yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: PUSKESMAS TANJUNG BERINGIN RAIH PRESTASI AKREDITASI MADYA
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kapuskesmas Tj Beringin Tanjung Beringin – News Metro Langkat.com  Puskesmas Tanjung Beringin raih akreditasi Madya, dr. Irsyam Risdawat...
Kapuskesmas Tj Beringin

Tanjung Beringin – News Metro Langkat.com

 Puskesmas Tanjung Beringin raih akreditasi Madya, dr. Irsyam Risdawaty, M.Kes selaku Kapus Tanjung Beringin mengungkapkan rasa syukurnya ketika diwawancarai Metro Langkat pada  selasa (07/03) yang didampingi oleh stafnya Asmayani diruang kerjanya.

“Kita ini posisinya alhamdulillah banget, dengan kondisi Puskesmas kita yang apa adanya, kita bisa mendapat nilai madya, kita tak bisa berharap lebih tinggi, karena kondisi bangunan kita belum bagus, kalau kita dibilang sudah memadai, jujur belum”, ujar dr. Irsyam Risdawaty, M.Kes selaku Kapus Tanjung Beringin membuka wawancara kepada Metro Langkat.

Kapus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada dr.Indera Salahuddin, M.Kes selaku Sekda Langkat dan dr.Sadikun selaku Kadis Kesehatan Langkat yang telah mendukung proses penilaian akreditasi kita ini tentunya dibawah kepemimpinan H.Ngongesa Sitepu,SH selaku Bupati Langkat.

“Untuk SDM kita itu, SDM yang ada yang kita karyakan, kalau kita koreksi betul-betul SDM kita nggak pas, misalnya di Kartu sebetulnya administrasi tapi yang kita taruk disitu, bidan. Dan kita peserta terakhir yang diuji pada 26 Desember 2016 yang lalu”, jelasnya.

“Jika kita ingin mendapatkan nilai utama itu gak mungkin, kita sudah bersyukur, kita dapat madya, Alhamdulillah memang semua ini adalah karya dari anak-anak ibu, bukan dari ibu. Ibu ini hanya memonitoring kerja mereka, sebetulnya yang punya keahlian mereka.

Mereka yang bekerja sampai jam 12 malam”, terangnya.

“Ibu hanya memberi kelengkapan untuk kebutuhan mereka, buk pasangkan wifi, buk beliin modem, walaupun wifi kita kadang ngeri kali, lampu tiba-tiba mati, buk sediakan genset, genset kita sempat hilang lho, kami beli genset, mahalnya ngeri semua”, paparnya. “Kalau untuk peningkatan siapa yang nggak mau. Cuma fasilitas kita tidak memungkinkan kita lebih dari Madya”, ungkapnya.



“Mudah-mudahan pemerintah kita terutama Pemkab Langkat memberikan dukungan ke Puskesmas Tanjung Beringin misalnya bangunan dibagusin, prioritas yang utama listrik, listrik kita ini sering kali mati, kalau bisa dengan genset yang lebih besar dari genset kita yang sekarang, yang bisa membuat semuanya menyala”, jelasnya.


“Kalau mau fasilitas kita bagus, seharusnya seperti Permenkes 75, sebetulnya puskesmas yang bagus ialah Puskesmas yang punya kategori lantai, seperti lantai 3 atau lantai 2, diatas itu akan kita gunakan untuk perkantoran, dibawah itu untuk rawat inap dan berobat jalan”, jelasnya. “Kenyataan kita belum bisa seperti itu, makanya kita dapat madya saja sudah syukur, alhamdulillah sekali”, tambahnya lagi. “Mungkin penilaian madya itu, bukan dari struktur bangunan yang kita punya, tapi dari ilmu dari anak-anak saya ini, merekalah yang bikin kita mendapat nilai madya” ungkapnya.

