan guna menemui Lurah Jati Negara, Heru Absoro, dan mendesaknya mengaktifkan kembali Surihayati sebagai Kepling VII.

Sebab dia menganggap, keputusan pemberhentian Kepling VII sangat tidak beralasan dan tanpa prosedur yang jelas. Apalagi menurut Attar, kinerja Surihayati selama lebih dari 10 tahun mengabdi, relatif baik, serta dikenal aktif menjalankan program kelurahan dan peduli kepada warga.
Warga yang tuntut lurah kembalikan Kepling mereka.(Rki)

"Kami hanya ingin lurah bersikap arif dan bijaksana. Sebab mengangkat dan memberhentikan seorang kepling, harus sesuai mekanisme yang berlaku, dan terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan warga," ujar Attar.

"Sebaliknya, kami juga merasa heran. Sebab lurah yang baru saja menjabat kurang dari enam bulan, justru sudah membuat kekacauan. Padahal selama puluhan tahun kami tinggal di sini, situasi relatif aman dan kondusif," imbuhnya.

Pengunjukrasa lainnya, Puspita, mengaku sangat tidak simpati terhadap sikap dan kepribadian Lurah Jati Negara, Heru Absoro, karena dianggap tidak mampu mengayomi warga dan terkesan menyudutkan Surihayati.

"Terus terang saja, kami sempat tersinggung dengan perkataan lurah. Sebab dia pernah sampaikan kepada kami, kalau dia itu malu punya kepling yang hanya bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga," ujarnya.

Beruntung situasi keributan bisa sedikit mereda, setelah pihak kepolisian dari Sektor Binjai Utara, dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Binjai, segera datang untuk menenangkan puluhan warga.

Dari situ, polisi segera berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kelurahan Jati Negara, untuk mempersilahkan beberapa perwakilan warga berdialog dengan lurah, dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Hadir dalam pertemuan itu, Kapolsek Binjai Utara, Kompol Mijer, Kasat Intelkam Polres Binjai, AKP Usrad Aminullah, Kasi Pemerintahan Kecamatan Binjai Utara, Marlina, Lurah Jati Negara, Heru Absoro, Babinsa Jati Negara, Serda M Iman, dan koordinator unjuk rasa, H Attar Effendi.

Sekira 30 menit berdialog, Kasi Pemerintahan Kecamatan Binjai Utara, Merlina, bersama Kapolsek Binjai Utara, Kompol Mijer, dan koordinator aksi, H Attar Effendi, bergegas keluar dan menemui puluhan warga.

Dalam penjelasannya, Marlina meminta tenggang waktu hingga satu pekan ke depan, guna membahas persoalan tersebut bersama Camat Binjai Utara, Adri Rivanto, dan Walikota Binjai, HM Idaham.

"Untuk saat ini, saya tampung terlebih dahulu aspirasi dari bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian. Namun saya tetap berharap, semua bisa bersabar dan tetap menahan diri," seru Marlina.

"Yang jelas, saya atas nama Pemerintah Kecamatan Binjai Utara berjanji, jika keputusan sudah didapat, secepatnya akan kami sampaikan kepada warga," ujarnya

Mendengar penjelasan tersebut, warga akhirnya menerima, dengan catatan akan melakukan aksi unjuk rasa serupa, jika aspirasi mereka tidak juga terealisasi. Dari situ, warga pun membubarkan diri dan kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami tentunya menyambut baik keputusan ini. Namun kami sangat kecewa, karena lurah tetap tidak mau datang menemui warganya," ujar H Samsudin, salah seorang tokoh masyarakat Lingkungan VII, Kelurahan Jati Negara.

Terpisah, Lurah Jati Negara, Heru Absoro, dalam keterangannya kepada wartawan mengaku, pemberhentian Surihayati sebagai Kepling VII dilakukannya demi menjamin harmonisasi dan sinergitas antar perangkat kelurahan.

Sebab dia menganggap, Surihayati kurang mampu bekerjasama dengan lurah, terutama dalam menjalankan program pemerintah. Sehingga jabatan Kepling VII terpaksa diserahterimakannya kepada Tengku Mardiana.

Selain itu, Heru turut membantah tudingan warga yang menganggap dirinya merendahkan Surihayati. Justru dia berbalik menuding warga kerap berpikiran negatif, menyikapi sikap dan kehidupan pribadinya.

"Sekarang ini, saya berpikir positif saja dan menjalankan tugas sesuai tupoksi saya. Apalagi persoalan ini sudah diwadahi pihak kecamatan. Bagaimana keputusan nanti, tentunya saya serahkan hal itu kepada Camat dan Walikota," ungkap Heru.(Ism)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top