Tragedi Mawar Dari Sei Lepan : Ditingal Mati Ibu, Jadi Budak Sex Ayah Kandung & Ayah Angkat

Syamsul Bahri ayah angkat  Mawar (kiri)  Mawar (tengah) dan Bapak Kandungnya Awaluddin. (budi)

P. Brandan- News Metro Langkat.com

Hanya tuhanlah yang tau betapa menderitanya Mawar (16) begitu saja dia kita sebut agar tak bertambah lagi deritanya.  Pasalnya, selain dilahirkan ditengah-tengah keluarga kurang mampu, Mawar harus pula kehilangan sang ibu karena dipangil sang khalik. Subhanallah...

Diusianya yang selayaknya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, disaat itu pula ia harus berjibaku dengan nasibnya. Karena himpitan ekonomi tadi, Mawar terpaksa menggantung niat untuk menamatkan bangku pendidikan sekolah dasar-nya.

Sang ayah mengaku tak sangup lagi menyekolahkanya. Meski tak mengenakkan tapi Mawar menerima kenyataan itu. Tapi dibalik cerita yang tak indah tadi, ada cerita yang tak akan dilupa Mawar seumur hidupnya.


Ayah kandung yang seharusnya menjadi pelindung, penjaga dan pemberi nafkah Mawar, malah berubah menjadi monster yang tega-teganya merengut kesucianya. Tak hanya sekali, perbuatan biadab tersebut dilakukan sang ayah berulang-ulang kali. Ya.! ada sekitar tujuh kali Mawar digauli oleh sang bapak.

Masih tercatat dibenaknya di bulan Agustus 2016 perbuatan tak senonoh itu dilakukan sang bapak sebanyak 6 kali. Bukan main hancur perasaan Mawar, masa depanyanya benar-benar gelap dan suram.

Sedihnya lagi, selain diperkosa oleh ayah kandungnya, Mawar juga dijadikan pelampisan nafsu orang tua angkatnya. Dengan paksaan dan kekerasan Mawar di gauli oleh Syamsul Bahri (37) yang tak lain ayah angkatnya.

Perbuatan biadab yang dilakukan Syamsul Bahri terhitung sebanyak 7 kali. Menurut  cerita Mawar, pemerkosaan yang dilakukan kedua orang yang paling dihormatinya tersebut berawal dari digusurnya tempat tinggal Mawar dan ayahnya Awaluddin (47) dari kawasan PJKA di Jln Bay Pas, Kel Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Memang, selama ini Mawar dan orang tuanya tinggal dikawasan tanah milik Perusahaan Kereta Api. Karena ada proyek Jalan Rel KA dari Binjai- Besitang, maka warga yang bermukim dipingiran Rel diminta angkat kaki, tak ketingalan keluarga Mawar.

Sejak digusur dua tahun lalu, orang tua Mawar tinggal menumpang dirumah Syamsul Bahri. Dari sinilah petaka itu bermula. Persis pada tanggal 3 Agustus 2016 sekitar jam 21.00 WIB, ketika Mawar hendak tidur langsung ditarik sang ayah ketempat tidurnya, tanpa rasa iba dan kasihan sang ayah langsung menggauli Mawar.

Mawar menangis, ketakutan dan menjerit bathinya pasca kejadian itu. Tapi,ayahnya yang telah berubah menjadi syetan sama sekalin tak menyesali perbuatan itu. Malah tiap dia ingin, tanpa sungkan mengatakan minta dilayani.
Pada tanggal 13 Agustus 2016 sekitar jam 11.00 WIB disaat Mawar akan melipat pakaian, disaat itu sang ayah bejat berkata "Nak ini untuk yang terakhir kalinya, kasihanilah Bapak, sekali ini saja", ujarnya minta dilayani.

Bila Mawar menolak permintaan tersebutt, sudah pasti Mawar akan dipukul dan diperlakukan tak manusiawi oleh si bapak. Dibalik perbuatan keji sang ayah, Mawar juga harus melayani napsu bejat ayah angkatnya.

Tak jauh berbeda dengan ayah kandungnya, sikap Syamsul siayah angkat juga melakukan tindakan fisik bila Mawar menolak disetubuhi. Seolah tak sadar kalau anak yang digauli adalah anak Piatu, kedua bapak-bapak ini terus-terusan melampiaskan nafsu bejatnya kapanpun mereka mau.

Karena tak tahan lagi menangung derita ini, ahirnya Mawarpun menceritakan semua ini kepada Winda (22) yang tak lain merupakan kakak sepupunya. Awalnya Winda tak percaya dan langsung menceritakan kepada warga setempat, dilanjutkan kepada Kepala Lingkungan dan Camat Sei Lepan Faizal Rizal Matondang

Atas peristiwa ini, Camat Sei Lepan Faizal Rizal Matondang beserta warga, Minggu (12/3) sekitar jam 23.00 WIB membuat laporan ke Mapolsek Pangkalan Brandan, dan malam itu juga kedua tersangka dicari pihak Kepolisian di bantu warga sekitar


Dan pagi Senin (13/3) sekitar jam 08.00 WIB tersangka Awaluddin ditangkap disalah satu rumah warga yang tak jauh dari kediaman tersangka, tak lama berselang Syamsul Bahri juga ditangkap pihak kepolisian saat berada dirumahnya.

Kedua tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Pangkalan Brandan guna menjalani pemeriksaan. Saat wartawan mengkonfirmasi tersangka Awaluddin diruangan periksa Polsek Pangkalan Brandan, mengapa tega berbuat demikian kepada anak kandungnya, dengan wajah enteng tersangka mengatakan, "Hukumnya tidak haram karena dia anak saya, dan saya kasih makan, dan kalau melacur itu baru dosa", ucap ayah bejat ini ketus.


Winda (22) kakak sepupu korban, saat ditemui di Polsek Pangkalan Brandan, menceritakan, selama ini Mawar selalu mendapat tekanan dari Syamsul Bahri, yang selalu melakukan kekerasan dengan memukul bagian kepala, tangan dan sekujur tubuh, sehingga bunga tidak berani menceritakan perihal apa yang dialaminya, dan setiap kali bunga mencoba melarikan diri Syamsul Bahri selalu melakukan tindak kekerasan

Winda juga menambahkan, beberapa tahun yang lalu Bunga juga mengami nasib malang, dirinya pernah ditipu dan dijual oleh seseorang bernama Nur kepada lelaki hidung belang di lapangan Golf Tangkahan Lagan

Sementara itu Kapolsek Pangkalan Brandan AKP W Sidabutar saat dikonfirmasi mengatakan, "Tersangka masih menjalani pemeriksaan diruangan juper, dan kasusnya akan segera dilimpahkan ke Polres Langkat penanganannya, karena di Polres Langkat ada unit khusus yang menangani kasus seperti ini.(Bud)

Baca Juga