“Karena waktu ujian, yang diuji bukan ibu sendiri, mereka dulu, bagian admin diuji, bagian UKM diuji, bagian UKP diuji bahkan pengujinya langsung turun kelapangan, kedesa dan asal tunjuk, ‘saya mau kesana’, ‘datang dia kesana’, rupanya jawaban orang-orang di desa sesuai dengan jawaban anak-anak kita, itu yang buat nilai kita madya. Rekayasa, dukun segalanya gak mungkin, ujarnya sambil tertawa “apalagi kita akan naik jika fasilitas gedung kita sudah bagus”, jelasnya lagi.

“Sebetulnya kita hampir kalah, waktu ditanya mengenai impal, jadi kita minta kalau bisa bantuan pemerintah itu, impal juga dibuat. Sekarang ibu kemana membuang sampahnya, jujur kita bikin MoU untuk pembuangan impal ketempat lain. Jadi kita punya bukti kalau kita punya MoU itu yang membuat kita menang, kurasa kalau kita gak punya MoU kita gak akan bisa menang”, jelasnya.

“Bahkan Permohonan kita ke dinas pembuatan impal kita sudah punya, jadi itu juga yang buat kita lulus, kita tunjukkan, ini kerjasama kita dengan tempat pembuangan, disitu kita dapat nilai poin. Poin yang dapat akreditasikan hanya 0, 5 dan 10, kalau ada dan bagus 10, jadi kalau gak ada ya nol” jelasnya. “Jadi kita tidak akan pernah berharap untuk mendapatkan lebih dari madya, pertanggung jawabannya susah dengan kondisi yang ada”, tambahnya lagi.

“Sejak akreditasi, alhamdulillah pasien kita bertambah, karena setelah pengujian akreditasi, itukan kita sudah melalui lintas sektoral, jadi orang udah tau, oo disitu sudah bagus sekarang dan  berdampak positif” jelasnya.

“Sebelum Impal, kita punya program emas apalagi akreditasi, tambah naik lagi, jadi alhamdulillah, kan bisa adek lihat sendiri juga tu, gak pernah sepi puskesmas kita sampai malam, Alhamdulillah”, ungkapnya.

“Ibu sudah meyakinkan kepada anak-anak Ibu, kita bekerja secara BCA, Bank Cinta Allah, jadi dia begerak ajalah, bekerja ajalah, jadi gak usah mengharapkan apa-apa dulu, BCA itu changkoha Puskesmas Tanjung Beringin sudah terkenal dengan BCA-nya. Changkoha itu artinya mantap, jadi kita BCA kan aja semua walaupun masih berharap”, jelasnya. “Kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dimana kita berharap Allah yang mengetahui apa yang kita kerjakan”, terangnya,

“Program kesehatan gigi, keluarga sehat, pemeriksaan dahak, yang semuanya ada 18 program yang sudah ada bidangnya masing-masing dan semuanya bergerak, jelasnya. “Maunya lab. kita agak dibagusin, yang betul-betul standarisasi laboratorium. Mungkin berbareng dengan pembangunan, kita akan membuat laboratorium yang lebih layak dari sebelumnya, padahal laboratorium kita pernah didatangi WHO dan mereka puji kita walaupun masih sederhana”, jelasnya.

“Pasien yang terbanyak di Puskesmas kita itu biasanya pasien diare, apalagi kita pernah ada kasus wabah diare yang terjadi ditahun 2016, bukan lamanya respon, kawan ibu dari Heartindo, dr. Apsari Kusumaningrum, MARS itu datang, kebetulan juga dia berperan di WHO, diambil sampel air, temen antar temen aja, makin ada sesuatu, makin senang mereka”, jelasnya.

“Kunci keberhasilan kita, kita saling percaya, kita rangkul semua, persaudaraan yang utama. Kalau mau berhasil jangan pernah berfikir rugi, harus mau bekorban”, ungkap dr. Irsyam Risdawaty, M.Kes selaku Kapus Tanjung Beringin mengakhiri. (Gus)

Keterangan photo ; Kepala puskesmas Tanjung Beringin, dr. Irsyam Risdawaty, M.Kes. dan Pemeriksaan telinga Gratis yang dilakukan tim dokter.  (gus)



Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top