yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Subhanallah.....Guru Mengaji Ini Cabuli Belasan Anak Muridnya
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Suhaimi guru cabul Brandan Barat- News Metrolangkat.com Entah apa yang ada dibenak Suhaimi (60) warga Dusun IV Suka Mulia Desa Lubuk Kas...
Suhaimi guru cabul

Brandan Barat- News Metrolangkat.com

Entah apa yang ada dibenak Suhaimi (60) warga Dusun IV Suka Mulia Desa Lubuk Kasih Kec Brandan Barat Kab. Langkat, yang berprofesi sebagai petani dan mengajar mengaji dikampungnya ini. Yang pasti ia akan menghabiskan hari tuanya didalam penjara guna mempertangung jawabkan semua perbuatanya.

Lho..lho.apa Pasal.? Pasalnya, Jum'at (7/4) pagi kemarin pria yang sudah bau tanah ini dijemput  beberapa anggota polisi guna diboyong ke Mapolsek guna dimintai keterangan terkait kasus yang menjeratnya.

Dirinya mesti berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran tersandung kasus asusila, dimana dirinya seorang guru mengaji dikampungnya, dilaporkan atas perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang tak lain merupakan muridnya, dan diketahui jumlah korban mencapai belasan orang.

Kasus memilikun ini terbongkar, pada Sabtu (1/4) saat salah seorang murid berinisial DA,sekitar jam 18.00 WIB, melaporkan kepada Nur Hayati, bahwa anaknya yang  berinisial SP (8) yang juga temannya mengaji di TPQ (Tempat Pendidikan Al-Qur'an), dipeluk dan diciumi oleh Suhaimi yang tak lain merupakan guru mengajinya

Merasa tak percaya dengan perkataan dan informasi yang didengarnya, Nur Hayati langsung mencari tau dengan menanyakan langsung kepada buah hatinya SP (8), disini sang anak dengan wajah lugu dan polos menceritakan, bahwa dirinya sering di peluk, dicium dan kemaluannya dipegang-pegang oleh sang guru

Sungguh bagai disambar gledek, pengakuan sang anak sangat membuat sang ibu terkejut bukan kepalang, dimana seharusnya Suhaimi sebagai seorang guru memberi contoh yang baik, yang bisa mendidik dan mengajar sebagai seorang tauladan, tapi kenyataannya kepercayaan itu sirna seketika, ketika diketahui perbuatannya telah membuat aib dan sangat memalukan

Atas pengakuan anak ini, masyarakat yang mendapat kabar, langsung merasa khawatir dan menanyai setiap murid yang belajar mengaji kepada Suhaimi, dan melaporkan kejadian ini kepada Kepala Dusun dan Kepala Desa, sebelum akhirnya, dilaporkan ke Polsek Pangkalan Brandan pada Kamis (6/4)

Didampingi Mei Joni Irawan selaku Kepala Desa Lubuk Kasih, sore itu juga tersangka dapat ditangkap, warga yang sudah geram dan terpancing emosi sempat ingin menghakimi tersangka, namun sempat di tenangkan dan tersangka dibawa ke Mapolsek Pangkalan Brandan

Menurut keterangan beberapa warga sekitar yang berhasil dihimpun Metro Langkat, modus pelaku melaksanakan aksi bejadnya, ketika selesai mengaji beberapa anak disuruh pulang terlebih dahulu, sementara satu atau dua anak tinggal diruangan, dengan alasan bacaan atau hapalan belum jelas/benar

Setelah murid lainnya pulang, disini Suhaimi melakukan perbuatan asusilanya kepada anak muridnya, dengan memeluk, mencium dan memegang-megang kemaluan sang murid yang diketahui masih anak-anak dibawah umur

Dan perbuatan ini sudah lama dilakukan tersangka (Suhaimi), sejak bulan Agustus 2016 lalu, disinyalir korbannya sudah mencapai belasan orang

"Kemarin warga kita disini sudah sangat geram dengan tingkah lakunya, saat kita tanyai dia mengakui perbuatannya, warga yang geram dan emosi hampir kehilangan kesabarannya dengan ingin membakar rumah dan memukulinya secara beramai-ramai, untung masih bisa di tahan, kalau tidak sudah habis dia kita buat", ujar beberapa warga dengan nada geram

Kapolsek Pangkalan Brandan AKP W Sidabutar saat dikonfirmasi mengatakan, tersangka sudah kita amankan, dan kasusnya sudah kita limpahkan ke Unit PPA Polres Langkat ", ucap Kapolsek AKP W Sidabutar

Sementara itu tersangka (Suhaimi) saat ditemui di ruangan periksa Polsek Pangkalan Brandan, dengan wajah tertunduk mengaku kalau perbuatannya hanya sekedar mencium, memeluk dan meraba-raba, sebagai rasa kasih sayang seorang ayah kepada anaknya, "Saya sayang pada mereka", ucapnya dengan nada parau dan tertunduk

"Saat ini yang membuat laporan cuma satu orang, namun  yang kemari ada sekitar 5 keluarga dengan membawa anak-anaknya, mengaku anaknya juga menjadi korban perbuatan asusilanya

Dan dari pemeriksaan kita terhadap tersangka, perbuatan ini sudah dilakukan berulang-ulang kali terhadap belasan anak muridnya, terhitung dari bulan Agustus 2016 lalu",  tambah Kapolsek Pangkalan Brandan AKP W Sidabutar (Budi)



Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top