yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Akses Menuju Lima Desa Terputus, Korban Jembatan Ambruk Masih Terbaring
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Gebang- News Metrolangkat.com Suryanto (32) warga Jalan Kebun Kopi Lk VI Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, yang menjadi korban ambr...



Gebang- News Metrolangkat.com

Suryanto (32) warga Jalan Kebun Kopi Lk VI Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Dogang dan Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, saat ini hanya bisa terbaring sembari menahan sakit dirumahnya, Selasa (25/4)


Saat kru Metro Langkat menyambangi kediaman korban, Suryanto ditemani sang istri Safitri (29) dan anaknya Alifah (1,5),hanya bisa terbaring diruangan tengah rumahnya, dengan beralasan tikar seadanya



Dengan menahan rasa sakit, Suryanto mengatakan, kalau saat ini kondisinya hanya bisa terbaring, untuk bergerak dirinya harus dibantu istri atau orang lain, karena kecelakaan ambruknya jembatan gantung itu menyebabkan tulang punggung nya menjadi patah




Sehingga mengakibatkan kedua kakinya mengalami kelumpuhan dan mati rasa sehingga tidak bisa digerakkan, bahkan dirinya tidak bisa untuk buang air besar dan air kecil, yang berdampak membesarnya perut Suryanto (perut gembung), bahkan Suryanto sering mengerang menahan sakit

 "Abang lihat kondisi suami saya, saat ini dirinya hanya bisa terbaring tanpa bisa berbuat apa-apa, dan dia sering mengerang kesakitan", ucap Alifah menangis sedih sambil menggendong anaknya yang masih kecil


Suryanto merupakan buruh harian lepas (BHL) di PT Siwangi Gebang, dengan gaji sekitar Rp 85.000/hari, pada saat kejadian Suryanto bersama 4 orang tetangganya, sedang memancing dibawah jembatan, sehingga pada saat jembatan ambruk  langsung menimpa dirinya, dengan kondisi badan dan kepala berlipat dengan lutut, beruntung dirinya dapat diselamatkan oleh keempat temannya dan dilarikan ke Bidan Desa Kampung Dogang, dan mendapat 6 jahitan dikepala sementara pinggangnya hanya di bawa bekusuk kampung



Namun dari kejadian itu, hingga saat ini belum ada satupun aparatur pemerintah setempat, baik Lurah ataupun Camat Gebang yang datang dan menjenguk melihat kondisi korban, bahkan Selasa (25/4) siang  rombongan dari Stabat  datang meninjau lokasi jembatan yang ambruk, namun bak hanya pencitraan tanpa berfikir ada korban dari kejadiaan ini yang menjadi prioritas, Suryanto sebagai salah satu korban yang kini kondisinya memerlukan pertolongan, seperti dilupakan dan dibiarkan menanggung semuanya



"Hingga saat ini Bang, belum ada pihak dari Kelurahan dan Kecamatan yang melihat kondisi suami saya disini, bagaimana kami mau berobat sementara suami saya tidak bekerja, dia hanya buruh harian yang bergaji jika dia masuk kerja, sementara kami tidak memilimi BPJS atau kartu asuransi kesehatan lainnya, makanya kami keluarga bingung bang, dengan biaya perobatannya



Jangankan untuk berobat untuk makan aja saya harus berfikir, padahal tadi kami tau Bapak Bupati dan rombongan datang kejembatan, tetapi kenapa tidak ada perwakilannya yang melihat suami saya ini, jika tidak diobati suami saya kan lumpuh" tambah Safitri sambil meneteskan air mata



Sementara itu Selasa (25/4) pagi, saat kru Metro Langkat mencoba mengkonfirmasi ke Kantor Camat Gebang, Dra M Tuti Hendarsih tidak berada ditemoat, menurut salah seorang oegawai kecamatan Bu Camat sedang berada di Stabat, begitu pula dengan Herlina S.Sos selaku Lurah Pekan Gebang tidak berada di kantor karena berada di Stabat



Diketahui sebelumnya, jembatan gantung sepanjang lebih kurang 100 meter dengan lebar sekitar 1,6 meter, yang menghubungkan Desa Dogang dan Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, Minggu (23/4) sekitar jam 18.15 WIB ambruk dan jatuh kelaut, akibat tali sling baja penahan jembatan putus



Atas kejadian ini, sekitar 38 orang yang berada dijembatan dan 9 unit kendaraan roda dua, langsung terjun kedalam air, atas kejadian ini para korban mengalami luka-luka walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu orang korban bernama Suryanto (32) warga jalan Kebun Kopi LK VI Kel Pekan Gebang Kec Gebang Kab Langkat, mengalami patah tulang belakang



Sehingga mengakibatkan kedua kakinya mengalami kelumpuhan dan mati rasa sehingga tidak bisa digerakkan, bahkan dirinya tidak bisa untuk buang air besar dan air kecil, yang berdampak membesarnya perut Suryanto (perut gembung), dan Suryanto harus mendapat enam jahitan dikepala, namun sangat disayangkan, sejak kejadian itu tidak ada satupun aparatur pemerintah baik Kelurahan, Kecamatan dan pihak Kabupaten yang melihat kondisi korban, dan ini dibenarkan oleh istri korban (Safitri)



Sementara itu, seluruh kendaraan yang tercebur kesungai semuanya sudah bisa dievakuasi dan dikembalikan kepada para pemiliknya, Kapolsek Gebang AKP B Girsang melalui Kanit Reskrim Ipda Nelson manurung mengatakan, malam kejadian 5 unit sepeda motor langsung kita evakuasi dari dasar sungai



Dan Senin (24/4) 4 unit sepeda motor lainnya juga dapat kita evakuasi, walau pencarian sepeda motor dengan cara diselam hingga kedasar sungai, bersyukur hingga jam 17.45 WIB semuanya dapat kita selamatkan, ucap Kanit Reskrim Ipda Nelson Manurung



Namun dari ambruknya jembatan gantung ini, masyarakat sangat kecewa dengan kinerja aparatur pemerintah terutama Dinas Perkerjaan Umum Kab Langkat, dimana tidak adanya perhatian dalam mengecek keberadaan dan kondisi jembatan yang sudah ada sejak tahun 1971 ini



Bahkan sejak di rehab sekitar tahun 2015 lalu, masyarakat juga sudah curiga kalau jembatan ini tidak akan bertahan lama dan akan ambruk, namun lambannya dan kurangnya perhatian Pemerintah dalam menyikapi hal ini, menyebabkan tragedi ini terjadi, walaupun tidak memakan korban jiwa namun ini seharusnya menjadi cermin guna mengkoreksi diri, bagi setiap instansi di jajaran Pemkab Langkat agar lebih serius lagi bekerja.(budi)













Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top