yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Memperingati Hari Bumi 22 April 2017 : Sedekah 3000 Bibit Bakau Di Lubuk Kertang
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Para aktivis lingkungan berkumpul melakukan penanaman 3000 anak mangrove di Desa Lubuk Kertang.(Ist) Lubuk Kertang- News Metrolangkat ...

Para aktivis lingkungan berkumpul melakukan penanaman 3000 anak mangrove di Desa Lubuk Kertang.(Ist)

Lubuk Kertang- News Metrolangkat

“Bumi ini milik kita bersama bukan hanya punya saya, kamu, dia, mereka atau kalian saja. Tapi bumi ini milik semua makhluk ALLAH. Ada Manusia, Binatang dan Tumbuhan serta benda mati yang memang ALLAH ciptakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia” tegas Kader Konservasi M.Aliandi S, mengajak kita semua untuk melestarikan hutan dan semua binatang yang ada di Langkat ini.

Sebagai masyarakat Langkat kita wajib bersyukur karena Tuhan menganugerahi kita hutan yang sangat dapat menunjang kebutuhan hidup masyarakat, Kabupaten Langkat diapit oleh dua hutan konservasi yakni Taman Nasional Gunung Leuser dan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut dimana masing masing hutan ini memiliki flora dan fauna yang memiliki manfaat sangat luar biasa bagi masyarakat langkat pada khusus nya.

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta  pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ungkap M. Said seorang Kader Konservasi Nasional yang berasal dari Desa Karang Gading Kecamatan Secanggang.

Kemudian M. Said menambahkan mengenai fungsi dari hutan mangroves langkat timur laut “di langkat ini memiliki Hutan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut seluas 9.520 H yang terletak di dua kecamatan yaitu Secanggang dan Tanjung Pura, hutan mangroves merupakan lumbung besar penyimpan karbon bagi Indonesia mangroves merupakan kartu negoisasi penting dalam menghadapi perundingan KTT Perubahan Iklim atau COP ke-21 di Paris, 1 Desember 2015 yang lalu”.

Betapa besarnya fungsi dan manfaat hutan bagi kehidupan manusia menjadikan hari bumi yang akan jatuh pada tanggal 22 april 2017 nanti dijadikan momentum oleh M. Aliandi S yang juga merupakan Kader Konservasi, ia menuturkan “Hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati para aktifis peduli lingkungan saja.

Karena, peringatan hari Bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis namun masih minim dengan tindak lanjut secara nyata di lapangan. Sementara berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi yang terus berlangsung telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti  tanah longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan”.

“Kerusakan lingkungan yang utama disebabkan oleh perbuatan oknum manusia sendiri dan dampak negatifnya pun pastinya akan dirasakan oleh manusia juga. Terus, kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan hidup.

Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak bisa menjadi tanggung jawab perorangan saja, akan tetapi tanggung jawab dari semua pihak yang hidup di bumi ini.” Tambah M. Aliandi S dalam menyikapi prilaku oknum perusak hutan.

Terkait pemasalahan yang ada mengenai kelestarian hutan mangroves di langkat menimbulkan gagasan kepada   M. Said, M. Aliandi S dan Meidi Kembaren untuk melakukan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bumi nanti. Meidi Kembaren menjelaskan melestarian lingkungan itu melalui proses kesadaran sosial bersama

”Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan atau tak lekang oleh waktu. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masyarakat umum.

Selain itu, perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah meskipun berbagai upaya antisipasi dan pencegahan telah banyak dilakukan. Keadaan ini memaksa manusia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya”.

Meidi Kembaren yang ditunjuk sebagai kordinator pelaksana menjelaskan “dalam rangka memperingati hari bumi ini pada tanggal 15 – 16 April yang lalu kita   melaksanakan kegiatan dengan Tema Konservasi bertajuk sedekah bakau untuk itu kami telah mengundang seluruh elemen yang ada di Kabupaten Langkat via media sosial untuk melakukan kegiatan bersama sama”

Kegiatan ini unik namun sangat berqualitas penuh “rangkaian kegiatan yang kita lakukan adalah camping bareng, nonton pemutaran film documenter konservasi, diskusi dan penanaman 3.000 bibit bakau. ujar meidi kembaren menambahi keterangannya.

Kegiatan yang bertajuk “Sedekah Bakau” hanya di dukung oleh beberapa politisi dari berbagai Parpol yang ada di Kabupaten Langkat yakni Supardi Sekjen DPD Kab. Langkat, Thomas Saputra Ketua DPD Kab. Langkat , Donny Setha Wakil Ketua DPRD Langkat dari Gerindra, MHD Said Ketua DPC PPP Langkat dan Meidi Kembaren Ketua PSI Langkat.

Kemudian dari Ormas yang hadir  M. Salim dari FK3I Sumut, Zulkifli Lbs KTNA Langkat, Burhan Tokoh Masyaakat Kec. Sei Bingei, Tokoh Pemuda Besitang Agus Salim beserta adik didiknya dari Pramuka dan Paskibra Kec. Besitang. Serta hadir juga seorang magician yang merupakan konsultan dari Master Limbad yakni Mpu Sembiring.
usai tanam bakau

Dengan pelaksanaan kegiatan sedekah bakau yang telah dilaksanakan, ketiga aktifis lingkungan ini berharap tumbuh nya kesadaran sosial dari berbagai kalangan maupun elemen yang khususnya berada di kabupaten langkat semakin besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan kita agar kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik hingga dapat nikmati oleh cucu dan cicit cicit kita nantinya.

Dalam kesempatan itu para aktivis Lingkungan  dan segenap yang hadi melaksanakan penanaman mangrove, 3000 batang mangrove jenis Rhizopora Sp, ditanam di Hutan Lindung. “Kita coba menggugah dan mencari pemimpin yang peduli lingkungan terutama yang terkait dengan pelestarian mangrove, terima kasih juga kepada Ketua FK3I Korda Sumut yang telah menyumbangkan bibit bakau sebanyak 3000 batang” ujar Meidi yang juga ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Langkat.

Selain menanam bakau kegiatan ini juga didahului dengan pemutaran film dokumenter terkait dengan hutan mangrove, dilanjutkan dengan diskusi dengan menghadirkan nara sumber Kader Konservasi Nasional, Ketua Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Sumut yang juga Koordinator PKSM Kabupaten Langkat Muhammad Said dan Kader Konservasi Nasional yang juga Sekretaris FK3I Korda Sumut M. Salim. Serta dimoderatori oleh Kader Konservasi Alam Sumut M Aliandi S. (Ril/Salim)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top